Oh, Kaisar Ku

Oh, Kaisar Ku
tidak mencintai


__ADS_3

Di ruangan kerja Kaisar Yun..


"Hormat hamba, Yang Mulia. Di luar ada putri Xio Lin ingin bertemu dengan Yang Mulia.." ucap sang Kasim.


"Bawa dia masuk." ucap Kaisar Yun datar.


"Hormat hamba, Yang Mulia.." ucap Xio Lin menunduk hormat.


Namun Kaisar Yun hanya diam tak berkutik, dia hanya fokus pada kertas di depannya itu..


Dasar Beruang es,, Beruang kutub batin Xio Lin yang geram karna di abaikan sedari tadi....


"Kau menatapku sambil mengumpat.." ucap Kaisar Yun tanpa melihat Xio Lin yang menatapnya, dia masih fokus pada kertas di depannya itu...


"Mana berani hamba Yang Mulia.." cicit Xio Lin dan mengeluarkan senyum palsunya..


Kaisar Yun sejenak tertegun melihat gadis cantik dk depannya itu. Sementara Xio Lin hanya mengernyitkan dahinya menatap Kaisar Yun..


Ada apa dengannya ? apa dia akan menghukum ku batin Xio Lin..


Dia menggaruk lehernya yang tidak gatal.


"Yang Mulia.." ucap Xio Lin lembut.


Kaisar Yun tersadar, dia langsung mengubah ekspresi datarnya..


"Hem, ada apa kau datang kesini ?" tanya Kaisar Yun..


"Hamba hanya ingin membahas masalah pernikahan.." jawab Xio Lin..


Kaisar Yun berfikir, bahwa Xio Lin tidak sabar ingin bersamanya. Hatinya pun berbunga-bunga.


Xio Lin keheranan melihat Kaisar Yun tersenyum sendiri..


"Anu Yang Mulia, hamba ingin membatalkan pernikahan ini.." ucap Xio Lin..


Kaisar Yun yang mendengarkannya, bagaikan tertimpa batu dan disambar petir. Seketika wajahnya berubah menjadi dingin. Suasana ruangan yang tadi tidak dingin, kini seperti kutub utara yang mampu membekukan siapa pun..


"Apa kau bilang ?" tanya Kaisar Yun mempertajam ucapannya..


"Hamba hanya ingin membatalkan pernikahan ini Yang Mulia. Lagi pula masih banyak putri yang ingin menikah dengan Yang Mulia.." jawab Xio Lin sambil tersenyum, sementara bulu kuduknya sudah berdiri..

__ADS_1


"Apa kau tidak menyukai ku ?"


"Tidak Yang Mulia.." jawab Xio Lin Yu, dia langsung membungkam mulutnya itu..


Brakk...


Seketika meja itu terbelah menjadi dua, Kaisar Yun mengepalkan tangannya..


"Maaf, Yang Mulia. Hamba tidak bermaksud.."


"Mau tidak mau kau harus menikah dengan ku, jika kau menolak aku anggap ini adalah pemberontakan.." ucap Kaisar Yun langsung pergi meninggalkan Xio Lin yang tertegun.


Xio Lin keluar dengan tubuh lemas, bahkan menginjakkan kakinya di tanah. Terasa tidak memiliki tenaga..


"Putri Xio Lin.." sapa seorang wanita yang berjalan ke arahnya, yang tak lain adalah Selir Mei..


Xio Lin menoleh, dia menunduk hormat..


Selir Mei tersenyum sinis. "Bagaiman apa putri sangat senang menjadi Selir Yang Mulia.." ucapnya lembut.


"Senang Yang Mulia.."


Deg,


Seketika hati Xio Lin merasakan sakit..


Memangnya aku apa ? aku manusia bukan hewan batinnya...


"Tenang saja Yang Mulia, hamba tidak tertarik. Apa yang mulia pernah mendengarkan jika seorang pelayan akan menajadi dewi.." balas Xio Lin, dia pun tersenyum sinis menetap Selir Mei dan menunduk hormat berlalu pergi..


"Sialan ! beraninya dia berkata seperti itu. Heh, jangan senang dulu. Setelah kau melahirkan penerus kerajaan ini. Kau akan di buang oleh Yang Mulia dan aku lah yang menjadi dewinya.." ucap Selir Mei menatap tajam punggung Xio Lin yang mulai menjauh..


Sesampai di kediaman Ibu Suri..


"Lin'er ada apa ?" tanya Jendral Chun melihat Xio Lin dari arah pintu dengan wajah muram..


"Tidak apa-apa Kakak, ayo kita pulang aku hanya ingin istirahat.." ucap Xio Lin tersenyum.


Sementara Jendral Chun menatap curiga dengan wajah Xio Lin yang tidak seperti biasanya..


Pada malam harinya..

__ADS_1


Xio Lin hanya duduk termenung di atas batu di halaman belakang, dia tidak mungkin menikahi laki-laki yang tidak di cintainya itu..


"Kau memikirkan apa ?" tanya Seorang laki-laki berjas hitam..


"Kau !!!"


Xio Lin menatapnya tajam..


"Jalankan saja tugas mu dan berikan Kekaisaran ini penerus. Dan setelah itu kau bisa pulang. Tapi ingat kau adalah reinkarnasi dari putri Xi Lie yang di hukum mati bukan kesalahnnya.." ucap laki-laki itu, dalam sekejap mata dia menghilang bagaikan di telan bumi..


"Gila, ini sungguh gila.." gumam Xio Lin mengacak rambutnya dengan frustasi.


"Nona," ucap laki-laki berhanfu hitam..


Xio Lin memejamkan matanya.


"Kau lagi, aku sudah bilang jangan mengada ngada hal gila.." bentak Xio Lin.


Sementara Kaisar Yun mengernyitkan dahinya.


Apa maksudnya ??


"Nona kau kenapa ?" tanya Kaisar Yun menghampiri Xio Lin..


Xio Lin yang langsung tersadar dia menoleh.


"Kau, aku kira dia." ucap Xio Lin dengan tampang lesu..


"Dia ?? dia siapa?" tanya Kaisar Yun penasaran.


"Ah, bukan apa-apa.." ucap Xio Lin memalingkan wajahnya, dia tidak mungkin menceritakan nya. Pasti dia akan dianggap gila..


"Hem, aku kesini mendengar kabar. Kau akan menikahi Yang Mulia, tapi kenapa wajahnya tidak senang. Bukan kah setiap wanita mendambakan menikah dengan Yang Mulia.." tuturnya..


"Aku ingin menikah dengan laki-laki yang ku cintai. Aku malas berdebat dengan wanitanya.." ucap Xio Lin menatap sang bulan.


"Berdebat ? berdebat apa ?" tanya keheranan.


"Tadi di istana aku bertemu dengan Selir Mei, aku merasa dia membenciku. Wanita mana yang ingin berbagi hati.." Xio Lin terkekeh.


"Bahkan aku pun begitu, aku tidak ingin berbagi hati. Kau tau Yang Mulia sangat mencintai Selirnya itu. Bahkan aku juga mendengar rumor, jika Yang Mulia tidak mengangkat Selir lagi karna sangat mencintai Selir Agung nya. Tapi aku tidak tau apa tujuan nya menikah dengan ku.." ucap Xio Lin, dia menoleh ke samping menatap laki-laki yang duduk di sampingnya itu..

__ADS_1


__ADS_2