
Kaisar Yun mengusap wajahnya secara kasar, lalu menuju ke tempat pemandiannya dan menenggelamkan dirinya di dalam air yang bertaburan bunga mawar merah..
Sial, kenapa bisa ada bayangan gadis itu batin Kaisar Yun..
Disisi Lain...
Xio Lin dan Jendral Chun sampai di kediaman Tuan Xio pada sore hari..
Terlihat laki-laki paruh baya, dengan wajah khawatir berdiri mondar mandir di depan pintu dan di belakangnya ada pelayan Lunserta pelayan lainnya..
"Ayah.."
Tuan Xio menoleh, dan menghampiri Xio Lin yang di bantu turun oleh Jendral Chun..
"Kalian kenapa pulang sampai sore, Ayah mengkhawatirkan mu Lin'er." ucap tuan Xio memeluk Xio Lin..
"Aku tidak apa-apa Ayah.."
"Baiklah kalian bersihkan tubuh kalian dan besok Ayah akan membawa Xio Lin menemui Ibu Suri, dia ingin bertemu dengan mu.."
glek...
Xio Lin menelan ludahnya susah payah, yang dipikirkan nya adalah wajah galak seperti di tv..
Tuan Xio terkekeh, melihat wajah Xio Lin yang cemas..
"Jangan khawatir, Ibu Suri tidak akan memakan mu.." ucapnya.
Xio Lin mengangguk, kemudian dia dibawa oleh pelayan Lu kekediamannya.
"Ayah, apa Ayah yakin akan mempertemukan mereka ?" tanya Jendral Chun..
"Ayah juga khawatir Chun'er, tapi Ibu Suri sudah memaksa Ayah, dan Ibu Suri memberi waktu agar Xio Lin mengenal Yang Mulia. Dia sudah berjanji tidak akan memaksa Ayah jika Xio Lin tidak mau menikahi Yang Mulia..." ucapnya dengan nada lesu..
Dia mengingat pertemuan dirinya dengan Ibu Suri..
"Tapi aku tidak akan tinggal diam, jika Selir Mei berniat mencelakai Xio Lin.." ucap Jendral Chun sambil mengepalkan tangannya..
Tuan Xio dan Jendral Chun sudah tau kebusukan Selir Mei, saat mereka di mintai bantuan oleh Ibu Suri menyelidiki keluarga Putri Xi Li, setelah menemukan buktinya. Selir Mei selangkah ke depan daripada mereka. Sehingga bukti itu hilang..
__ADS_1
Ke esokan paginya...
Xio Lin di bantu oleh pelayan Lu merias diri..
"Kakak Lu, biarkan rambut ku di urai saja. Aku tidak ingin di ikat.." ucapnya..
"Baik nona.." pelayan Lu menempelkan hiasan jepit rambut.
Setelah selesai, terlihat di cermin seorang gadis yang cantik memakai hanfu warna ungu dengan tampilan sederhananya..
"Ayoo.."
Sampailah mereka di luar kediaman, terlihat tuan Xio dan Jendral Chun yang menanti kehadiran mereka..
Jendral Chun menatap Xio Lin tanpa berkedip..
"Lin'er ayo.."
Xio Lin masuk kedalam keretanya bersama tuan Xio..
Sementara Jendral Chun langsung tersadar..
Selang beberapa saat mereka sampai di halaman istana, Xio Lin turun di bantu oleh tuan Xio.
Para pelayan dan prajurit menatap Xio Lin tanpa berkedip, mereka tidak menyangka ada yang lebih cantik dari Selir Mei, setelah Selir Mei terkenal kecantikannya di Kekaisaran Yun.
Sampailah mereka di sebuah kediaman, merekapun masuk.
Terlihat seorang wanita paruh baya, yang sedang meminum tehnya dan menoleh ke arah mereka..
Wanita itu berdiri dan menghampiri Xio Lin.
Dia menatap Xio Lin secara detail..
Cantik, jika di lihat dari wajahnya dia gadis pemberani, tidak salah jika Kekaisaran ini akan dipimpin oleh seorang gadis yang tegas dan pemberani..
"Kau putri dari tuan Xio.." ucapnya.
"Be,, be..." Xio Lin terbata-bata entah apa yang dipikirkannya melihat tatapan wanita paruh baya di depannya..
__ADS_1
"Jangan takut aku tidak akan memakan mu.." ucapnya sambil terkekeh..
"Baiklah, ayo.." Wanita itupun menggandeng tangan Xio Lin dan duduk di sampingnya di ikuti tuan Xio dan Jendral Chun.
Xio Lin masih setianya menatap sekeliling kediaman itu, sementara Ibu Suri yang melihatnya hanya tersenyum.
"Pantas saja kau penasaran, tuan Xio telah menceritakan semuanya. Bahwa gadis secantik dirimu bukan berasal dari Kekaisaran Yun. Daripada penasaran kau bisa berkeliling.."
"Chi, temani nona dan bawa dia berkeliling istana.." perintahnya..
Xio Lin mengangguk, dengan antusiasnnya Xio Lin berdiri dan menunduk hormat di ikuti pelayan Chi dan pelayan Lu.
Ibu Suri terkekeh dan menggeleng-gelengkan kepalanya..
Setelah kepergian Xio Lin, Ibu Suri menatap Jendral Chun dan Tuan Xio..
"Tenanglah, aku tidak akan memaksanya.."
Tapi aku yakin putraku akan jatuh cinta padanya batin Ibu Suri..
Xio Lin menatap sekeliling istana, setiap berpapasan dengan pelayan Xio Lin akan mengeluarkan senyuman ramahnya..
Tanpa disadari mereka berpapasan dengan rombongan Kaisar Yun.
Xio Lin langsung menatap tajam Kaisar Yun yang menatapnya..
"Kau kenapa ada disini ?" tanya Xio Lin menunjuk Kaisar Yun.
Sementara para pelayan sontak kaget melihat keberanian Xio Lin, pelayan Lu langsung menggigil setelah melihat jubah yang bersulaman naga, Dia mengingat pertemuan mereka tanpa sengaja bertemu dengan Kaisar Yun.
Gadis ini lagi batin Kaisar Yun, entah kenapa hatinya merasa senang dan jantungnya mulai tak beraturan lagi.
"Hem, kenapa kau ada disini ?" tanya Kaisar Yun dengan nada dingin dan tegas..
"Suka, suka ku.." ucap Xio Lin dengan entengnya..
"Kau..." Kaisar Yun menatap tajam Xio Lin yang memicingkan bibirnya..
"Nona cepat beri hormat, dia adalah Yang Mulia.." ucap pelayan Lu menyenggol Xio Lin..
__ADS_1
"Apa ??" ucap Xio Lin tersentak kaget..
Dia langsung mengingat acara tv, dimana jika tidak hormat pada seorang Kaisar akan dihukum mati.