Obsesi Cinta Sahabatku

Obsesi Cinta Sahabatku
Curi-curi pandang


__ADS_3

Amanda kembali menatap ke arah Erlan, jujur saja ia masih penasaran mengapa Erlan berpenampilan seperti itu, padahal ia hanya pergi ke rumah Disya saja, tetapi penampilannya terlihat seperti mahasiswa yang ingin mengajak berkencan kekasihnya.


Ah soal kekasih, Amanda jadi ingat tentang pembicaraannya tadi dengan Disya. Bukankah Disya bilang dia di jodohkan sama Erlan oleh kedua orang tuanya? Itu artinya penampilan Erlan saat ini ada hubungannya dengan perjodohan itu. Apalagi ketika Amanda mengingat bahwa Erlan pernah menyatakan perasaannya kepada Disya, tidak menutup kemungkinan jika sampai saat ini, Erlan masih mencintai sahabatnya itu. Dan mungkin saja dengan Erlan berpenampilan seperti sekarang ini, Erlan dapat membuat Disya jatuh hati kepada dirinya. Pikir Amanda.


"Aaaah gue tahu sekarang." Tiba-tiba saja Amanda berteriak membuat ketiga manusia itu terkejut dan menatap dirinya bingung sekaligus kesal.


"Lo kenapa sih, tiba-tiba berteriak seperti itu? Apa lo sudah gila!" Seru Disya sembari menempelkan punggung tangannya di kening Amanda.


"Tahu lo, udah kayak tarzan aja." Timpal Aditya sembari melempar kacang ke arah Amanda. Sementara Erlan, ia hanya bisa terdiam sembari menatap Amanda penuh dengan tanda tanya.


"Lo kali yang tarzan, dasar nyebelin." Omel Amanda kepada Aditya. "Lo juga Sya. Gue tuh gak gila, gue cuma kepikiran sesuatu aja." Kini Amanda mulai menatap Disya sembari menyunggingkan senyumannya membuat Disya semakin bingung di buatnya.


"Apaan sih, Man. Lo tuh gaje tahu gak sih." Ucap Disya seraya mengambil minuman miliknya, namun tangannya kalah cepat dengan tangan Erlan.

__ADS_1


"Erlan! Itu minuman gue ish." Seru Disya ketika melihat Erlan dengan santai meneguk minuman miliknya.


"Aku haus, bagi sedikit." Sahut Erlan dengan santai kayak di pantai.


"Ish tapi kan itu minuman gue, kak." Protes Disya kesal.


"Memangnya kenapa sih? Cuma minuman doang, sama saja." Sahut Erlan dengan tatapan matanya yang dalam membuat Disya kembali salah tingkah.


"Cieeee ada yang salting lagi nih." Ucap Amanda yang selalu mengamati perubahaan wajah sahabatnya tersebut.


"Dasar Amanda sialan! Kenapa dia bisa tahu sih kalau gue salting gara-gara kak Erlan. Sangat menyebalkan." Batin Disya kembali mencuri pandang ke arah Erlan.


"Cieeee malu.... Tidak usah malu lagi, Sya. Kan kak Erlan sekarang sudah menjadi.... "

__ADS_1


"Amanda!!! Bisa diam gak sih." Ucap Disya seraya membekap mulut lemes Amanda membuat ucapan Amanda tertahan di tenggorokan.


"Sudah menjadi apa, Man? Kasih tahu dong." Tanya si Adit yang super duper kepo itu.


"Jangan di dengerin omongan si Manda, suka ngawur." Sahut Disya dengan tangan yang masih setia menutup mulut Amanda.


"Ngawur gimana Sya? Memangnya apa yang mau di ucapin sama si Markonah ini?" Adit semakin penasaran.


"Eeemmh... Disyaaaaa.... Lo malah bekap mulut gue sih." Seru Amanda ketika ia berhasil melepaskan tangan Disya dari mulutnya.


"Lo juga kak Adit kepo banget sih jadi cowok. Ah tapi sepertinya lo harus tentang ini deh." Amanda tersenyum ke arah Aditya, senyuman yang penuh dengan arti.


"Awas saja Amanda, kalau lo berani membicarakan perjodohan gue sama Erlan, gue pasti akan memecat lo sebagai sahabat gue." Batin Disya was-was ketika ia melihat senyuman di wajah Amanda.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2