
Ke esokan paginya
Kelopak indah, mulai menggerakkan. Xio Lin mulai membuka matanya. Hanya jelas kekaburan. Dia pun mengucek matanya.
"Sudah bangun.." ucap Kaisar Yun tersenyum lembut.
Xio Lin menoleh dia pun membulatkan matanya melihat dada bidang Kaisar Yun yang hanya tersenyum menatapnya..
Kemudian dia melihat tubuhnya..
glekk..
Xio Lin langsung masuk kedalam selimut, semua kejadian tadi malam terekam jelas di otaknya. Dia sungguh malu melakukan hal itu pada Kaisar Yun.
"Lin'er ku malu.." ucap Kaisar Yun dengan nada menggoda.
"Diamlah, cepatlah pergi.." ucap Xio Lin yang masih di dalam selimutnya..
Kaisar Yun terkekeh, lantas dia masuk kedalam selimut. Berniat menjahili Xio Lin.
"Aaa, kenapa kau masuk ?" teriak Xio Lin di dalam selimut. Xio Lin bermaksud membuka selimutnya namun Kaisar Yun dengan sigap menutupi kembali..
"Kau harus bertanggung jawab.." ucap Kaisar Yun dengan nada tegas dan dingin. Seketika dia membuka selimutnya dan menatap Xio Lin yang menunduk.
"Hey, jangan mengada-ngada, aku yang di perkosa. Kenapa aku harus yang bertanggung jawab.." jawab Xio Lin dengan nada kesalnya, dia mengerucutkan bibirnya..
"Bukankah, kau yang memulainya.." ucap Kaisar Yun, dalam hatinya dia berteriak kegirangan mendapatkan apa yang selama ini dia harapkan bersama istrinya..
"Kau, dasar bermuka tebal. Apa kau tidak malu, hah !" bentak Xio Lin.
__ADS_1
"Sudahlah, kau urus saja Selir kesayangan mu itu, dan jangan meminta tanggung jawab padaku. Lagi pula aku seorang wanita.." ucap Xio Lin memutar bola matanya, jengah.
Kaisar Yun terkekeh..
"Apa kau bermaksud meminta tanggung jawab padaku.." ucap Kaisar Yun, menatap Xio Lin yang berwajah masam..
"Kau,, dasar.." ucap Xio Lin, dia pun mengambil bantal dan melemparkan ke wajah Kaisar Yun..
"Pelayan.." teriak Xio Lin..
Para pelayan pun masuk kediaman Xio Lin dengan menunduk hormat.
"Kalian siapkan aku air !" perintah Xio Lin dengan datar.
"Dan kau pergilah.." usir Xio Lin menatap ke arah Kaisar Yun.
Saat bermaksud ingin turun, Xio Lin merasakan di daerahnya kesakitan.
"Kau tidak apa-apa ?" tanya Kaisar Yun dengan nada khawatir..
"Huh, sudah aku bilang. Jangan mengusirku, alhasil kau tak bisa turun dari kasur mu."
"Jika bukan karna kau terlalu ganas, seperti singa yang kelaparan. Menerkam ku tanpa berhenti.." ucap Xio Lin..
Kaisar Yun mengambil hanfu tidurnya yang berserakah di lantai. Lalu memakai nya dan menggendong Xio Lin dengan lilitan selimut di tubuhnya..
"Hey, mau apa kau ? turunkan aku.." ucap Xio Lin sambil memberontak seperti ulat, menggerakkan tubuhnya, dia tidak bisa menggerakkan tangannya karna tertutupi selimut.
"Mau memakan mu.." ucap Kaisar Yun terkekeh.
__ADS_1
Sampai di kolam pemandian yang bertaburan bunga mawar dan di tutupi kelambu..
"Cepat lah pergi.." ucap Xio Lin menundukkan kepalanya karna malu..
"Apa Lin'er tidak bermaksud mengundang ku ?" ucap Kaisar Yun terkekeh, lalu memajukan wajahnya hingga tatapan mereka bertemu..
"Huh, semenjak kapan aku memiliki suami berwajah tebal seperti mu.." ucap Xio Lin, dia pun mengangkat selimutnya, memberi celah pada kakinya untuk jalan. Setelah itu Xio Lin menurunkan selimutnya dan mencelupkan badannya ke air kolam.
Kaisar Yun hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya. Menatap Xio Lin di balik kelambu pemandiannya..
"Baiklah, jika butuh sesuatu datanglah padaku.."
Kaisar Yun hendak pergi, Namun Xio Lin menghentikannya.
"Yang Mulia, bolehkah hamba keluar istana.." ucapnya sambil mengguyur tangannya dengan air mawar.
"Kau mau kemana ?" tanya Kaisar Yun.
"Ke pantai, hamba ingin menikmati terbenamnya matahari.." ucap Xio Lin.
"Apa kau tidak merasakan sakit dan lelah ?" tanya Kaisar Yun mengelus dagunya menatap Xio Lin. Dia pun menghampiri Xio Lin..
"Kau,, astagah ! kenapa kau kesini. Sudahlah yang penting aku ingin ke pantai dan iya, jangan mengikuti ku. Aku hanya ingin menikmatinya sendiri.." seru Xio Lin.
"Tidak boleh, aku akan ikut dengan mu.."
"Ckckck, jika kau ikut, bagaiman jika Selir mu juga ikut ? Aku tidak ingin di ganggu ketika menenangkan diri.." ucap Xio Lin.
"Sudahlah, Lin'er ku tenang saja. Aku akan mengatur semuanya.." ucap Kaisar Yun kemudian dia mengecup pucuk kepala Xio Lin dan berlalu pergi..
__ADS_1
Xio Lin hanya menghembuskan nafas kasarnya, dia pun melanjutkan aktivitas mandinya itu.