Obsesi Cinta Sahabatku

Obsesi Cinta Sahabatku
Keberangkatan Erlan. Ending.


__ADS_3

Waktu cepat berlalu, setelah pertunangan pada malam itu di adakan, Erlan terlihat sangat bahagia sekali, berbeda dengan Disya, ia terlihat sedikit tertekan karena setiap harinya Erlan akan mengingatkan dirinya, bahwa saat ini ia adalah tunangan Erlan. Disya di larang bertemu ataupun mengobrol dengan laki-laki lain, bahkan untuk sekedar pergi bersama Amanda pun Disya harus meminta izin kepada Erlan.


Erlan benar-benar sudah membuat Disya hidup bagaikan di penjara, padahal mereka hanya terikat oleh tali pertunangan saja, akan tetapi Disya sudah seperti seorang istri yang selalu di awasi dengan ketat oleh suaminya.


Hari ini adalah hari keberangkatan Erlan keluar negeri. Disya, Amanda, Aditya dan juga Erlan sudah berada di bandara, begitupun juga dengan kedua orang tua Erlan.


Tangan Erlan sedari tadi tidak pernah lepas menggenggam erat tangan tunangannya, membuat orangtua dan juga kedua sahabatnya tersenyum.


"Ekhmmm sepertinya ada yang tidak rela nih meninggalkan tunangannya." Amanda mulai mengeluarkan suaranya sembari menatap Erlan dan juga Disya secara bergantian. Aditya yang mendengar ucapan sahabatnya pun seketika mengernyitkan keningnya bingung, ia langsung menatap Amanda penuh dengan tanda tanya.


"Tunangan? Maksud lo siapa Man?" Tanya Aditya yang memang masih belum mengetahui pertunangan Disya dan Erlan.


"Siapa lagi kalau bukan Disya sama kak Erlan." Jawab Amanda membuat Aditya terkejut.


"Lo serius Man? Disya sama Erlan bertunangan?" Tanya Aditya terlihat tidak percaya dengan apa yang di ucapkan oleh Amanda barusan.


"Ya seriuslah, kalau gak percaya tanya saja sama tante Tania, dan juga om Putra." Ucap Amanda seraya melirik ke arah tante Tania dan juga pak Putra.

__ADS_1


Aditya pun langsung mengalihkan pandangannya kepada kedua orangtua Erlan, pemuda satu itu terlihat menarik nafasnya dalam, lalu membuangnya perlahan. "Tante, om, apa benar yang di katakan sama Amanda barusan? Disya dan Erlan sudah bertunangan?" Tanya Aditya penasaran.


"Iya, Dit. Erlan sama Disya memang sudah bertunangan, dan kemungkinan setelah mereka dewasa nanti, mereka akan menikah." Jawab tante Tania membuat Aditya semakin terkejut.


"Kok aku gak di kasih tahu si tan? Astaga... Kalian semua jahat banget." Gerutu Aditya sembari menampilkan wajahnya yang kesal. "Lo juga Lan, kenapa lo tidak pernah cerita sama gue kalau lo itu sudah bertunangan sama Disya, dasar sahabat tidak punya hati." Omel Aditya kepada Erlan.


"Lo gak pernah nanya." Sahut Erlan dengan santai.


"Kasihan banget sih kak Adit, jadi orang terkahir yang mengetahui pertunangan Disya sama kak Erlan. Duh jangan nangis ya kak, nanti gue beliin permen deh." Ucap Amanda sambil tersenyum mengejek ke arah Aditya membuat Aditya bertambah kesal.


"Sialan. Gue gak butuh permen, yang jelas kalian semua sudah bikin gue kesel. Kalian tidak menganggap gue sebagai sahabat kalian, menyebalkan." Aditya kembali menggerutu dengan kesal, membuat kedua orangtua Erlan terkekeh pelan. Begitupun juga dengan Amanda. Sementara Disya, ia hanya terdiam tanpa mau mengeluarkan suaranya sedikit pun.


"Mah, pah sepertinya pesawatku akan segera berangkat. Aku pamit dulu ya, jaga kesehatan kalian di sini." Pamit Erlan seraya mencium punggung tangan kedua orangtuanya bergantian.


Tante Tania tersenyum seraya menganggukkan kepalanya, ia pun langsung memeluk tubuh putra semata wayangnya itu. "Iya sayang, kamu juga jaga kesehatan di sana ya, kalau sudah tiba segera kabarin mama dan papa, mengerti." Sahut sang mama sembari melepaskan pelukannya dan menatap putra semata wayangnya itu.


"Betul yang di ucapkan sama mamamu, Lan. Jaga kesehatanmu di sana, jangan mengecewakan kita." Timpal pak Putra sembari menepuk bahu putranya tersebut.

__ADS_1


Erlan menganggukkan kepalanya pelan, ia pun tersenyum kemudian ia berkata. "Iya, mah, pah. Aku pasti tidak akan mengecewakan kalian, jadi kalian tenang saja ya." Sahut Erlan lembut. Lalu setelah itu Erlan berbalik dan menatap kedua sahabatnya Amanda dan juga Aditya.


"Gue pamit dulu, selama gue tidak ada, tugas lo berdua adalah menjaga tunangan gue, mengerti." Ucap Erlan dengan tegas.


Amanda dan juga Aditya menganggukkan kepalanya bersamaan, lalu kedua sahabat itupun memeluk Erlan. "Lo tenang saja, meskipun gue masih kesel sama lo, tapi gue pasti akan menjaga tunangan lo itu." Sahut Aditya seraya menepuk punggung Erlan.


"Iya kak, gue juga pasti jagain tunangan lo, jadi lo tenang saja ya." Timpal Amanda seraya melepaskan pelukannya dan memperlihatkan senyuman di wajahnya.


"Gue percaya kalian berdua." Ucap Erlan sedikit menyunggingkan senyumannya. Lalu setelah itu Erlan pun menghampiri Disya dan menatap Disya dengan lekat.


"Jaga diri kamu baik-baik disini, dan ingat jangan pernah dekat-dekat dengan laki-laki lain, karena kamu saat ini sudah menjadi tunanganku, dan nanti setelah aku kembali, kita akan melaksanakan pernikahan kita, mengerti." Ucap Erlan sembari mengusap wajah cantik Disya dan memberikan kecupan mesranya di kening Disya.


"Aku mengerti, kamu juga baik-baik disana." Sahut Disya pelan, tak lupa ia pun menyunggingkan senyumannya kepada tunangannya tersebut.


Erlan seolah-olah tidak rela meninggalkan tunangannya itu, ia bahkan membawa Disya ke dalam pelukannya. Ia sama sekali tidak perduli jika di sana masih ada kedua orangtua dan juga kedua sahabatnya. "I love you. Ingat ucapanku tadi." Bisik Erlan yang hanya mendapat anggukkan kepala dari Disya. Setelah itu Erlan pun melepaskan pelukannya, kemudian ia berjalan melangkahkan kedua kakinya meninggalkan kedua orangtuanta, sahabat dan juga gadis yang sangat di cintainya itu.


"Selamat tinggal Disya, sampai berjumpa lagi." Batin Erlan dengan tangan yang menggenggam erat koper miliknya.

__ADS_1


Tamat.


Sampai jumpa di season selanjutnya😚😚😚


__ADS_2