
Pada malam harinya..
Xio Lin bermaksud ingin menemui Kaisar Yun. Setelah berpisah tadi pagi, Kaisar Yun kembali ke kediamannya dan memeriksa urusan istana. Setelah kejadian itu Xio Lin merasa khawatir bermaksud mengingatkan Kaisar Yun agar tidak memaksakan dirinya memeriksa tugas istana..
"Yang Mulia, sungguh cantik.." puji pelayan Lu..
Setelah kejadian keracunan itu, semua pelayan Xio Lin di bebaskan dan di nyatakan tak bersalah..
"Baiklah, ayo..." ucap Xio Lin tersenyum...
Sampailah Xio Lin di ruang kerja Kaisar Yun. Saat Xio Lin ingin masuk, dia menghentikan tangannya. Dia mengernyitkan dahinya, dia tidak mengerti siapa yang dimaksud ? Xio Lin masih tetap saja berdiri di luar pintu. Dia ingin masuk tapi tidak enak mengganggu pembicaran Kaisar Yun ketika mendengar percakapan yang sangat serius.
"Yang Mulia, anda tidak boleh mencintainya. Yang Mulia sudah berjanji. Hanya akan membuat dia melahirkan keturunan." ucap Selir Mei yang terisak-isak..
"Mei'er tenanglah, kita bicarakan baik-baik. Aku tidak bermaksud menyakiti mu. Aku akan menepatinya.."
"Yang Mulia berbohong, bahkan semenjak kedatangannya Yang Mulia mengabaikan hamba. Yang Mulia ingatkah perjanjian kita saat menikah. Saat kita bersama dulu. Dari kecil sampai dewasa sampai kita menikah. Hamba lah yang berada di samping Yang Mulia.." ucap Selir Mei, dia menangis tersedu-sedu..
Selir Mei memukul dada bidang Kaisar Yun.
__ADS_1
"Mei'er tenanglah, aku akan menepatinya tapi tenangkan dirimu dulu.." ucap Kaisar Yun..
"Yang Mulia, sudah berjanji setelah Selir Xio Lin melahirkan. Yang Mulia akan membuangnya.." ucap Selir Mei..
Kaisar Yun yang kehabisan kata-kata dia memeluk erat Selirnya itu..
Sementara Xio Lin langsung lemas, dia pun menatap para pelayan Kaisar Yun.
"Jangan bilang jika aku datang kesini.." ucap Xio Lin dan menggigit bibir bawahnya..
Xio Lin berjalan dengan langkah gontai, hatinya terasa sakit mendengarkan pembicaraan tadi. Dengan langkah berat Xio Lin menuju kediamannya..
Sedangkan pelayan Lu, dia merasakan khawatir pada Xio Lin.
"Yang Mulia, hamba akan menemani Yang Mulia.."
"Tidak, aku butuh sendiri.. Siapa pun datang kesini. Bilang saja aku tidak ingin di ganggu.." ucap Xio Lin dan menutup pintunya..
Setelah sampai di depan kasurnya. Xio Lin menjatuhkan diri ke lantai. Seketika tangisnya pecah, dia sungguh tidak bisa menahan air matanya lagi yang sedari tadi sudah di tahan..
__ADS_1
"Mengapa ? mengapa harus se sesak ini.." ucap Xio Lin memukul dadanya..
"Kenapa aku harus mencintai orang yang salah.." lirih Xio Lin dia menangis tersedu-sedu di lantai..
Sementara di ruangan kerja Kaisar Yun. Kaisar Yun merasa kesulitan menjelaskannya pada Selir Mei..
"Aku mohon tenanglah, aku tidak bisa memisahkan Anak dengan Ibunya.. Maaf Mei'er aku benar mencintai Xio Lin. Aku tidak bisa membohongi perasaan ku.."
"Yang Mulia.." teriak Selir Mei..
"Hamba tidak rela, Yang Mulia mencintai Selir rendahan itu.." bentak Selir Mei..
plak...
"Aku sudah membicarakan baik-baik dengan mu. Selir Xio Lin bukan seperti yang kau kira. Begini kah tata krama mu ? Sebelumnya kau yang menyuruhku untuk menikahinya. Dan sekarang aku mencintainya. Kau menyalahkan nya. Yang harus seharusnya di salahkan itu adalah Kau Selir Mei.." bentak Kaisar Yun menatap tajam Selir Mei..
Kaisar Yun langsung meninggalkan Selir Mei yang mematung dan memegangi pipinya yang terasa panas dan perih.
Dia sungguh tak menyangka, Kaisar Yun yang lembut padanya kini menamparnya hanya membela orang yang sangat ia benci..
__ADS_1
"Aku bersumpah, aku akan membuat mu menderita Xio Lin.." ucap Selir Mei mengepalkan tangan nya.