Obsesi Cinta Sahabatku

Obsesi Cinta Sahabatku
Aku tidak mungkin menyukainya


__ADS_3

Waktu menunjukkan pukul tujuh malam, para sahabat Disya sudah balik ke rumahnya masing-masing, kini Disya sedang berada di dalam kamarnya sembari menatap ponselnya yang menampilkan sebuah pesan dari seseorang yang tak lain adalah Erlan.


"Kak Erlan, bukannya dia baru saja pulang dari rumahku, kenapa dia mengirimkan aku pesan?" Batin Disya sebelum ia membaca isi pesan yang di kirimkan oleh sahabat sekaligus laki-laki yang di jodohkan oleh keduanya orangtua nya tersebut.


"Baca dulu deh, siapa tahu penting pesannya." Gumam Disya mulai membuka dan membaca pesan itu.


Kak Erlan.


Disya. Aku berharap perjodohan kita berjalan lancar. Tidak perduli kamu menerimanya atau tidak, tetapi perjodohan ini tetap akan berjalan. Dan setelah aku menyelesaikan kuliahku, aku akan langsung melamarmu dan menjadikanmu sebagai istriku. Mengerti.

__ADS_1


Begitulah isi pesan yang di kirimkan oleh Erlan kepada Disya. Seketika Disya menghela nafasnya kasar, kenapa juga Erlan tiba-tiba mengirimkan pesan seperti itu kepada dirinya? Bukankah mereka sudah membahasnya tadi siang? Sangat menyebalkan.


Disya meletakkan ponselnya di atas tempat tidur, ia sama sekali tidak berniat untuk membalas pesan dari Erlan tersebut. "Menikah sama kak Erlan? Apakah itu memang takdirku?" Disya kembali menghela nafasnya kasar, ia menatap langit-langit kamarnya sembari merebahkan tubunnya di atas tempat tidur.


"Tapi, tadi kak Erlan benar-benar sangat berbeda, dia terlihat sangat tampan sekali. Dan itu membuat jantungku merasa tidak sehat. Apakah aku sudah mulai.... Ah tidak-tidak... Aku tidak mungkin menyukai kak Erlan, mungkin itu hanya karena penampilan kak Erlan saja yang berbeda. Jadi wajar saja kan jika jantungku tidak sehat?" Batin Disya sembari menutupi wajahnya menggunakan bantal tidurnya.


Disya terus berusaha untuk menghilangkan bayangan wajah Erlan dari kepalanya, namun bukannya menghilang, bayangan wajah Erlan malah terlihat jelas dan itu membuat Disya frustasi.


***

__ADS_1


Kediaman Mahesa.


Erlan terlihat memandangi sebuah photo wanita cantik yang tak lain adalah Disya yang sengaja ia buat sebagai wallpaper di layar ponselnya. Sesekali ia tersenyum dan mengelus layar ponsel itu seakan-akan ia sedang mengelus wajah cantik Disya di dunia nyata. "Disya,,, Disya... Kenapa lo begitu cantik sih, apalagi senyuman lo tadi, benar-benar membuat gue gila." Batin Erlan sambil mengingat senyuman yang di berikan oleh Disya tadi. Senyuman yang begitu manis dan tulus, sangat berbeda dari senyuman yang biasa Disya tampilkan.


"Disya, gue jadi semakin cinta sama lo. Dan gue merasa berat jika harus meninggalkan lo dalam waktu yang lama. Tapi, gue juga tidak bisa membatalkan kuliah gue di luar negeri." Ucap Erlan dengan lirih.


"Waktu keberangkatan gue tinggal tiga hari lagi, gue harus meminta mama untuk mengikat Disya terlebih dahulu, agar gue bisa pergi dengan hati sedikit tenang." Erlan mulai bangkit dari atas ranjangnya, ia meletakkan ponselnya di atas makasih, kemudian ia pun mulai melangkahkan kedua kakinya keluar dari kamarnya.


Erlan berniat untuk meminta sang mama agar mengikat Disya dengan tali pertunangan. Dengan begitu, Disya tidak akan bisa melirik laki-laki lain ketika Disya jauh darinya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2