Oh, Kaisar Ku

Oh, Kaisar Ku
mengambil selir


__ADS_3

"Kenapa, kenapa kau tak jujur pada ku ?" lirih Kaisar Yun, pipinya mulai basah karna air mata sudah membasahinya..


"Hal itu akan membuat Yang Mulia khawatir." jawab Xio Lin lembut dan melepaskan pelukannya..


Xio Lin yang melihat Kaisar Yun menangis, ia pun menghapus air mata Kaisar Yun dengan kedua tangannya..


"Aku tidak akan meninggalkan mu.." ucap Xio Lin meyakinkan Kaisar Yun, ia sungguh di buat bingung akan kedatangan Kaisar Yun yang tiba-tiba menangis.


"Kenapa ? kenapa kau tidak jujur ?" tanya Kaisar Yun.


"Hamba takut akan membuat Yang Mulia khawatir.."


Xio Lin mengeluarkan senyumannya dan membantu Kaisar Yun duduk di kursinya yang ia duduki tadi..


"Jangan, jangan tinggalkan aku. Aku mohon." lirih Kaisar Yun memeluk erat pinggang Xio Lin yang berdiri di depannya..


"Aku, aku tadi bertemu dengan Pendeta Tun, dia,, dia berubah menjadi orang aneh. Ya, tidak seperti orang disini.." ucap Kaisar Yun menatap Xio Lin..


Orang aneh, apa jangan-jangan..


"Apa di memakai jas, emm maksudnya dia membawa sebuah botol di dalamnya ada pasir ?" tanya Xio Lin, ia sudah menerka-nerka. Selain Ayahnya dan Jendral Chun serta Ibu Suri tidak ada tang tau kecuali orang yang menyeretnya ke zaman ini..


"Be, benar.. Dia bilang setelah kau melahirkan, akan membawa mu pergi. Lin'er aku mohon jangan pergi. Aku tidak tau hidupku tanpa mu. Aku mohon, Baik aku tidak membutuhkan Anak, biar Anak dari Adikku saja yang meneruskannya. Aku tidak ingin menukarkannya dengan mu. Hidup dengan mu sudah cukup bagiku."


Kaisar Yun menangis terisak-isak di perut Xio Lin..


"Dengar gugurkan Anak ini, aku akan berusaha mencari wanita lain.."


Kaisar Yun menatap Xio Lin begitu lekat.


"Yang Mulia, ini adalah darah dagingmu. Apa kau tega ? dia tidak punya salah.." ucap Xio Lin dengan nada meninggi.


"Lalu aku harus bagaimana ?"

__ADS_1


"Kita akan membicarakannya nanti Yang Mulia."


"Tidak ! bagaimana pun caranya, kau harus menggugurkan kandungan mu." bentak Kaisar Yun.


"Aku tidak ingin mendengarkan penolakan." sambungnya lagi dan berlalu pergi.


Xio Lin hanya menatap punggung Kaisar Yun, dengan tatapan nanar.


"Apa yang dipikirkannya ? apa dia sudah gila.." Xio Lin lemas ia terduduk di kursinya. Sungguh ia tidak tau harus memilih siapa di antara kedua malaikatnya. Yang satu adalah Anaknya, dan yang satunya lagi adalah Ayahnya..


"Aku tidak bisa, bayi ini tidak bersalah.."


Sedangkan Kaisar Yun di kediamannya,


Ia seperti orang gila. Menghamburkan semua vas bunga dan segala yang ada di kediamannya itu.


"Aku tidak percaya ini, aku tidak akan membiarkan Xio Lin meninggalkan ku.." teriak Kaisar Yun yang frustasi dan mengacak-acak rambutnya..


"Yang Mulia.."


"Yun'er.."


Ibu Suri memeluk Kaisar Yun.


"Ibunda aku tidak ingin Lin'er ku pergi.."


"Nak, mungkin ini adalah takdir."


"Tidak Ibunda ini salah, Aku tidak akan membiarkan Xio Lin pergi.."


"Aku akan mengangkat Selir lagi, jika memang Kekaisaran ini membutuhkan keturunan ku atau Adikku saja yang menggantikan ku." ucap Kaisar Yun yang membuat Ibu Suri seketika melepaskan pelukannya.


"Yang Mulia, apa yang kau pikirkan ? sama saja kau menyakiti Permaisuri, lagi pula Adikmu tidak akan mau."

__ADS_1


"Lalu, bagaimana dengan ku ? apa Ibunda dan Permaisuri tidak memikirkan perasaan ku ?"


"Yang Mulia.." bentak Ibu Suri menatap tajam.


"Aku tidak peduli, aku akan mengangkat Selir lagi.." ucap Kaisar Yun berlalu pergi menuju aula..


Sampailah di aula..


Para Menteri bingung, karna ada rapat dadakan. Setau mereka rapat telah usai, apalagi tentang membahas perekonomian istana yang kembali stabil setelah menghukum Menteri pajak..


"Yang Mulia telah tiba ..."


Para Menteri menunduk hormat, saat Kaisar Yun berjalan di depan mereka..


Kaisar Yun duduk di singgasanahnya dengan mengeluarkan aura dingin.


"Aku ingin mengangkat Selir baru.."


Seketika para Menteri saling pandang, mereka begitu keheranan. Setaunnya Kaisar Yun setelah mengangkat Permaisuri tidak akan menerima lagi Selir.


"Ampun Yang Mulia, apa Yang Mulia bersungguh-sungguh ?" tanya salah satu Menteri.


Brak...


"Apa kalian meragukan keputusan ku ?"


Hening, seketika aula istana mencekam.


"Ampun Yang Mulia, kami tidak meragukan keputusan Yang Mulia. Menurut hamba, keputusan Yang Mulia sangat bijak untuk mengambil Selir lagi." ucap salah satu Menteri lainnya..


"Menteri Militer, bukankah kau memiliki seorang putri?" tanya Kaisar Yun.


"Be-benar Yang Mulia.." jawab Menteri Militer.

__ADS_1


"Aku memilih putri mu menjadi Selir ku. Dua hari lagi utusan istana akan menjemput putrimu.." ucap Kaisar Yun beranjak berdiri dan meninggalkan aula istana.


__ADS_2