
Ke esokan paginya..
Kaisar Yun mengerjapkan matanya, yang dilihat pertama kali adalah istri yang paling di cintainya.
Setelah cukup lama memandang Xio Lin,
Cup
Kaisar Yun mencium kening Xio Lin.
"Terimakasih.." ucap Kaisar Yun.
Ia pun turun dari ranjangnya dan mengambil hanfu nya yang ada di lantai. Lalu memakaikannya.
"Kalian, siapkan air hangat untuk Permaisuri.." ucap Kaisar Yun dengan tegas..
Para pelayan pun saling melirik dan tersenyum.
"Ya, Yang Mulia.." ucap para pelayan serempak.
Setelah kepergian Kaisar Yun, Xio Lin bangun dan ia tidak mendapati Kaisar Yun di sampingnya..
"Astagah, aku lupa.."
Xio Lin pun mengingat, jika hari ini adalah pengangkatannya.
Xio Lin langsung bergegas turun mengambil hanfunya dan memakaikannya.
"Hormat hamba, Yang Mulia.."
Xio Lin pun mengangguk, dia pun menuju ke tempat pemandiannya.
Setelah 15 menit, Xio Lin telah selesai dengan ritual mandinya dan kini di rias oleh pelayan Lu.
"Lu, apakah tidak usah ribet seperti ini ? sampai kepala ku rasa nya mau pecah dan pakaian ini terlalu berat.." ucap Xio Lin dengan nada malas.
"Bersabarlah Yang Mulia.." ucap pelayan Lu memberikan sentuhan terakhir.
Dan kini Xio Lin melihat dirinya yang telah selesai di rias, ia tersenyum sambil mengelus perutnya yang masih rata..
__ADS_1
"Mari Yang Mulia.." ucap pelayan Lu..
Xio Lin mengangguk dan keluar dari kediamannya. Ia pun menaiki tandu yang telah disiapkan oleh istana.
10 menit kemudian..
Xio Lin sampai di aula istana, ia turun dan berjalan menuju ke arah Kaisar Yun. Dengan langkah yang di iringi senyuman Xio Lin berjalan di atas karpet merah. Sementara para pejabat, para pelayan dan prajurit menunduk hormat.
Setelah sampai di depan Kaisar Yun, Xio Lin duduk di lantai dengan menunduk. Seakan menerima perintah dari Kaisar Yun.
"Saya Kaisar Yun, mengangkat Selir Mei menjadi Permaisuri, Ibu untuk Kekaisaran Yun." ucap Kaisar Yun dengan lantang.
"Hamba menerima perintah Yang Mulia..' ucap Xio Lin dengan tegas.
Kaisar Yun tersenyum, ia memberikan gulungan bersulaman naga itu ke atas nampan yang di pegang oleh Kasimnya..
Kaisar Yun turun dari tangganya dan membantu Xio Lin berdiri.
"Permaisuri ku.." ucap Kaisar Yun dengan lembut dan memeluk Xio Lin. Setelah berpelukan singkat. Xio Lin dan Kaisar Yun menatap para pejabat, para prajurit dan para pelayan yang menunduk hormat..
"Hidup Yang Mulia dan Permaisuri..." ucap mereka serempak..
Selamat Lin'er, walaupun kau tidak bisa ku miliki lagi. Aku harap jarak kita tidak akan semakin jauh batin Jendral Chun menatap ke arah Xio Lin dan Kaisar Yun*..
Setelah selesai acara pengangkatan Permaisuri.
Xio Lin dan Kaisar Yun menuju kediaman phoenix, yang seharusnya di tempati oleh Permaisuri..
Xio Lin menatap kagum akan kediamannya yang terlihat lebih mewah dari kediaman lamanya..
"Bagaimana kau suka ? setelah ini kau bebas tidur di kediaman ku, Sesuka mu.." ucap Kaisar Yun menatap Xio Lin yang masih melihat sekeliling kediaman barunya..
Ia pun memeluk Xio Lin dari arah belakang dan menyandarkan dagunya di bahu Xio Lin.
"Lin'er, berjanjilah jangan pernah meninggalkan ku.." lirih Kaisar Yun..
Xio Lin melepaskan pelukannya dan membalikkan badannya.
Ia berjinjit mencium kening Kaisar Yun.
__ADS_1
"Terimakasih atas semua. Bahkan hamba tidak menginginkan posisi ini. Hamba hanya berharap Yang Mulia selalu bersama hamba. Dan hamba berjanji, hamba akan selalu ada untuk Yang Mulia.." ucap Xio Lin..
"Lin'er.."
Seketika Kaisar Yun memeluk Xio Lin begitu erat, seakan tidak ingin berpisah darinya sejengkal pun..
Tanpa sadar, air mata Kaisar Yun tumpah. Ia menangis di pelukan Xio Lin..
Xio Lin yang merasakan Kaisar Yun menangis, ia mengelus punggung Kaisar Yun begitu lembut..
"Yang Mulia, kenapa menangis ?"
"Aku minta maaf, atas perbuatan ku dari awal yang hanya ingin memanfaatkan mu. Aku takut Lin'er.."
Entah kenapa Kaisar Yun merasakan takut di hatinya. Seakan setelah ini Xio Lin akan menjauh dari dirinya.
Xio Lin melepaskan pelukannya, ia menatap Kaisar Yun yang menangis dan kembali berjinjit mencium mata Kaisar Yun..
"Berjanjilah, kau tidak akan menangis setelah ini.." ucap Xio Lin dengan lembut.
Xio Lin membantu Kaisar Yun duduk di kasurnya. Ia pun menjadikan pahanya sebagai bantal Kaisar Yun.
"Yun'er Apa ada yang perlu kau khawatirkan ?"
"Aku tidak tau, aku merasakan ketakutan.." ucap Kaisar Yun sambil mengelus pipi Xio Lin dengan tangan kanannya..
"Tidurlah, Yun'er ku.." ucap Xio Lin begitu lembut. Ia mengelus kepala Kaisar Yun, hingga berapa menit kemudian Xio Lin melihat Kaisar Yun yang sudah tertidur pulas..
"Bagaimana kabar mu nona ?" tanya seorang yang berjas hitam, dalam sekejap mata dia muncul di depan Xio Lin.
"Bisakah kau tidak mengagetkan ku." ucap Xio Lin dengan kesalnya, jantungnya seakan meledak karna kedatangan orang di depannya itu.
"Selamat atas kehamilan mu dan sekarang hanya tinggal berapa bulan lagi." ucap seorang yang ber jas hitam sambil melihat jam pasirnya...
"Bisakah aku disini ?" tanya Xio Lin..
Orang ber jas hitam itupun terkekeh.
"Rupanya kau sudah mencintainya dan enggan meninggalkannya.. Entahlah, aku tidak punya jawaban atas pertanya an mu.." jawab orang ber jas hitam, langsung menghilang dalam sekejap mata.
__ADS_1