Oh, Kaisar Ku

Oh, Kaisar Ku
perubahan


__ADS_3

Sepanjang malam Xio Lin menangis..


Hatinya sangat sakit, perih bercampur kecewa. Dalam pikirannya, kenapa harus di takdirkan seperti ini ? mencintai di zaman kuno yang salah, bahkan dia berharap di zaman ini akan mendapatkan kebahagiaan dengan orang yang di cintainya, tapi ternyata salah.


Xio Lin yang merenungkan itu semua, dia memejamkan matanya dan menatap tajam ke depan. Dia pun tersenyum sinis dan mengepalkan tangannya..


Xio Lin berdiri dan menghapus air mata di pipinya.


"Aku adalah Kania, aku wanita kuat dan tidak mudah di tindas. Kalian akan membayar apa yang kalian lakukan.." ucap Kania tersenyum licik..


Dia pun merebahkan tubuhnya.


Ke esokan paginya..


Xio Lin bangun lebih pagi, dia pun mengingat kejadian tadi malam dan tersenyum sinis. Meratapi nasibnya, yang harus jatuh cinta pada orang zaman kuno bahkan di permainkan seperti catur..


Xio Lin menoleh ke pelayan Lu di balik kelambu tempat tidurnya..


"Lu siapkan air hangat dan arak.." ucap Xio Lin dan meregangkan kedua tangannya..


"Permulaan pertempuran hati.." ucap Xio Lin beranjak turun dari ranjangnya dan menuju ke tempat pemandian..


Sampai di tempat pemandian.


Xio Lin melepaskan hanfunya dan mengambil secangkir arak lalu meminumnya.


Xio Lin tertawa sambil meminum arak itu menuju ke kolam pemandiannya yang di penuhi asap air hangat.


Xio Lin merendam tubuhnya selama 15 menit lalu keluar dari kolam itu.


Para pelayan pun memakaikan hanfu putih polos. Setelah selesai Xio Lin menuju ke meja riasnya..


Pelayan Lu memakaikan hanfu berwarna biru dan merias Xio Lin..


"Lu, siapkan aku seorang pelayan yang setia.."

__ADS_1


"Baik Yang Mulia.." ucap pelayan Lu..


Xio Lin pun langsung menuju ke meja yang di penuhi hidangan. Namun dia merasa heran melihat kedua pelayan yang tampak asing baginya..


"Hormat hamba, Yang Mulia." ucap kedua pelayan.


"Siapa kalian ?" tanya Xio Lin dengan tegas..


"Hamba adalah pelayan yang di tugaskan oleh Yang Mulia untuk mencicipi hidangan sebelum di sajikan untuk Yang Mulia.." jawab salah satu pelayan.


"Ooo,"


Tanpa basa basi Xio Lin duduk dan menyantap semua hidangan di depannya tanpa menyisakan nya sedikit pun.


Sementara Pelayan Lu merasa keheranan melihat junjungannya makan begitu lahap..


Para pelayan pun saling melirik satu sama lainnya..


"Kenyang nyaaa.." ucap Xio Lin dan memegang perutnya..


Perlahan lahan Xio Lin menghirup udara segar itu dan memejamkan matanya. Xio Lin menikmati angin yang menembus lehernya.


"Lin'er.."


Xio Lin langsung membuka matanya, dadanya naik turun menahan amarah.


"Lin'er aku sangat merindukan mu.." ucap Kaisar Yun dan memeluk Xio Lin dari arah belakang..


Kaisar Yun mencium leher Xio Lin, memberikan tanda kepemilikan.


Xio Lin yang mendapatkan perlakuan itu, dia merasa jijik terhadap Kaisar Yun. Seketika kejadian itu berputar kembali di otaknya..


Dengan kasar nya Xio Lin melepaskan pelukan Kaisar Yun dan menghindarinya tubuh Kaisar Yun..


"Untuk apa Yang Mulia datang kesini ?" tanya Xio Lin menatap datar Kaisar Yun.

__ADS_1


Kaisar Yun memandang Xio Lin begitu lekat, dia menemukan Xio Lin yang begitu dingin padanya saat pertemuan pertamanya..


"Maaf Yang Mulia. Hamba lelah.." ucap Xio Lin berlalu pergi..


Dengan sigap Kaisar Yun memegang lengan Xio Lin.


"Ada apa dengan mu ?" tanya Kaisar Yun keheranan akan perubahan Xio Lin.


"Aku hanya tidak bisa melupakan cinta ku." ucap Xio Lin menghempaskan tangan Kaisar Yun..


Sedangkan Kaisar Yun hanya diam membeku mendengarkan perkataan Xio Lin.


"Apa maksudnya ? apa Xio Lin ?"


Kaisar Yun yang sangat khawatir bercampur ketakutan akan hatinya. Dia mengejar Xio Lin.


"Lin'er.." teriak Kaisar Yun..


Xio Lin menghentikan lagi langkah kakinya dan membalikkan badannya..


"Ada apa Yang Mulia."


"Lin'er ada apa dengan mu ?" tanya Kaisar Yun.


"Apa Yang Mulia mencintai hamba ?" tanya Xio Lin membuat Kaisar Yun bertambah keheranan..


"Tentu, tentu aku sangat mencintai mu.."


"Pembohong, mulai saat ini. Anggap saja hubungan kita seperti sebelumnya." ucap Xio Lin yang hendak pergi. Namun Kaisar Yun memegang lengannya..


"Lin'er aku minta maaf, sebenarnya ada apa dengan mu ?"


"Untuk saat ink hamba tidak ingin di ganggu oleh Yang Mulia." ucap Xio Lin berlalu pergi.


Kaisar Yun langsung diam membeku, baru kemarin dia merasakan kebahagian. Namun kebahagian itu dalam sekejap runtuh. Layaknya seperti debu yang akan di bawa angin..

__ADS_1


__ADS_2