
"Hormat hamba, Yang Mulia. Pelayan Chi ingin menemui Yang Mulia." ucap sang Kasim.
"Hem, biarkan ia masuk." jawab Kaisar Yun datar.
Setelah itu sang Kasim menyuruh pelayan Chi masuk ke kediaman Xio Lin dan memberikan hormat.
"Apa ada masalah dengan Selir Mei ?" tanya Kaisar Yun..
Pelayan Chi mendengarkan suara Kaisar Yun yang datar dan dingin, ingin rasanya ia menenggelamkan tubuhnya kedalam kolam. Mendengarkan namanya saja sudah membuatnya merinding apalagi berhadapan langsung, yang di juluki sebagai pedang iblis. Sekali Kaisar Yun mengayunkan pedangnya, ia tidak akan mengampuni nyawa itu.
Xio Lin tersenyum, ia menggenggam tangan Kaisar Yun.
"Yang Mulia jangan menakutinya."
"Apa suara ku sangat menakutkan ?" tanya Kaisar Yun merasa kesal akan perkataan Xio Lin.
"Tidak untuk ku, tapi untuk yang lainnya."
Xio Lin mengelus pipi Kaisar Yun, melihat nampak wajah kesalnya..
Cup
"Jangan marah dan cemberut."
Xio Lin beranjak berdiri dan menghampiri pelayan Chi yang menggigil ketakutan.
"Ada apa ? jangan takut. Katakan saja."
__ADS_1
Ketika mendengarkan suara Xio Lin yang begitu lembut. Hati pelayan Chi mulai tenang seperti di siram oleh air kelembutan.
"Ya, Yang Mulia. Hamba hanya ingin menyampaikan sesuatu."
"Apa ini masalah Selir Mei ? apa masalah tadi pagi ?"
"Bu, bukan Yang Mulia. Ini masalah tentang Ke, ke .." Pelayan Chi meremas hanfunya erat-erat yang mengeluarkan keringat di telapak tangannya. Semenjak kejadian tadi pagi, ia sudah mempersiapkan nyalinya untuk memberi tau Kaisar Yun kebenarannya, walaupun ia nantinya di hukum. Ia tidak peduli, karna dirinya sudah tidak tahan melihat kelakuan Selir Mei. Bagaimana jika nanti adalah dirinya yang di hukum, mungkin Selir Mei juga akan menghukum seluruh keluarganya, mengingat kekejamannya.
"Ke,, kematian putri Xi Lie. Selir Mei lah yang melakukannya." ucap pelayan Chi meneruskan perkataanya, walaupun terasa menyangkut di tenggorokannya.
Deg
Seketika Kaisar Yun di buat terkejut akan perkataan pelayan Chi, ia menatap pelayan Chi seakan ingin membakarnya hidup-hidup.
"Kau tau bukan, memfitnah anggota kerajaan hukumannya." ucap Kaisar Yun beranjak berdiri dan mendekati pelayan Chi.
"Yang Mulia, hamba mohon biarkan ia tenang dan menjelaskannya. Jika pelayan Chi berbohong. Dia pasti akan menerima hukumannya."
"Dan untuk kebakaran istana barat. Selir Mei lah yang melakukan nya sendiri. Hamba hanya menuruti perintahnya Yang Mulia. Hamba siap di hukum jika hamba berbohong." sambungnya lagi.
"Hamba mohon, Yang Mulia berilah keadilan. Karna Selir menyimpan benci pada Permaisuri. Hamba hanya takut Selir nekat mencelakai Permaisuri. Bahkan Selir pernah memberikan racun keguguran."
"Beraninya dia melakukan nya, aku kira dengan hukuman ini. Dia akan berubah."
Kaisar Yun mengepalkan tangannya.
"Prajurit geledah kediaman Selir Mei." teriak Kaisar Yun, sangat jelas urat-urat lehernya keluar menahan amarahnya dan berlalu pergi di ikuti Xio Lin dan pelayan Chi.
__ADS_1
Sampailah mereka di kediaman Selir Mei. Tanpa ijin dari Selir Mei ke enam prajurit masuk menggeledah kediaman Selir Mei.
Sementara Selir Mei terkejut akan kedatangan prajurit yang tiba-tiba masuk dan menggeledah kediamannya.
"Apa yang kalian lakukan ?" teriak Selir Mei merah padam menahan amarah, ia takut jika bukti itu di temukan.
"Berhentilah memberontak." ucap Kaisar Yun dari arah pintu menatap tajam Selir Mei.
"Yang Mulia ada apa ini ?" tanya Selir Mei pura-pura kebingungan. Bahkan tubuhnya gemetar, takut semua kejahatannya terbongkar.
5 menit kemudian..
Seorang prajurit menemukan sebuah kotak di lemari Selir Mei dan membawanya ke hadapan Kaisar Yun.
Kaisar Yun membuka kotak itu dan membacanya, yang berisi kerja sama dengan Menteri pajak untuk menjatuhkan keluarga Putri Mahkota. Bahkan Selir Mei terikat dengan sebuah korupsi. Bukan hanya itu saja, Kaisar Yun menemukan sebuah botol dan mencium aromanya.
Kaisar Yun meremas kertas itu dan menatap tajam Selir Mei yang mulai lemas dan jatuh ke lantai.
"Ampun Yang Mulia."
"Kenapa ? kenapa kau mengecewakan ku. Aku memiliki salah apa pada mu ? Bahkan selama ini aku telah memanjakan mu." ucap Kaisar Yun dengan penuh penekanan.
"Hamba tidak terima jika Yang Mulia mencintai dia." teriak Selir Mei menunjuk ke arah Xio Lin.
plak..
"Jaga ucapan mu, bukankah kau yang menyuruhku menikahinya. Lalu setelah aku mencintainya. Kau mempersalahkannya." bentak Kaisar Yun.
__ADS_1
"Kejahatan apa lagi yang kau sembunyikan ?" sambungnya lagi.
Sakit, itulah yang dirasakan Kaisar Yun di hatinya. Melihat semua bukti yang tertera di kotak itu. Bahkan ia tidak menyangka, orang yang dulunya lemah lembut di hadapannya. Kini menyimpan sebuah kejahatan.