Oh, Kaisar Ku

Oh, Kaisar Ku
terserah


__ADS_3

Sungguh menarik batin laki-laki itu,


Laki-laki itupun duduk di samping Xio Lin, kemudian dia menoleh, menatap Xio Lin yang menatap langit..


"Nona, apa nona merindukan seseorang?"


"Ya, aku merindukannya.." jawab Xio Lin datar tanpa melihat laki-laki di sampingnya..


"Nona, bolehlah aku bertanya ?"


Xio Lin menoleh, dia menaikkan salah satu alisnya..


"Apa nona mau jika menikah dengan Kaisar ?"


"Tidak .." ucap Xio Lin langsung menjawab, kemudian dia kembali menatap langit..


"Kenapa ? bukankah setiap wanita mendambakan Yang Mulia ?"


"Hanya mata yang songklek saja mendambakannya.." ucap Xio Lin...


Dia berdiri dan memakai sandalnya kembali yang berada di sampingnya. "Baiklah, aku permisi dulu.." ucap Xio Lin tanpa menunggu jawaban dari pemuda itu..


Sementara pemuda itu, setelah melihat langsung wajah Xio Lin tanpa rasa ada jarak. Jantungnya seaakan-akan melompat. Dia memegangi jantungnya..


"Sepertinya aku harus periksa.." gumam pemuda itu..


Sampailah pemuda itu di kediaman Naga.


Pemuda itu pun membuka penutup wajahnya, dia mengingat kejadian pertemuan Xio Lin yang tidak ingin menikahinya..


"Ah, sial ! kenapa dia menolak ku ? apakah aku kurang tampan ?" ucapnya sambil mengelus dagunya..


"Hormat hamba, Yang Mulia. Selir Mei ingin menemui Yang Mulia.."

__ADS_1


"Biarkan dia masuk.." ucapnya pada sang Kasim.


"Hormat hamba, Yang Mulia.." ucap Selir Mei menunduk hormat..


"Ada apa Mei'r ?" tanya Kaisar Yun dengan lembut.


"Hamba merindukan Yang Mulia.." ucap Selir Mei, dia duduk di pangkuan Kaisar Yun dan mengelus wajahnya yang halus itu..


Selir Mei mencium lembut Kaisar Yun. Namun Kaisar Yun tidak merasakan apa-apa ataupun bergairah pada Selirnya itu..


Ada apa dengan ku ??


"Yun'er, kau tau aku ingin sekali memiliki seorang putra, penerus Kekaisaran ini.." ucapnya sambil tersenyum.


Kaisar Yun tersenyum, dia mencium kening Selir Mei. "Maaf Mi'er, aku sangat lelah hari ini.." ucapnya..


"Hem, kau lelah ? hamba tau, pasti Yang Mulia tadi memeriksa Ibu Kota.." ucap Selir Mei mengerucutkan bibirnya..


"Ya.." ucap Kaisar Yun..


"Baiklah, aku memahaminya.." ucap Selir Mei, dia berdiri dan menunduk hormat berlalu pergi..


Kaisar Yun hanya menghela nafas kasar, dia tau Selirnya itu akan marah jika tidak menuruti permintaanya..


"Ada apa dengan diriku ? kenapa aku tidak merasakan apa-apa ?" gumam Kaisar Yun..


"Hormat hamba Yang Mulia.." ucap seorang pelayan dan pelayan lainnya, yang membawa hanfu polos putih..


Kaisar Yun mengangguk, kemudian dia berdiri dan para pelayan pun mengganti hanfu Kaisar Yun dengan hanfu polos putih. Setelah itu barulah Kaisar Yun membaringkan tubuhnya..


Keesokan paginya..


Kaisar Yun tengah bersiap-siap menuju aula istana untuk membahas keadaan istananya.

__ADS_1


"Yang Mulia, telah tibaaa.." teriakan sang Kasim membuat para pejabat menunduk hormat saat Kaisar Yun berjalan di depan mereka.


"Langsung saja, bagaimana dengan keadaan pajak dan perekonomian warga ?" tanya Kaisar Yun kepada dua Menteri yang bersangkutan..


"Yang Mulia keadaan pajak stabil.." ucap Menteri pajak dengan menunduk hormat..


"Dan untuk perekonomian warga, juga dalam keadaan stabil.." ucap Menteri Perkonomian..


"Bagus,," ucapnya tersenyum.


"Yang Mulia, ampuni hamba. Sebaiknyaa Yang Mulia cepat memiliki seorang Selir lagi.." ucap salah satu Menteri..


"Aku akan memikirkannya.." ucap Kaisar Yum berdiri dan berlalu pergi..


Sementara para Pejabat saling menatap keheranan, biasanya Kaisar Yun akan marah jika membahas memilih Selir lagi, karna kecintaaan nya pada Selir Mei, hingga Kaisar Yun tidak mau mengangkat Selir lagi. Bahkan Kaisar Yun berniat akan mengangkat Selir Mei menjadi Permaisurinya, namun di tentang keras oleh Ibu Suri menyangkut Selir Mei yang belum mengandung..


Namun tidak dengan pendukung Selir Mei, yang mengepalkan tangannya. Karna mereka takut posisinya akan goyah di istana ini..


Mendengarkan hal itu para Pejabat langsung mengirimkan pelayan setianya memberi taukan pada Selir Mei..


Disisi lain Kaisar Yun tengah berada di kediaman Ibu Suri, karna seorang pelayan memberitaukan nya jika Ibu Suri ingin bertemu.


"Ibunda, ada apa ?" tanya Kaisar Yun menatap Ibu Suri..


"Ibunda sudah mencari kan seorang gadis yang cocok untuk mu.." ucapnya tersenyum.


Kaisar Yun hanya menjawabnya dengan derheman..


"Anak Menteri Sarjana, Xio Lin. Apa kau setuju ?" tanya Ibu Suri menatap putranya itu.


Mendengar nama Xio Lin, seketika jantung Kaisar Yun berguncang hebat..


"Terserah Ibunda.." ucap Kaisar Yun berlalu pergi..

__ADS_1


Ibu Suri yang melihat putranya, dia terkekeh.


"Sudah Ibunda duga, kau akan tertarik padanya Nak.."


__ADS_2