
"Yang Mulia.." sapa seorang wanita..
Kaisar Yun menoleh, dia tersenyum hangat pada wanita di depannya..
"Ada apa ?" tanya Kaisar Yun..
"Hamba, hanya ingin berbicara dengan Yang Mulia.." ucapnya..
Kaisar Yun mengangguk kemudian menuju kediaman Selir Mei..
"Yang Mulia, apa Yang Mulia akan mengangkat seorang Selir ?" tanya Selir Mei yang mulai dengan mata berkaca-kaca..
"Hem,," Kaisar Yun memeluk Selir Mei..
"Aku tidak tau lagi Mei'er aku sudah lelah, para Pejabat mendesak ku dan juga Ibu Suri.."
"Yang Mulia, bagaimana jika kita melakukannya lagi. Kita berusaha agar mendapatkan keturunan.."
"Baiklah.."
Merekapun bercumbu mesra, memuaskan hasrat mereka, desahan demi desahan desahan keluar dari mulut mereka hingga malam berganti pagi..
Keesokan paginya, Kaisar Yun bangun terlebih dulu dan menuntaskan aktivitas mandinya. Setelah itu dia sarapan di kediamannya..
Namun saat ingin menyantap hidangannya, dia di hentikan oleh seorang pelayan Selir Mei..
"Hormat hamba, Yang Mulia.. Maaf Selir Mei pingsan dan merasakan kesakitan di perutnya.."
"Apa ?" teriak Kaisar Yun, dia langsung bergegas menuju kediaman Selirnya itu..
__ADS_1
Saat sampai disana Selir Mei yang duduk di ranjangnya dengan wajah pucat, tengah di periksa oleh Tabib istana..
"Bagaimana keadaan nya?" tanya Kaisar Yun menatap khawatir pada Selir Mei..
Tabib itupun meneguk air liurnya dengan susah payah, dia sangat takut membuat Kaisar Yun marah..
"Kenapa tidak di jawab ?" bentak Kaisar Yun.
"Ampun Yang Mulia.." ucap Tabib itu yang langsung bersujud di depan Kaisar Yun..
"Se,, Selir Mei tidak bisa hamil Yang Mulia.." ucapnya terbata-bata lalu membenturkan dahinya..
Sementara Kaisar Yun yang melihatnya, sangat terkejut dan menatap Selirnya itu yang menangis tersedu-sedu..
"Tidak !! dia bohong Yang Mulia.." teriak Selir Mei..
Kaisar Yun yang tidak tahan, dengan sigap Kaisar Yun memeluk Selirnya itu. Jadilah Selir Mei menangis di pelukan Kaisar Yun.
Kaisar Yun mengelus punggung Selir Mei..
"Tenanglah.."
Selir Mei mengingat dia pernah keracunan, akibat perbuatannya dulu yang telah menyinggung putri Xi Lie, yaitu paman Xi Lie tidak menerima kematian keponakan itu dan menyuruh orang istana agar meracuninya. Namun pada saat itu Tabib istana menyatakan baik-baik saja. Tidak akan membahayakan tubuhnya.
"Kenapa ? kenapa harus terjadi pada ku Yang Mulia.." lirih Selir Mei di sela-sela tangisannya..
"Ini semua gara-gara paman putri Xi Lie Yang Mulia.." ucapnya dengan mengepalkan tangannya.
"Tenananglah lagi pula, mereka sudah mati. Untung saja aku segara menghukum mati semua keluarga bermarga Xi.."
__ADS_1
"Tapi tidak sebanding apa yang mereka lakukan Yang Mulia.." ucapnya...
Sehari semalam Kaisar Yun mendekap, memeluk erat Selir Mei, kadang Selir Mei menangis setelah mengingat kembali kejadian tadi pagi. Kaisar Yun yang melihat sangat enggan meninggalkan Selir tercintanya itu. Bahkan Kaisar Yun sangat khawatir melihat Selir Mei yang tidak ingin memakan apapun..
"Yang Mulia, bagaimana jika kita membuat kesepakatan. Dilihat kondisi hamba, hamba sudah tidak bisa meneruskan keturunan Yang Mulia.." lirih Selir Mei mendongakkan kepalanya menatap wajah tampan Kaisar Yun..
"Yang Mulia setuju memiliki Selir lagi, hamba tidak apa-apa. Walaupun hamba sakit hati demi keturunan Yang Mulia..." ucap Selir Mei..
Kaisar Yun mengelus lembut kepala Selir Mei dan mengecup keningnya..
"Aku ingin Yang Mulia menikah dengan gadis manapun, asalkan setelah dia melahirkan anak Yang Mulia.
Yang Mulia akan memberikannya pada hamba dan Yang Mulia berjanji tidak akan mencintainya.." ucap Selir Mei..
Seketika Kaisar Yun mengingat Xio Lin yang di tawarkan oleh Ibu Suri..
"Yang Mulia, berjanjilah pada hamba. Yang Mulia tidak akan berpindah hati walaupun ada seseorang yang lebih cantik daripada hamba. Hamba sangat takut kehilangan Yang Mulia. Lebih baik hamba mati.." ucap Selir Mei yang mulai menangis kembali..
"Jangan berfikir seperti itu Mei'er, kau akan tetap menjadi istri tercinta ku. Kau cinta pertama dan terakhirku.." ucap Kaisar Yun mencium kening Selir Mei..
"Hamba percaya dan yakin Yang Mulia akan menepatinya.." ucap Selir Mei tersenyum dan menambah erat pelukannya itu..
"Baiklah, kau harus istirahat. Lupakan kejadian ini dan jangan khawatir. Semua pelayan dan Tabib istana tidak akan berani membicarakan mu.."
Selir Mei tersenyum, kemudian dia memejamkan matanya. Menenggelamkan wajahnya di dada bidang Kaisar Yun..
Kaisar Yun menatap langit-langit. Pikiran dan hatinya tidak sesuai.
Di pikirannya dia yakin hanya mencintai Selirnya dan menuruti kemauannya hanya demi meneruskan keturunan nya.
__ADS_1
Tapi di hatinya ada perasaan kasian pada Xio Lin yang ditawarkan untuk menikahinya.