
Saat ini Disya dan juga Amanda sedang berada di salah satu mall yang berada di kota Jakarta. Kedua gadis cantik itu berjalan menuju toko Aksesoris yang berada di dalam mall tersebut.
Setelah tiba di toko Aksesoris itu, kedua gadis itu pun mulai memilih aksesoris yang ingin mereka beli, salah satunya adalah ikat rambut.
"Ikat rambut ini bagus juga, Sya." Amanda menunjukkan ikat rambut berwarna putih yang di hiasi beberapa bunga kecil dan juga terdapat kupu-kupu hewan cantik kesukaan Amanda.
"Iya lucu banget ada kupu-kupunya. Cocok nih buat lo, Man." Sahut Disya jujur.
"Yaudah deh gue ambil ikat rambut yang ini aja, lo mau beli apaan, Sya?" Tanya Amanda penasaran.
"Gue mau beli bandana ini, sama gelang imut ini, terus ikat rambut ini." Sahut Disya seraya memperlihatkan tiga benda yang ingin ia beli kepada Amanda. "Lo cuma beli ikat rambut itu doang? Gak beli yang lain lagi?" Tanya Disya ketika melihat Amanda yang hanya mengambil satu ikat rambut saja.
"Iya, soalnya gue cuma naksir sama ikat rambut ini doang." Jawab Amanda seraya berjalan menuju si mbak pemilik toko aksesoris itu.
__ADS_1
"Kalau gitu bayarnya sekalian aja sama yang punya gue." Ucap Disya sembari menyerahkan benda yang ia ambil tadi kepada si mbak pemilik toko aksesoris tersebut
"Lo mau beliin gue, Sya. Wah tengkyu banget." Seru Amanda sambil menyunggingkan senyumannya.
"Lebay banget lo, kayak yang baru pertama kali aja gue bayarin lo." Ucap Disya sembari mengeluarkan uang dan menyerahkannya kepada si mbak pemilik toko aksesoris itu.
"Iya juga ya." Kekeh Amanda membuat Disya langsung menggelengkan kepalanya pelan.
"Terima kasih mbak." Ucap Disya ketika ia sudah selesai membayar dan mengambil benda yang ia beli tadi.
"Sya, laper nih. Makan dulu yuk." Ajak Amanda ketika merasakan perutnya yang sudah mulai keroncongan.
"Ok, gue juga udah laper nih. Enaknya makan dimana ya, mau cari restaurant atau kita cari tukang mie ayam di luar aja?" Disya nampak berpikir sambil melangkahkan kedua kakinya, begitupun juga dengan Amanda. Meskipun kedua gadis ini terlahir dari orang yang berada, namun mereka sangat suka sekali makan mie ayam, atau pun bakso. Bagi kedua gadis itu, kedua makanan itu jauh lebih enak daripada makanan yang ada di restaurant.
__ADS_1
"Makan disana aja yuk Sya. Perut gue udah laper banget soalnya. Kalau kita keluar cari tukang mie ayam, nanti gue keburu pingsan." Ucap Amanda sembari mengelus perutnya yang benar-benar sudah sangat keroncongan.
"Dasar lebay. Yaudah deh terserah lo aja." Sahut Disya membuat Amanda tersenyum senang. Lalu setelah itu keduanya pun mulai melangkahkan kedua kakinya menuju tempat makan yang berada di dalam mall tersebut.
Setelah tiba di tempat makan itu, kedua gadis itu pun duduk di kursinya masing-masing. "Lo mau makan apa, Sya?" Tanya Amanda sembari melihat menu makanan yang sudah tersedia di atas meja.
"Samain aja deh kayak yang lo pesen." Jawab Disya sembari meletakkan tas kecil miliknya di atas meja itu.
"Oh, ok. Minumannya?" Tanya Amanda sambil menatap Disya.
"Jus alpukat aja." Jawab Disya sembari memperlihatkan senyumannya yang manis itu.
"Ok deh, gue pesen dulu ya." Ucap Amanda yang mendapat anggukkan kepala dari Disya. Setelah itu Amanda pun langsung bergegas pergi untuk memesan makanannya.
__ADS_1
Bersambung.