Oh, Kaisar Ku

Oh, Kaisar Ku
END


__ADS_3

Keesokan paginya..


Kaisar Yun bangun lebih dulu dan menoleh ke samping ke arah Xio Lin.


"Kau lah penyemangatku Lin'er.." ucap Kaisar Yun mengecup kening Xio Lin.


"Benarkah ?" tanya Xio Lin membuka matanya, terlihat gigi rapinya menyapa Kaisar Yun yang terkejut.


Sedari tadi Xio Lin telah bangun, hanya saja ia malas untuk bangun dan memilih memeluk Kaisar Yun.


"Kau sangat suka menjahili suami tampan mu ini."


Kaisar Yun mencubit hidung Xio Lin.


"Hem, apa hati Yang Mulia kuat ?"


"Ya, karna ada Lin'er ku yang menguatkannya." goda Kaisar Yun tersenyum.


"Yang Mulia."


Cup


Xio Lin mencium bibir Kaisar Yun.


"Selamat pagi, suamiku tersayang." ucap Xio Lin, ia bangun dari ranjangnya.


"Kau tidak ingin bermain-main dengan ku."


"Cepatlah, agar urusan ini selesai.." ucap Xio Lin buru-buru pergi, dengan wajah yang memerah menahan malu.


Setelah selesai ritual membersihkan diri di kediaman masing-masing.


Kaisar Yun dan Xio Lin langsung menuju ke aula istana.


Mereka pun berpapasan saat menuju ke istana, saling melemparkan senyuman dan bergandengan tangan menuju aula istana.


"Yang Mulia dan Permaisuri telah tiba ..."


Teriakan sang Kasim membuat para Menteri menunduk hormat.


Xio Lin dan Kaisar Yun pun menuju singgasanah nya masing-masing.


"Langsung saja, aku akan menetapkan hukuman Selir Mei dan Menteri pajak."


Terlihat para Menteri pun saling menatap dan berbisik-bisik.


Selang beberapa saat datanglah Selir Mei dengan memakai hanfu putih polos, rambut acak-acakan dan Menteri pajak, bahkan keadaan sangat buruk. Melihat banyaknya luka cambukan di tubuh Menteri pajak.


"Aku akan memberikan hukuman meminum racun pada Selir Mei dan untuk Menteri pajak adalah hukuman pacung."


"Yang Mulia,"


"Bawa mereka pergi." ucap Kaisar Yun dengan tegas dan menggandeng tangan Xio Lin.


Selir Mei menatap tajam Xio Lin yang berjalan di samping Kaisar Yun. Secepat kilat ia mengeluarkan pisau di dalam tangannya, bermaksud menikam Xio Lin dari arah belakang yang telah disiapkannya sebelum menuju aula istana. Namun dengan sigapnya Jendral Chun memegang tangan Selir Mei yang memegang sebuah pisau.


Semua orang yang melihatnya sangat terkejut , Jendral Chun langsung memintal pergelangan tangan Selir Mei hingga jatuh ke tanah.

__ADS_1


"Beraninya kau, melakukan pembunuhan pada Permaisuri." teriak Jendral Chun merah padam.


Sementara Kaisar Yun menatap tajam Selir Mei saat mendengarkan jatuhnya pisau ke lantai.


"Jika aku tidak bisa mendapatkan Yang Mulia, maka kau tidak boleh mendapatkan Yang Mulia." teriak Selir Mei.


"Eksekusi dia secepatnya.." ucap Kaisar Yun merangkul pinggang Xio Lin dan berlalu pergi.


Dan pada malam harinya..


Setelah hukuman selesai Xio Lin tetap berjaga di samping Kaisar Yun, menemaninya duduk di gazebo istana, menatap sang langit malam.


"Lin'er, kau akan meninggalkan ku." lirih Kaisar Yun.


"Tidak akan Yang Mulia, hamba akan menemani Yang Mulia." jawan Xio Lin dengan lembut.


"Yang Mulia sudah tau jika hamba bukan berasal dari sini. Maka untuk malam ini hamba ingin berdansa dengan Yang Mulia."


"Berdansa?" tanya Kaisar Yun mengkerutkan keningnya.


Xio Lin menggenggam tangan Kaisar Yun menuju ke tengah-tengah gazebo. Lalu menempatkan tangan kanan Kaisar Yun di pinggang kirinya. Sementara tangan kiri nya di tempatkan di bahu Kaisar Yun. Kemudian Xio Lin menggengam tangan kiri Kaisar Yun.


