
Setelah sekian lama mereka memandu kasih dan mencapai keindahan surga dunia nya. Akhirnya Kaisar Yun roboh di samping Xio Lin.
Dan mendekap tubuh Xio Lin begitu erat. Hingga Xio Lin menenggalamkan wajahnya di dada Kaisar Yun.
"Lin'er, kau tau ? aku sudah menemukan solusinya."
Deg,,
Seketika Xio Lin mengingat perkataan putri Lan Yu.
"Lin'er ku tidak perlu tau, aku sudah menemukan solusinya, yang jelas aku akan membatalkan pengangkatan Selir."
"Yang Mulia .."
"Ya."
"Jagalah kesehatan Yang Mulia, demi diriku dan putra mu.."
Xio Lin mendonggakkan wajahnya menata Kaisar Yun.
Kaisar Yun tersenyum, walaupun hatinya berkata lain.
Aku tidak bisa kehilangan mu, jika aku kehilangan mu. Lalu apa artinya hidupku batin Kaisar Yun.
Tanpa terasa air matanya turun tanpa diperintahkan.
Yang ia pikirkan hanyalah hidup bahagia bersama Lin'er dan putranya. Layaknya orang biasa yang ingin bersama keluarganya. Tanpa ada beban.
"Kenapa Yang Mulia menangis ?" tanya Xio Lin sembari menggerakkan tangannya, menghapus air mata Kaisar Yun dan .."
__ADS_1
Cup
Xio Lin mencium kedua mata Kaisar Yun, lalu turun ke bibirnya..
"Apa ada Yang Mulia pikirkan ? bagaimana jika kita mencari tau Pendeta Tun." usul Xio.
"Benar, kenapa aku tidak terfikirkan ?"
Seketika dirinya bersemangat, ketika mendengarkan nama Pendeta Tun. Karna hanya dia lah yang tau solusinya. Apalagi ketika Pendeta Tun berubah menjadi orang asing.
"Lin'er jangan panggil aku Yang Mulia terus, panggil saja nama panggilan ku."
"Hem, baiklah." Xio Lin tersenyum.
"Yun'er." sambungnya lagi.
"Lin'er maaf, aku akan menelusuri tentang kejadian itu. Dia pernah menjadi Putri Mahkota tapi pada saat itu. Istana menghukum semua keluarganya, karna mereka berniat kudeta. Maka dari itu, aku akan menelusuri kejadian itu secara diam-diam. Jadi kau tenang saja, karna kita percaya reinkarnasi." jelas Kaisar Yun sambil mencium kening Xio Lin.
Xio Lin mengangguk kemudian ia memejamkan matanya, menelusuri alam mimpinya di ikuti Kaisar Yun.
Sementara di kediaman Selir Mei.
Hatinya merasa sedih dan bahagia. Sedih karna Kaisar Yun akan mengambil lagi. Jika ia saja bisa hamil. Tentunya tidak akan terjadi seperti sekarang.
Bahagia karna Xio Lin akan mendapatkan ganjarannya, yaitu sama-sama merasakan sakit seperti dirinya. Bahkan ia sudah mengira jika Xio Lin sedang meratapi nasibnya.
"Aku merasa bahagia dan sekaligus sedih. Hanya arak inilah yang bisa membuatku tersenyum. Selama ada dalam sangkar ini." ucap Selir Mei sambil meneguk arak di cangkirnya itu.
Ia mengingat kembali disaat sang Kasim membacakan sebuah surat perintah jika dirinya akan mengalami masa kurungan selama tiga bulan, sama halnya dengan istana dingin.
__ADS_1
"Hah, aku sungguh tidak menyangka Yang Mulia melakukan ini semua. Baru ia kenal si ****** itu. Yang Mulia sudah berubah. Ingin rasanya aku menusuk si ****** itu." ucap Selir Mei, ia kembali menuangkan arak di cangkirnya dan meminumnya kembali.
"Chi, apa ada kabar tentang Yang Mulia ?"
"Hamba, hamba .."
Pelayan Chi ketakutan memberitaukan kebenarannya. Ia tau betul sifat junjungannya selama menjadi pelayannya. Jika dalam suasana hati yang buruk, entah berapa kali dia akan mengamuk pada dirinya dan pelayan lainnya. Jika tidak mengamuk pelayan, mungkin kediamannya akan berantakan dan memarahi para pelayannya.
"Kenapa diam ? apa mulut mu harus ku robek ?" tanya Selir Mie menatap tajam pelayan Chi.
"Ampun Selir, tadi Permaisuri menemui Yang Mulia dan belum keluar."
prank ..
Selir Mei membuang arak di mejanya, hingga arak itu tumpah berserakah di lantai.
"Apa kau bilang ? ****** itu belum keluar. Apa dia tidak punya malu menggoda Yang Mulia, saat Yang Mulia sudah membuangnya." Selir Mei menatap ke depan dengan tatapan tajam. Ia kembali menoleh ke arah pelayan Chi.
"Apa lagi yang kau tau ?"
"Ya, Yang Mulia me, menemui putri Lan Yu. Setelah putri Lan Yu keluar. Permaisuri lah.."
"Cukup ! hentikan ! jangan teruskan kembali." teriak Selir Mei.
Aghhrh..
"Keluar !" teriak Selir Mei menatap tajam para pelayannya.
Para pelayan pun langsung menunduk hormat dan buru-buru pergi. Ia takut akan menajadi mangsa kemarahan junjungannya itu.
__ADS_1