Oh, Kaisar Ku

Oh, Kaisar Ku
penyusup


__ADS_3

Selang beberapa saat,


"Hormat hamba Yang Mulia.." ucap pelayan Lu membawa sebuah nampan dan semangkok obat.


Xio Lin mengambil obat itu dan menatap Kaisar Yun..


"Keluarlah.."


Pelayan Lu menunduk hormat dan meninggalkan Xio Lin.


"Yang Mulia.." ucap Xio Lin dengan lembut.


Tidak ada reaksi apa-apa dari Kaisar Yun. Xio Lin yang merasa khawatir. Dia langsung meminum obat itu, kemudian mengangkat kepala Kaisar Yun dan menciumnya..


Membiarkan obat itu memasuki tenggorokan Kaisar Yun..


Setelah selesai Xio Lin melepaskan ciumannya dan menghapus jejak obat itu di bibir Kaisar Yun..


"Pelayan, siapkan air hangat.." teriak Xio Lin di dalam kediaman itu..


Para pelayan pun mengambil apa yang di perintahkan Xio Lin dan memasuki kediaman Xio Lin.


"Lu siapkan pakaian ganti Yang Mulia dan kalian keluarlah." perintahnya.


Xio Lin membuka hanfu Kaisar Yun, terlihat dada bidang Kaisar Yun, yang sudah pernah ia sentuh..


Xio Lin mengambil sebuah kain lap dan mencelupkannya pada semangkok air. lalu mengompres tubuh Kaisar Yun..


Setelah selesai Xio Lin membuka kelambunya. Terlihat pelayan Lu membawa sebuah nampan berisi hanfu putih polos..


"Aku yang akan menggantikan pakaian Yang Mulia.." ucap Xio Lin sambil menyodorkan nampan tadi yang berisi semangkok air hangat, untuk mengompres tubuh Kaisar Yun.


Para pelayan yang mendengarkan Xio Lin menunduk hormat..


Xio Lin kembali menutupi kelambunya, dengan telatennya Xio Lin memasangkan hanfu Kaisar Yun. Walaupun dia harus menguras tenaganya karna tubuh Kaisar Yun yang sangat berat..


huft


"Selesai.." ucap Xio Lin.


Dia pun merapikan selimut pada tubuh Kaisar Yun...

__ADS_1


Sepanjang hari Xio Lin menjaga Kaisar Yun yang masih memejamkan matanya.. Di dalam hatinya sungguh dia merasa khawatir akan kesehatan Kaisar Yun..


Hingga sore pun berganti malam..


Kaisar Yun mulai membuka matanya, dia pun melihat sekelilingnya dan tatapannya terhenti ketika melihat seorang wanita yang sangat ia cintai tertidur pulas di sampingnya..


Tangannya terangkat, ia ingin mengelus kepala Xio Lin dengan lembut dan tersenyum.


Xio Lin pun yang merasa ada mengelusnya, dia mengucek matanya agar jelas..


"Yang Mulia.." ucap Xio Lin terkejut.


"Apa Yang Mulia ingin minum?" tanya Xio Lin menatap lekat Kaisar Yun..


Kaisar Yun mengkedipkan matanya sebagai tanda jawaban. Kaisar Yun berusaha bangun dari tidurnya. Dengan sigap Xio Lin membantunya dan membuat sandaran di belakang Kaisar Yun dengan sandaran bantal.


Setelah selesai Xio Lin bergegas menuju ke arah meja. Dia mengambil secangkir air minum yang telah disiapkan oleh pelayannya tadi...


"Minumlah,," ucap Xio Lin, dia membantu Kaisar Yun meminumnya..


Dalam sekali teguk, air itu ludes di minum oleh Kaisar Yun..


Setelah selesai Xio Lin mengembalikan cangkir itu ke tempat semula.


Xio Lin tak mampu berkata-kata, dia hanya diam memandang Kaisar Yun yang menundukkan kepalanya..


5 menit kemudian..


Datanglah 3 orang penyusup dengan pakain hitam dan penutup wajah..


Sedangkan Kaisar Yun langsung turun dari ranjang nya dan memeluk tubuh Xio Lin begitu erat..


"Siapa kalian ?" tanya Kaisar Yun dengan tegas..


"Kau tidak perlu tau, serahkan wanita itu. Maka aku akan mengampuni mu.." ucap salah satu penyusup dengan dingin..


"Kalian tau, kalian masuk kedalam istana ku. Berarti kalian menyerahkan nyawa kalian sendiri.." ucap Kaisar Yun dengan tajam.


"Heh, sepertinya kau lemah. Sebaiknya kita habisi mereka bersama-sama.." ucap ke tiga penyusup..


Kaisar Yun langsung menyembunyikan Xio Lin di belakang tubuhnya. Dia pun melawan ke tiga penyusup itu yang lumayan lihai dan kuat dengan tangan kosong..

__ADS_1


cras..


Kaisar Yun menatap lengannya yang terkena tebasan pedang. Namun dia tak memperdulikannya. Baginya nyawa Xio Lin lebih penting..


Dengan sekuat tenaga Kaisar Yun melawan mereka. Ia memblokir salah satu penyusup dan memukul bahunya sehingga ia bisa mengambil alih pedang salah satu penyusup itu..


trang..


Dentingan pedang saling beradu, Kaisar Yun menggunakan kakinya hingga salah satu penyuusup itu terpintal kebelakang dan menabrak dinding..


Penyusup satunya menoleh ke arah temannya yang sudah terguling, dia pun melarikan diri..


Tanpa sadar satu anak panah menuju ke arah Xio Lin.


Dengan sigap Kaisar Yun memeluk Xio Lin dan menjadikan dirinya tameng..


Panah itu menusuk tepat pada dada Kaisar Yun..


"Yang Mulia.." teriak Xio Lin..


"Lin'er.." lirih Kaisar Yun dan tak sadarkan diri..


Xio Lin berteriak histeris meminta pertolongan. Bahkan Jendral Chun yang baru sampai terkejut dengan keadaan di depannya..


"Cepat panggilkan Tabib dan masukkan kedua penyusup ini ke penjara.." ucap Jendral Chun dengan tegas..


Jendral Chu langsung menghampiri Xio Lin, mengambil alih tubuh Kaisar Yun dan membaringkannya di kasur..


Dengan hati-hati Jendral Chun mengambil anak panah yang menancap di tubuh Kaisar Yun.


Beberapa saat kemudian Tabib pun datang. Dia memeriksa denyut nadi Kaisar Yun dan membulatkan matanya..


Tanpa basa basi lagi, Tabib itu menumpuk obatnya dan menaruh di luka tusukan Kaisar Yun setelah itu membalutnya..


"Bagaiman keadaannya ?" tanya Xio Lin di tengah-tengah tangisannya.


"Yang Mulia dalam masa kritis dan panah yang menancap di tubuhnya sudah di olesi racun. Hamba mohon segera meminumkan obat ini.." ucap Tabib istana.


Xio Lin yang melihat Kaisar Yun yang tidak mungkin bangun.


Tanpa basa-basi lagi, Xio Lin mengambil mangkok itu dan meminumnya. Dia mengangkat kepala Kaisar Yun dan menciumnya, memasukkan obat itu ke dalam tenggorakan Kaisar Yun..

__ADS_1


Semua orang yang melihatnya sangat terkejut, lebih-lebih Jendral Chun yang langsung merasakan sesak di dadanya dan berlalu pergi..


__ADS_2