
Sampailah Xio Lin di halaman istana. Dia ingin menangis dan berteriak, tapi tidak bisa dia lakukan sangat nya untuk berteriak saja mulutnya terasa membeku. Dia ingin menangis, tapi dia tidak ingin menangisi laki-laki yang salah..
"Pembohong.." ucap Xio Lin dan mengepalkan tangannya..
Sementara dari kejauhan Selir Mei yang melihat Xio Lin diapun melangkah kan kakinya menuju ke arah Xio Lin..
"Selir Xio Lin.."
Xio Lin melirik wanita yang di samping nya dengan tersenyum sinis..
"Apa Selir Lin datang kesini sendirian ?" tanya Selir Mei..
"Untuk apa kau menanyakan itu ?" tanya balik Xio Lin menatap datar Selir Mei..
Selir Mei tersenyum sinis.
"Aku kira Selir Lin telah di buang oleh Yang Mulia." ucap Seli Mei..
Xio Lin yang mendengarkannya, dia sangat geram. Mulai tadi malam dia menahan amarah nya dan tak bisa melampiaskannya..
plak...
Tangannya mulai tadi yang sudah gatal. Akhirnya dia melampiaskannya..
Seli Mei memegang pipinya yang sakit. Bahkan bibirnya keluar darah segar..
"Lancang, berani sekali Selir rendahan seperti mu. Menampar Selir Agung.." ucap pelayan Chi, pelayan yang sangat setia pada Selir Mei..
Sedangkan Kaisar Yun menghentikan langkah kakinya. Melihat Xio Lin menampar Selir Agungnya..
__ADS_1
Kaisar Yun yang tersadar, dia berlari menghampiri kedua istrinya..
Selir Mei yang melihat kedatangan Kaisar Yun, dia pun berpura-pura menangis..
"Adik aku tau kau membenciku. Jadi apa salah ku.." ucap Selir Mei mengeluarkan air mata palsunya itu..
"Selir Xio Lin apa yang kau lakukan ?" tanya Kaisar Yun menatap Xio Lin begitu lekat. Mulai tadi dia merasa penasaran akan perubahan Selirnya itu..
Selir Mei langsung memeluk Kaisar Yun.
"Maaf Yang Mulia, jangan memarahi Adik. Hamba lah yang pantas di salahkan.." ucap Selir Mei..
"Yang Mulia, mohon berikan keadilan untuk junjungan hamba. Selir Xio Lin pantas di hukum.." ucap pelayan Chi yang menjatuhkan dirinya di tanah..
"Maafkan hamba Yang Mulia. Tidak melindungi Selir Agung dengan benar. Hamba pantas di hukum.." ucapnya lagi sambil menangis..
"Cukup kau tidak perlu bersujud di hadapannya, Lu. Dia memang pantas mendapatkannya.." ucap Xio Lin menatap tajam Kaisar Yun dan Selir Mei..
"Selir Xio Lin bisa kau menjelaskan semua ini.." ucap Kaisar Yun, namun kata-katanya masih ada kelembutan. Dia yakin pasti ada yang terjadi sesuatu.
"Mohon Yang Mulia tidak menyalahkan Adik.." timpal Selir Mei. Namun Selir Mei yang memeluk Kaisar Yun, dia masih tersenyum licik.
Aku pastikan kali ini kau akan di hukum..
"Pasangan yang pantas. Yang hanya bisa memanfaatkan orang lain." ucap Xio Lin tersenyum sinis..
"Lin'er.." lirih Kaisar Yun. Menatap tajam Xio Lin. Sungguh dia tidak mengerti dan khawatir akan hubungannya saat ini.
"Baik, Selir Agung tadi berkata aku akan di buang oleh mu Yang Mulia setelah aku melahirkan Anak untuk mu. Hati mana yang tidak sakit ketika mendengarkan ucapan itu. Hamba merelakan hati hamba, tapi..." Xio Lin menghentikan kata-katanya.
__ADS_1
"Yang Mulia bisa menghukum hamba.." ucap Xio Lin berlalu pergi tanpa memberikan penghormatan.
Kaisar Yun membeku dan melepaskan pelukan Selir Mei.
Sementara Selir Mei menggigil ketakutan, dia tidak menyangka Xio Lin tau masalah itu. Bahkan Kaisar Yun mengancamnya jika berbicara akan hal itu pada Xio Lin.
"Apa benar yang dia katakan ?" tanya Kaisar Yun yang penuh penekanan.
"Yang Mulia, hamba tidak berani. Hamba tidak mengatakannya.." jawab Selir Mei memandang Kaisar Yun dengan tatapan mengiba.
"Lalu kenapa dia tau ?" bentak Kaisar Yun.
"Hamba tidak tau Yang Mulia.."
Plakkk...
"Aku sudah bilang, jangan pernah memberi taunya. Kau memisahkan aku dengan orang yang aku cintai. Maksud mu seperti itu bukan. Awalnya aku memikirkan perasaan mu dan aku masih mengijinkan dirimu merawat putra ku atau putri ku kelak. Tapi kau sungguh mengecewakan ku Selir.." ucap Kaisar Yun.
"Yang Mulia hamba adalah cinta pertama Yang Mulia. Susah dan senang kita lalui.." ucap Selir Mei menangis tersedu-sedu.
"Kau benar, tapi hatiku sudah berpindah.." ucap Kaisar Yun yang membuat Selir Mei memegang dadanya yang terasa sesak..
"Mulai saat ini, Gelar Selir Agung akan terlepas dari dirimu.."
"Pengawal, bawa Selir Mei ke istana bagian barat dan jangan biarkan dia keluar selama tiga bulan.." ucap Kaisar Yun berlalu pergi menuju kediaman Xio Lin.
"Yang Mulia.." teriak Selir Mei..
"Lepaskan aku.." teriak Selir Mei yang meronta-ronta ketika kedua lengannya di pegang oleh kedua pengawal Kaisar Yun.
__ADS_1