Dengan pelan-pelan Xio Lin memajukan kakinya dengan langkah maju mundur di ikuti Kaisar Yun.


Walaupun Kaisar Yun kaku, tapi tidak membuat keduanya berhenti malah tertawa.


Setelah sekian menit yang di ajarkan Xio Lin. Akhirnya Kaisar Yun tidak kaku lagi. Bahkan Xio Lin memutar tubuhnya. Dengan posisi Kaisar Yun memeluk Xio Lin dari arah belakang dan tangan kanannya memeluk erat perut Xio Lin.


"Apa ini yang ada di zaman mu ?" tanya Kaisar Yun.


"Benar Yang Mulia.."


Asal sebuah suara yang mengejutkan mereka yang tak lain orang berjas hitam dan memegangi jam pasir.


"Mau apa kau ? jangan coba-coba membawanya pergi." bentak Kaisar Yun.


"Aku datang kesini hanya memberikan sebuah penawaran. Jika Kania senang bisa berada zaman ini, maka aku akan membiarkannya. Tapi jika tidak, aku akan membawanya pulang." ucapnya sambil tersenyum sinis di bawah kaca mata hitamnya.


"Aku bahagia, ijnkan aku untuk disini." timpal Xio Lin menatap orang asing di depannya.


"Apa kau yakin ? disini tidak ada alat canggih seperti zaman mu."


"Aku tidak peduli, aku tidak akan meninggalkan Yang Mulia."


"Hem,," mengelus dagunya.


"Baiklah, tapi jika Kaisar ini menyakitimu. Aku akan membawa mu pulang." ucap nya dengan tegas.


Kaisar Yun yang mendengarkannya, ia sangat senang dan kembali memeluk Xio Lin.


"Aku berjanji, aku akan menjaganya dan membahagiakannya."


"Baiklah aku pegang janji mu."


Seketika gelas jam pasir itu pecah dan jatuh ke tanah. Dalam sekejap orang ber jas hitam itu pun menghilang.


"Lin'er, akhirnya kita bersama dan merawat putra kita." ucap Kaisar Yun, lalu mencium lembut bibir Xio Lin.

__ADS_1


9 bulan kemudian.


Terlihat seorang wanita berdiri di taman istana dengan menggendong bayi laki-laki dan mencium pipi gembul nya.


"Putra ku sangat lucu." ucap wanita itu sambil menyatukan hidungnya dengan hidung bayi laki-laki itu.


"Hem, istriku dan putraku melupakan ku."


Sebuah suara yang membuat wanita itu menoleh dan tersenyum. Seorang Kaisar yang gagah dan perkasa menghampirinya.


"Tidak akan, justru putra kita bahagia bila berdekatan dengan Ayah nya."


"Dan pada akhirnya, keluarga kita utuh.."


Kaisar Yun mencium Xio Lin di sela-sela menggendong putra laki-lakinya itu yang di berikan Putra Mahkota Yun Sang.


Sekian terimakasih..


END🤧


Asslamualaikum,,


Semangat beraktivitas, semoga di paringi lancar rezekinya..


Jika berkenan, baca novel ku yang lainnya ya..


1 Permaisuri Sang Penguasa


2 Permainan **Sang Permaisuri


3 Selir Yang Terbuang


4 Air Mata Sang Selir


5 Permaisuri Jahat !


6 Oh, Kaisar Ku🤗


7 Istri Kontrak Kaisar Kejam


Jangan lupa sedekah jempolnya ya kakak


Assalamualaikum Wr. Wb.


Alhamdulillah ya kak, terima kasih atas dukungan kalian. Tanpa kalian aku mah author rengginang ini bisa apa. Terima kasih banyak, like dan komentarnya. Masih setia mengikuti cerita novel author yang lainnya.


Dan untuk hari ini, author mau promosi, mungkin ada yang minat dengan salah satu novel author, yang jelas beda ya sama aplikasinya. Di sana author sudah buat bonus chapter dan akan berbeda hasilnya di aplikasi ama Penerbitnya.


Ini novel author yang pertama sudah terbit tinggal novel satunya yang semoga saja cepat menyusul. Yang mau beli semoga bertambah rezekinya, yang belum punya uang semoga di lancarkan rezekinya.


"Yuk kak, Dukung author dengan beli karyanya. Cinta ama novel author, harus punya donk😊"




#Yang Mau pesen pakai COD bisa di lihat di Shopee

__ADS_1



__ADS_2