
"Yang Mulia.." sapa seorang wanita paruh baya yang tak lain Ibu Suri di ikuti tuan Xio dan Jendral Chun.
Saat Ibu Suri mendengar kabar dari pelayannya yang tak sengaja melihat Kaisar Yun dan Xio Lin berdebat. Ibu Suri langsung menghampiri mereka, dia tidak ingin terjadi apa-apa dengan Xio Lin..
"Maafkan Lin'er, dia tidak tau apa-apa. Dia baru mengenal Yang Mulia.." ucap Ibu Suri menatap Putranya yang berwajah dingin.
"Mohon ampun Yang Mulia, ampuni putri hamba.." ucap tuan Xio menunduk hormat.
"Ini semua kelalaian hamba Yang Mulia, tidak menjaga Adik hamba dengan baik.." timpal Jendral Chun..
Kaisar Yun menatap Xio Lin yang menunduk dengan memegangi lehernya, dia tau apa yang difikirkan gadis di depannya..
"Untuk kali ini aku memaafkan mu, tapi tidak untuk lain kalinya.." ucap Kaisar Yun datar..
Kaisar Yun menerobos di rombongan Xio Lin dan Ibu Suri.
Saat sampai di samping Xio Lin, sedetik Kaisar Yun melirik Xio Lin, dia pun tersenyum..
Bulu mata yang lentik batinnya...
"Maaf Yang Mulia.." lirih Xio Lin..
"Tidak apa-apa kau tidak tau.." ucap Ibu Suri memeluk Xio Lin..
"Baiklah, kami mohon undur diri Yang Mulia.." ucap tuan Xio menunduk hormat di ikuti Jendral Chun dan Xio Lin.
Jendral Chun menggenggam erat tangan Xio Lin, Sementara Kaisar Yun menghentikan langkah kakinya dan menatap mereka..
Rasa yang tidak menyenangkan itu datang lagi menghantui hatinya..
Setelah sampai di kediaman tuan Xio..
Jendral Chun mengantarkan Xio Lin ke kediamannya..
"Istirahatlah, kau pasti lelah.."
Jendral Xio pun mengelus kepala Xio Lin dan berlalu pergi..
__ADS_1
"Aku tidak pernah menyangka, beruang es itu adalah Kaisar.." ucap Xio Lin..
"Beruang es ? maksud nona?"
"Beruang tadi yang kita temua, melihat wajahnya saja sudah ngek.." ucap Xio Lin mengangkat kedua bahunya dan masuk kedalam....
Pelayan Lu langsung sadar, siapa yang dimaksud Xio Lin..
"Astagah nona.." gumam pelayan Lu..
Sementara Xio Lin melepaskan jepit rambunya dan mengganti hanfunya dengan hanfu polos putih setelah itu Xio Lin langsung merebahkan tubuhnya..
"Hooemmmm..." Xio Lin menguap dan menutupi mulutnya dengan kedua tangannya..
"Uh, sudah jam berapa ini.." gumam Xio Lin.
"Nona, nona sudah bangun.." ucap pelayan Lu di samping Xio Lin, yang sedari tadi menunggu nona nya bangun untuk makan malam..
Xio Lin menoleh dan duduk di atas kasurnya..
"Sudah waktunya makan malam nona.."
Pelayan Lu mengambil sebaskom air beserta lapnya untuk membersihkan wajah Xio Lin.
Xio Lin mencelupkan kedua tangannya di baskom itu, kemudian dia membasuh wajahnya setelah itu mengelapnya..
"Baiklah, aku akan makan. Kau temani aku makan.." ucap Xio Lin..
"Tapi nona,,," pelayan Lu merasa tidak enak hati, jika menuruti permintaan junjungannya itu.
"Sudahlah, tidak ada tapi-tapian. Setelah itu temani aku keluar sebentar.." ucap Xio Lin..
30 menit kemudian..
Xio Lin telah selesai makan malam di temani pelayan Lu..
Pelayan Lu yang mendapatkan perhatian hangat oleh nona nya, dia berjanji akan selalu menemani dan setia terhadap nona nya..
__ADS_1
"Ayoo..." ucap Xio Lin menuju keluar kediamannya..
Selama perjalan Xio Lin menatap langit, hatinya merasakan kerinduan di zaman modernnya..
Dia duduk di sebuah gazebo di bawahnya terdapat air danau tempat Xio Lin pertama kali di temukan, dan menyandarkan punggung nya ke salah satu tiang gazebo lalu mencelupkan tangannya ke air danau.
"Lu,, bisakah kau tinggalkan aku sendiri.." ucap Xio Lin tanpa menatap pelayan Lu.
"Tapi nona.."
"Jangan khawatir, tidak akan terjadi apa-apa, lagipula kediaman ini sangat ketat.." ucapnya..
"Baiklah, nona." pelayan Lu menunduk hormat.
Hah, aku merindukan zaman ku. Disini tidak bisa melakukan apapun, aku rindu pada teman ku, rindu pekerjaan ku batin Xio Lin..
Aku ingin bertemu dengan laki-laki aneh itu, ya dia bilang aku harus menjadi Permaisuri dan melahirkan anak. Yang benar saja melihat beruang es tadi sudah bikin aku ngek batin Xio Lin sambil bergidik ngeri...
Sesaat kemudian..
Srakk..
"Siapa ?" teriak Xio Lin menatap sekitar. Xio Lin berdiri dan Munculah seorang laki-laki berpakaian hitam dan menggunakan penutup wajah.."
"Siapa kau ?" tanya Xio Lin menatap tajam laki-laki di depannya.
"Jangan takut, nona. Kebetulan aku hanya ingin jalan-jalan dan melihat nona disini.." jawab laki-laki itu tersenyum di balik penutup wajahnya..
"Huh, siapa yang percaya ? kau maling kan.."
"Tolong.." teriak Xio Lin dengan sigap laki-laki di depannya membungkam mulut Xio Lin menggunakan tangannya..
"Jangan berteriak, aku tidak bermaksud jahat. Kalau aku bermaksud jahat, sudah ku bunuh kau dari tadi nona.."
Xio Lin menggigit telapak tangannya. Dengan sigap laki-laki itu melepaskan tanganya..
"Baiklah, aku percaya dengan mu.." ucap Xio Lin dia kembali duduk, dengan mencelupkan kedua kakinya di air danau..
__ADS_1