Oh, Kaisar Ku

Oh, Kaisar Ku
kejujuran


__ADS_3

Xio Lin menaikkan satu alisnya, ia keheranan jawabannya calon Selir di depannya itu.


Jujur saja, ia tidak suka dengan keadaan sekarang. Ingin rasanya Xio Lin mengusirnya, memarahinya. Namun, karna menjaga image, ia harus bersabar.


"Aku tidak ada waktu, cepat katakan."


"Sebaiknya, Permaisuri lebih memperhatikan Yang Mulia."


"Apa kau sengaja menyindirku ?" tanya Xio Lin menatap tajam.


glek..


Seketika tubuhnya menggigil, gemetaran melihat tatapan Xio Lin, seakan ingin melahapnya hidup-hidup.


"Ampun Yang Mulia, hamba tidak bermaksud seperti itu. Hanya saja, hamba tidak menginginkan posisi Selir. Hamba mohon bantu hamba untuk membatalkan pernikahan ini. Hamba akan menceritakan apa saja tadi yang di perbincangkan dengan Yang Mulia." tuturnya menunduk hormat.


"Dan hamba tadi, tanpa sengaja mendengarkan pembicaraan Yang Mulia.."


flasback..


Sebelum Xio Lin masuk ke kediaman Kaisar Yun, ia menghentikan langkah kakinya ketika mendengarkan pembicaraan yang sangat serius..


"Ya, aku membutuhkan racun itu."


"Ampun Yang Mulia, untuk apa Yang Mulia membutuhkan racun itu ?"

__ADS_1


"Kau tidak perlu tau, kau siapkan saja racun itu setelah Putra Mahkota lahir dan tadi apakah Permaisuri meminum obat itu ?"


"Ampun Yang Mulia, Permaisuri menolak meminum obat itu.."


"Sudah ku duga, pasti dia menyangkanya itu adalah racun. Tapi aku sudah menemukan solusi dari permasalahan ini. Aku tidak bisa mengkhianati Permaisuri, tapi aku tidak bisa kehilangannya. Maka dari itu setelah Putra Mahkota lahir, aku akan meminum obat itu.."


"Ampun Yang Mulia, pikirkan lah nasib istana dan Putra Mahkota." timpal sang Kasim lalu bersujud di ikuti Tabib istana..


"Selama ini aku tidak pernah meragukan kesetiaan mu. Tapi aku tidak bisa kehilangannya. Maka dari itu aku ingin kau menjaga Putra ku kelak. Seperti kau menjaga ku." ucap Kaisar Yun menatap kosong dan tanpa sadar mengeluarkan air matanya.


"Yang Mulia,," ucap Kasim mengeluarkan air matanya. Ia sungguh tak menyangka akan cinta Kaisar Yun pada Permaisurinya. Hingga memutuskan hal konyol seperti itu. Entah ia bisa merahasikan nya atau malah sebaliknya.


"Rahasiakan ini, jangan sampai ada yang tau."


flasback off.


"Dan hamba juga mengatakan sesuatu, sebenarnya pernikahan ini hanya untuk sementara waktu. Yang Mulia berniat ingin menikahkan hamba dengan Pangeran. Karna hamba hanya mencintai Pangeran.."


"Apa kalian saling mencintai ?"


"Benar Yang Mulia.."


"Baiklah, kau sekarang boleh pergi. Aku akan menemui Yang Mulia." ucap Xio Lin beranjak pergi.


Sampailah Xio Lin di kediaman Kaisar Yun. Tanpa basa basi Xio Lin langsung membuka pintu dan melihat Kaisar Yun menatap keluar jendela dengan tatapan kosong. Bahkan sang Kasim yang ada di sampingnya, hanya menasehatinya agar tidak larut dalam pikirannya.

__ADS_1


"Yang Mulia, beristirahatlah. Yang Mulia harus menjaga kesehatan Yang Mulia.."


Namun Kaisar Yun hanya diam, tidak menanggapinya..


Xio Lin yang melihat nya, menimbulkan rasa sakit di hatinya. Apalagi semenjak ia tau kejujuran putri Lan Yu. Langkah kakinya pun kini menghampiri Kaisar Yun yang tampa sadar akan kedatangannya.


Sang Kasim yang melihat kedatangan Permaisuri, memberikan hormat dan berniat pergi, memberi waktu kepada junjungannya untuk menyelesaikan masalahnya.


Xio Lin memeluk Kaisar Yun dari belakang, hingga membuat Kaisar Yun terkejut saat kedua tangan putih dan mulus itu memeluknat erat.


"Yang Mulia, kenapa Yang Mulia melamun ?" tanya Xio Lin dengan lembut.


Kaisar Yun terkejut akan sikap Xio Lin, tadi dia marah dan sekarang malah bersikap lembut.


"Yang Mulia tidak perlu khawatir, hamba tidak akan meninggalkan Yang Mulia. Mari kita mencari solusinya.."


Kaisar Yun melepaskan pelukan Xio Lin dan membalikkan badannya. Hatinya begitu tenang dan bahagia. Bahkan ia tidak bisa menggambarkan kebahagiaan nya saat ini dan langsung memeluk Xio Lin. Ia terharu hingga meneteskan air matanya.


"Benarkah ! kau tidak akan meninggalkan ku ?"


"Ya, Yang Mulia. Jadi jangan bersedih lagi.."


Xio Lin melepaskan pelukannya dan menghapus jejak air mata yang membasahi pipi mulus Kaisar Yun..


Cup

__ADS_1


Xio Lin berjinjit, mencium Kaisar Yun dengan lembut. Kaisar Yun yang mulai membuncah gairahnya. Lantas, ia menggenodong Xio Lin menuju ranjangnya. Hingga mereka terbuai keduanya dan menuntuskan nya di ranjang.


__ADS_2