
"Lin'er jagalah kesehatan mu, aku masih ada urusan yang perlu di selesaikan.." ucap Kaisar Yun, ia berdiri dan mengecup kening Xio Lin..
"Yang Mulia, hamba juga undur diri. Terimakasih atas waktu Yang Mulia.." ucap Selir Mei menunduk hormat dan berlalu pergi..
"Yang Mulia telah tiba....."
Teriakan sang Kasim membuat para Menteri menunduk hormat.
Dengan wajah garang, dingin dan datar Kaisar Yun menduduki takhtanya.
Sementara di luar aula, Jendral Chun menyeret Menteri pajak dari penjara bawah tanah.
Sampailah mereka di aula yang membuat bulu kuduk mereka merinding seketika..
Kaisar Yun membuka setiap bukti gulungan itu dan membacanya..
Dengan amarahnya Kaisar Yun melempar ketiga gulungan itu ke wajah Menteri pajak yang duduk di lantai..
"Beraninya kau korupsi dan menjual wanita, bawa dia ke penjara bawah tanah.." ucap Kaisar Yun dengan tegas..
Menteri pajak itu pun tertawa dan tersenyum sinis saat di seret oleh Jendral Chun..
Suatu saat nanti kau akan merasakan sakit hati Yang Mulia, Putriku kau tolak mentah-mentah tapi aku yakin kau akan menangis setelah mengetahuinya batin Menteri pajak...
"Baiklah rapat hari ini selesai.." ucap Kaisar Yun, ia pun meninggalkan aula menuju kediaman Ibu Suri..
Saat sampai di dalam kediaman Ibu Suri, Kaisar Yun mengkerutkan keningnya melihat Menteri Xio dan seorang pendeta..
"Hormat hamba, Yang Mulia..." ucap Pendeta Tun dan Menteri Xio..
__ADS_1
"Duduklah, ada yang perlu Ibunda bicarakan dengan mu.." ucap Ibu Suri..
Kaisar Yun mengangguk dan duduk di depan Ibu Suri, sementara Pendeta Tun dan Menteri Xio berdiri di samping mereka.
"Ada apa Ibunda ?" tanya Kaisar Yun keheranan. Pasalnya Ibundanya tidak akan memanggilnya jika tidak ada hal penting yang tidak bisa di selesaikan..
"Hem, apa kau ingat tentang gadis yang di ramalkan akan menikah dengan mu dan membantu memakmurkan ke Kaisaran ini ?" tanya Ibu Suri dengan wajah serius..
"Aku tidak ingin membahasnya, lagi pula aku sudah memiliki Permaisuri.." jawab Kaisar Yun dengan datar..
"Xio Lin adalah gadis itu.." ucap Ibu Suri yang membuat Kaisar Yun membulatkan matanya..
"Apa maksud Ibunda ?"
"Kau bisa tanya pada Menteri Xio dan Pendeta Tun.."
"Ampun Yang Mulia, Permaisuri bukanlah Anak kerabat hamba. Me,, me,, melainkan adalah gadis yang hamba temui di kolam belakang kediaman hamba.." ucap Menteri Xio terbata-bata, ia takut akan di hukum oleh Kaisar Yun dan seluruh keluarganya karna telah membohongi seorang Kaisar.
"Jadi gadis yang di ramalkan adalah Xio Lin.."
"Be, benar Yang Mulia. Mohon ampun ini kesalahan hamba. Hamba mohon jangan hukum Permaisuri dan Anak hamba.." ucap Menteri Xio langsung bersujud di depan Kaisar Yun..
"Ampun Yang Mulia, tapi Permaisuri akan secepatnya pergi.." timpal Pendeta Tun.
"Apa maksud mu ?" bentak Kaisar Yun menatap tajam Pendeta Tun.
"Dia adalah Reinkarnasi dari Putri Xi Lie, walaupun Permaisuri tidak mengingat kejadian lampau tapi Permaisuri memiliki hati yang sama. Pasti ia akan tersentuh ketika mendengarkan nama itu.."
Pendeta Tun mundur, dalam sekejap dia berubah menjadi seorang pemuda berjas hitam, ala zaman modern dan tangan kanannya memegang sebuah jam pasir.
__ADS_1
"Si, siapa kau ?" tanya Ibu Suri gelagapan melihat orang aneh di depannya..
Sementara Kaisar Yun berdiri di depan Ibu Suri seakan ingin melindungi Ibundanya...
Sedangkan Menteri Xio memundurkan dirinya dengan wajah keheranan.
"Haha, jangan takut. Hah, kalian tidak perlu tau siapa aku. Dan tentunya akulah yang membawa Xio Lin atau Kania kesini. Aku hanya ingin mencari keadilan untuk dirinya di masalalunya. Entah kalian percaya atau tidak, itulah kenyataaanya.." ucap orang ber jas hitam sambil melihat jam pasir nya..
"Aku sudah membuat perjanjian dengannya, jika ia bisa melahirkan seorang putra. Maka ia bisa kembali ke zamannya. Dan tentunya sekarang sudah tercapai.."
"Jangan gila, apa maksud mu ?" bentak Kaisar Yun..
"Jika kau ingin membuatnya bahagia, carilah keadilan untuk nya di kehidupan sebelumnya. Jika kau masih belum percaya, mintalah kejujurannya dan aku akan membawanya pergi setelah selesai melahirkan."
Setelah mengucapkan, apa yang ingin disampaikan. Orang ber jas hitam itu pun pergi dalam sekejap mata.
Pikirannya Kaisar Yun yang mulai goyah, dia pun menuju kediaman Permaisurinya..
Sampai di kediaman Xio Lin, Kaisar Yun melihat Xio Lin yang duduk melamun dan menopang dagu.
Kaisar Yun menarik tangan kiri Xio Lin, hingga Xio Lin jatuh ke dalam pelukannya..
"Yang Mulia ada apa ?" tanya Xio Lin..
"Kania.." lirih Kaisar Yun..
Deg...
Xio Lin yang mendengarkan namanya dia sungguh ketakutan akan hukuman Kaisar Yun.
__ADS_1