
Setelah beberapa jam..
Rombongan Kaisar Yun dan Xio Lin tiba di istana.
Xio Lin keluar dari dalam kereta dengan wajah lesu..
Sedangkan Selir Mei yang melihat Kaisar Yun, dia langsung turun dari tangga dan memeluk erat Kaisar Yun..
"Yang Mulia, hamba sangat merindukan Yang Mulia.." ucap Selir Mei di pelukan Kaisar Yun.
"Mei'er, berhati-hatilah. Kau tidak perlu berlari.." ucap Kaisar Yun mencium kening Selir Mei..
"Aku ada hadiah untuk mu, maaf tadi tidak bisa mengajak mu. Karna aku tidak tega membangunkan mu.." ucap Kaisar Yun tersenyum. Dia mengeluarkan sebuah cincin dan memasangkan di jari manis Selir Mei..
Sementara Xio Lin yang menyaksikan itu. Hatinya sakit, ia tidak tahan dengan pemandangan di depannya. Dia memilih pergi.
Setelah sampai di kediaman nya, Xio Lin langsung merebahkan tubuhnya.. Dia memejamkan matanya dan membukanya kembali. Seketika wajah Selir Mei dan Kaisar Yun terlihat di matanya..
Sial ! kenapa aku memikirkannya batin Xio Lin..
Dia duduk di ranjang nya, bersila dan menopang dagu..
"Kalian pergilah, siapa pun yang datang kesini. Aku tidak ingin di ganggu.." ucap Xio Lin. Dia pun membaringkan tubuhnya kembali..
Beberapa menit kemudian..
Terdengar langkah kaki, Xio Lin langsung memejamkan matanya. Pura-pura tidur..
krekk..
Langkah itupun semakin mendekat, Xio Lin lebih mengeratkan matanya.
"Ternyata kau sudah tidur. Aku ingin memberikannya pada mu.."
Laki-laki itupun mencium kening Xio Lin kemudian melangkah kan kakinya menuju meja rias. Dia meletakkan sebuah kotak. Kemudian kembali menatap Xio Lin dan berlalu pergi.
Setelah terasa aman, Xio Lin membuka matanya. Dia menghirup wangi tubuh pria itu yang tak lain Kaisar Yun. Lalu tatapannya teralihkan sebuah kotak berwarna biru di meja rias.
Xio Lin menatap kotak itu, kemudian membelakanginya.
__ADS_1
"Aku tidak ingin lebih terikat dengan mu.." ucap Xio Lin. Dia pun memejamkan matanya.
Ke esokan paginya.
Xio Lin bangun lebih siang, karna tubuhnya merasa lelah. Setelah menempuh perjalan yang lumayan jauh.
Xio Lin turun dari kasurnya menuju ke kolam pemandian yang bertaburan bunga mawar.
Xio Lin merendamkan tubuhnya hingga setengah jam..
Setelah selesai, Xio Lin menuju kediamannya. Alangkah terkejutnya Xio Lin melihat Kaisar Yun yang duduk di mejanya, menunggu kedatangan Xio Lin..
"Lin'er, kau sudah bangun. Dari tadi aku kesini menengok mu.." ucap Kaisar Yun lembut.
Seketika rekaman Kaisar Yun dan Selir Mei berputar kembali di otaknya..
Jika aku begini terus, aku bisa gila batin Xio Lin..
"Bisakah Yang Mulia keluar. Hamba ingin mengganti pakaian.." ucap Xio Lin datar.
"Lin'er, kau tidak perlu malu. Aku bahkan.."
Sebelum Kaisar Yun meneruskan perkataan nya. Xio Lin lansung menghentikannya.
Kaisar Yun hanya bisa mematung. Ketika mendengarkan ucapan Xio Lin.
Apa salah ku ? kenapa dia seperti ini ? batin Kaisar Yun.
"Yang Mulia, ini apa?" tanya pelayan Lu menatap sebuah kotak biru.
"Buang saja." ucap Xio Lin datar.
Kaisar Yun langsung menoleh..
"Lin'er, itu hadiah ku.." ucap Kaisar Yun.
"Aku tidak suka perhiasan.." balas Xio Lin.
Deg...
__ADS_1
Kaisar Yun merasakan sakit di hatinya. Diapun melangkah kan kakinya keluar kediaman.
Selang beberapa saat..
Para pelayan pun datang membawa hidangan.
Xio Lin yang telah selesai di rias. Dia pun menuju ke meja itu, untuk menyantap hidangan. Perutnya sungguh sangat lapar.
Sedangkan Kaisar Yun yang mulai menjauh dari kediaman Xio Lin. Dia menghentikan langkahnya. Hatinya merasa tidak enak. Saat menjauh dari kediaman Xio Lin.
Dengan langkah gusar, Kaisar Yun berlari kecil.
Brak..
Kaisar Yun membuka kasar pintu kediaman Xio Lin. Dia pun menghampiri Xio Lin yang akan menyantap sayur.
Saat mencium aroma yang Kaisar Yun kenal. Karna ketajaman penciumannya. Dengan sigap Kaisar Yun menepis sendok Xio Lin.
Xio Lin menganga, dia pun menatap tajam Kaisar Yun.
"Apa yang kau lakukan ?" bentak Xio Lin..
Kaisar Yun tidak memperdulikannya, justru dia mengambil mangkok yang berisi sayur itu. Dan menciumnya. Dengan kasar Kaisar Yun meletakkan mangkok itu di meja.
"Pengawal.." teriak Kaisar Yun.
Para prajurit pun masuk ke kediaman Xio Lin.
"Seret para pelayan dan masukkan kedalam penjara.." ucap Kaisar Yun dengan nada tajam dan dingin.
Para pelayan pun langsung bersujud dan membenturkan dahinya di lantai.
"Ampun Yang Mulia.." ucap para pelayan serempak.
"Apa yang kau lakukan ?" bentak Xio Lin, menatap tajam Kaisar Yun.
Kaisar Yun menatap Xio Lin, dia memeluk erat Xio Lin..
"Kau tidak apa-apa sayang. Maaf, maaf kan aku. Aku tidak menjaga mu dengan baik.." ucap Kaisar Yun mencium pucuk kepala Xio Lin.
__ADS_1
"Sayang, kau tidak memakannya kan. Di sayur itu terdapat racun yang sama persis dengan racun Selir Mei dulu.." tutur Kaisar Yun menatap khawatir Xio Lin.
Sedangkan Xio Lin hanya diam membeku..