Oh, Kaisar Ku

Oh, Kaisar Ku
di balik kelambu


__ADS_3

"Lin'er aku tidak ingin kamu lembut pada Jendral Chun, tidak boleh." ucap Kaisar Yun dengan tegas..


Xio Lin hanya tersenyum, ia menatap geli Kaisar Yun yang mencemburui nya.


"Tidak akan, dia hanya Kakak hamba Yang Mulia.."


"Tapi tidak boleh lembut, kau hanya boleh mengucapkan kata datar saja.." timpal Kaisar Yun yang tak mau kalah berdebat.


"Seperti Yang Mulia.." ucap Xio Lin mengerutkan dahinya..


Kaisar Yun tertegun, dia mendongakkan kepalanya sedari tadi yang membenamkan di leher Xio Lin.


"Apakah aku seperti itu ?"


"Tentu.." ucap Xio Lin..


"Tapi Yang Mulia tampan." ucap Xio Lin yang mampu membuat Kaisar Yun bersemu merah dan jantungnya berpacu begitu cepat..


"Benarkah ? lebih tampan siapa aku dengan Jendral Chun ?" tanya Kaisar Yun dengan wajah serius..


"Emm, tampanan Jendral Chun.." jawab Xio Lin menatap Kaisar Yun.


Deg..


Seketika Kaisar Yun menunduk, hatinya begitu kecewa Xio Lin menjawab apa yang bukan harapannya..


"Jangan merajuk, aku hanya bilang tampan bukan lebih tampan. Yang lebih tampan hanyalan Yang Mulia." ucap Xio Lin yang terkekeh.


Kaisar Yun tersenyum dan langsung membenamkan wajahnya di dada Xio Lin..

__ADS_1


Karna merasakan dua gundukan yang hangat, seketika Kaisar Yun bergairah..


"Lin'er aku mau..." ucap Kaisar Yun yang mulai mengendus-ngendus kepalanya di dada Xio Lin.


"Yang Mulia jangan nakal, Yang Mulia belum tentu sehat. Jika sudah sehat boleh.."


"Tapi..." ucap Kaisar Yun dengan suara beratnya..


"Bolehkah aku ...." ucap Kaisar Yun kembali mendongakkan wajahnya.


Xio Lin tersenyum, diapun mengangguk..


Tanpa aba-aba Kaisar Yun membuka hanfu Xio Lin. Dan Kaisar Yun **********.


"Lin'er. aku mau.." ucap Kaisar Yun..


Dia pun menidih Xio Lin dengan kakinya, kini posisi Kaisar Yun berada di atas tubuh Xio Lin.


Belum sempat Xio Lin melanjutkannya, Kaisar Yun sudah mencium dengan bibir merah cery itu..


Sementara tangan Kaisar Yun membuka seluruh hanfu Xio Lin dan memberikan tanda kepemilikan di leher Xio Lin, kini leher Xio Lin memiliki banyak tanda ungu..


Setelah selesai ******* leher Xio Lin. Kaisar Yun tersenyum melihat tandanya.


Desahan demi desahan Kaisar Yun dan Xio Lin melakukannya berkali-kali. Bahkan Xio Lin pun mengajari Kaisar Yun dengan berbagai macam gaya. Sehingga Kaisar Yun semakin ketagihan..


"Lin'er, aku baru kali mendapatkan gaya seperti ini. Kau sungguh membuatku ketagihan.." ucap Kaisar Yun yang merasakan kehangatan luar biasa..


Xio Lin tersenyum, dia pun mencium Kaisar Yun kembali..

__ADS_1


Sementara di luar kediaman Xio Lin.


"Yang Mulia.." teriak Selir Mei..


Semenjak Selir Mei mendengar kabar dari pelayannya. Jika Kaisar Yun terluka. Dia keluar dari kediaman barat mencari Kaisar Yun. Bahkan Selir Mei sesekali memberontak dengan para prajurit dan pelayan. Pada akhirnya dia berhasil kabur dari cengkraman prajurit dan para pelayan..


"Selir, hamba mohon. Jangan mengganggu Yang Mulia." ucap salah satu pelayan yang mulai tadi menghalangi Selir Mei..


"Lepaskan, aku hanya ingin melihat keadaan Yang Mulia. Kalian beraninya menghalangiku.." ucap Selir Mei yang emosi nya sudah meluap-luap..


plak..


"Lancang, aku adalah Selir disini kalian malah menghalangiku.." ucap Selir Mei menatap tajam pelayan tadi yang sudah duduk di tanah akibat kerasnya tamparan Selir Mei..


Pelayan Lu yang sedari tadi hanya menonton, Akhirnya dia pun menghampiri Selir Mei..


"Mohon Selir Mei tidak memberikan keributan. Yang Mulia sedang istitahat.." ucap pelayan Lu..


Selir Mei menatap tajam pelayan Lu..


"Lancang, kau hanya pelayan rendahan.." bentak Selir Mei.


Selir Mei langsung mendorong pelayan Lu, hingga terdorong ke belakang. Membuat para pelayan yang berada di belakang pelayan Lu ikut terdorong hingga jatuh ke tanah..


Selir Mei yang melihatnya, ia pun berlari mendekati ke arah pintu kediaman Xio Lin. ia tau jika Kaisar Yun berada di kediaman Xio Lin karna dia menyuruh pelayan setianya mengawasi Kaisar Yun.


brak...


Selir Mei langsung masuk, dia hanya menganga, membulatkan matanya melihat pemandangan di depannya. Dimana ada hanfu yang berserakah di lantai dan suara desahan di balik kelambu.

__ADS_1


"Aarggghhh"


"Lin'er, lagii..." lirih Kaisar Yun yang mampu di dengarkan oleh telinga para pelayan lebih-lebih telinga Selir Mei..


__ADS_2