
Kediaman Mahesa.
Erlan terlihat gelisah sembari menggenggam ponselnya, beberapa kali ia mengirimkan pesan kepada calon tunangannya tersebut, namun sampai saat ini tidak ada balasan sama sekali. Bahkan telponnya pun sama sekali tidak di jawab oleh gadis itu, membuat Erlan frustasi sekaligus khawatir.
Erlan mengusap wajahnya kasar, ia kembali mencoba untuk menghubungi nomor gadis itu, namun sayangnya saat ini nomor gadis itu justru tidak aktif sama sekali. Apakah gadis itu sengaja mematikan ponselnya? Atau mungkin memang baterai ponsel gadis itu habis? Ah entahlah hanya gadis itulah yang tahu.
"Sial. Apakah dia sengaja mematikan ponselnya sekarang? Gadis ini benar-benar bikin aku frustasi." Geram Erlan seraya mengusap wajahnya dengan kasar.
"Amanda, dia pasti masih bersama Disya saat ini. Gue harus menghubungi Amanda." Batin Erlan sembari mencari nama kontak Amanda di ponselnya. Setelah ia berhasil menemukan kontak Amanda, Erlan pun segera menghubungi gadis itu.
"Iya, ada apa kak?" Tanya Amanda dari seberang telpon sana setelah ia menjawab panggilan dari Erlan.
__ADS_1
"Lo masih sama Disya?" Tanya Erlan langsung pada intinya.
"Gue udah di rumah kak, kita udah balik daritadi kok. Memangnya ada apa?" Amanda berbalik nanya dengan nada suara yang sedikit kesal karena Erlan menghubungi dirinya hanya untuk menanyakan Disya.
"Tidak ada apa-apa. Yasudah gue tutup dulu telponnya." Ucap Erlan dengan nada suaranya yang datar. Setelah itu Erlan pun langsung memutuskan sambungannya secara sepihak, kemudian ia pun menaruh ponselnya ke dalam saku celananya.
"Gue harus ke rumah Disya sekarang." Batin Erlan seraya melangkahkan kedua kakinya menuju pintu kamarnya. Erlan segera meraih pintu kamar itu, kemudian ia pun melangkah keluar dan berjalan menuruni anak tangga dengan langkah kaki yang terburu-buru.
"Sayang, kamu mau kemana? Kok buru-buru banget sih." Tanya sang mama yang tidak sengaja melihat putranya tersebut.
"Rumah Disya? Loh bukannya nanti malam juga kita akan ke sana, jadi untuk apa kamu kesana sekarang?" Tanya mama Tania seraya mengerutkan keningnya dan menatap wajah putranya itu.
__ADS_1
"Ya, aku ingin memastikan saja mah, Disya sudah pulang apa belum, soalnya barusan Amanda bilang jika Disya sudah pulang ke rumahnya." Sahut Erlan dengan jujur.
"Disya memang sudah pulang kok sayang, barusan mama habis telponan sama tante Mita, dan tante Mita bilang Disya baru pulang main bersama sahabatnya Amanda. Jadi, kamu tidak perlu khawatir dan tidak perlu kesana sekarang, kesana nya nanti malam saja sekalian ok." Ucap sang mama dengan tatapan matanya yang tak lepas dari wajah putranya tersebut.
Erlan seketika menghela nafasnya panjang, ia pun mulai melangkahkan kedua kakinya menuju sofa. "Baiklah kalau begitu, aku tidak akan kesana sekarang." Jawab Erlan seraya menjatuhkan tubuhnya di atas sofa itu.
Mama Tania tersenyum, ia pun kemudian berjalan menghampiri putra semata wayangnya itu. "Nah gitu dong. Lebih baik kamu di sini temani mama mengobrol, rasanya sudah lama kita tidak mengobrol bareng." Ucap mama Tania seraya duduk di samping putranya tersebut.
"Mama mau ngobrol apa?" Tanya Erlan dengan nada suaranya yang lembut.
"Apa saja, mau ngborolin tentang Disya juga boleh, atau hal lainnya juga tidak apa-apa. Soalnya mama bosen nih gak temen ngobrol, papa kamu masih belum pulang dari kantor, si bibi lagi sibuk di dapur." Ucap mama Tania di iringi dengan helaan nafasnya.
__ADS_1
"Baiklah aku temani mama ngobrol sekarang, lagian nanti setelah aku pergi keluar negeri, aku gak bisa lagi ngobrol sama mama." Seru Erlan membuat sang mama tersenyum senang. Setelah itu keduanya pun kini mulai mengobrol dengan tenang sambil menikmati cemilan yang sudah tersedia di atas meja itu.
Bersambung.