Oh, Kaisar Ku

Oh, Kaisar Ku
permaisuri hatiku


__ADS_3

Pada malam harinya..


Benar saja Selir Mei melakukan hal itu,ia membakar kediamannya hanya untuk keluar dari istana barat..


Dengan cepatnya pelayan Chi mengambil minyak tanah di dapur, dengan langkah tergesa-gesa ia menyiram sekeliling kediaman itu dengan minyak tanah di bantu oleh Selir Mei..


"Cepat bakar dan kau mintalah pertolongan para prajurit.." ucap Selir Mei..


Pelayan Chi menyalakan api, lalu ia dengan segera mencari pertolongan para prajurit..


Prajurit pun akhirnya mengabarkan pada Jendral Chun.


"Apa istana barat kebakaran ?" tanya Jendral Chun dengan terkejut. Dengan langkah cepat Jendral Chun ke istana barat.


Disana ia melihat Selir Mei yang duduk di tanah dengan batuk-batuk..


"Kalian cepat tolong Selir Mei dan aku akan mengabari pada Yang Mulia.." ucap Jendral Chun dengan tegas memandang para pelayan yang sedang membantu Selir Mei..


Sampailah Jendral Chun di kediaman Xio Lin. Semenjak sakit Kaisar Yun tidak pernah tidur di kediaman nya. Ia memilih tidur di kediaman Xio Lin yang tidak ingin jauh darinya sejengkal pun..

__ADS_1


"Hormat hamba, Yang Mulia. Maaf menggangggu waktu Yang Mulia. Jendral Chun ingin menemui Yang Mulia.." ucap sang Kasim.


Jendral Chun yang sedang berbincang masa depan anaknya dengan Xio Lin. Dia pun dengan wajah kesalnya merasa terganggu akan kedatangan Jendral Chun..


"Dia lagi, dia lagi.." ucap Kaisar Yun geram..


Sementara Xio Lin yang tidur di lengan Kaisar Yun terkekeh. Di elusnya pipi Kaisar Yun dan menciumnya..


"Lihatlah dulu Yang Mulia. Siapa tau ? itu hal penting.." ucap Xio Lin mendaratkan ciumananya di kening Kaisar Yun..


"Baiklah, tapi harus ada bayarannya..."


"Maksudnya?" Xio Lin mengangkat salah satu alisnya, keheranan.


"Baiklah, cepat temui." ucap Xio Lin tersenyum. Ia hanya bisa pasrah akan ke adaan suami mesumnya itu. Tapi jika dipikir-pikir Xio Lin tidak akan rugi. Melihat wajah tampan Kaisar Yun sekaligus badan Kaisar Yun yang menurutnya sangat langka.


Kemudian Kaisar Yun tersenyum dan menuju ke arah pintu.


krek..

__ADS_1


"Ada apa ?" tanya Kaisar Yun dengan tegas.


"Istana barat kebakaran Yang Mulia ?" tutur Jendral Chun yang masih menunduk hormat.


"Lalu.."


"Hamba sudah membawa Yang Mulia ke kediamannya.."


"Baiklah, panggilkan Tabib. Aku mau menyelesaikan masalahku. Dan, jangan mengganggu ku lagi. Kau saja yang mengurusnya." ujar Kaisar Yun menatap tajam Jendral Chun, yang menurutnya mengganggu waktu berharganya itu.


Brak..


Kaisar Yun menutup pintu kediaman Xio Lin dengan kasar, yang mampu membuat Jendral Chun dan yang lainnya terkejut.


"Siapa Yang Mulia ?" tanya Xio Lin melihat Kaisar Yun membuka kelambu ranjangnya.


"Hah, hanya orang pengganggu saja." jawab Kaisar Yun menghela nafas dan melanjutkan apa yang ia inginkan sedari tadi.


Sepanjang malam Kaisar Yun merasakan kenikmatannya dengan Xio Lin, ia meminta lagi dan lagi hingga tubuh Xio Lin lemas dan lemah akan kekuatan Kaisar Yun yang membuat dirinya seakan melayang.

__ADS_1


"Yang Mulia, bagaimana jika esok pagi aku tidak bisa jalan.." lirih Xio Lin..


"Makanya tidurlah, besok adalah hari yang aku tunggu. Selamanya kau akan menjadi Permaisuriku di istana ini dan di hatiku.." ucap Kaisar Yun mencium kening Xio Lin dan memeluk erat tubuh Xio Lin..


__ADS_2