Oh, Kaisar Ku

Oh, Kaisar Ku
gak selevel


__ADS_3

Sepanjang malam Kaisar Yun memeluk erat Selir Mei, namun hatinya menerawang pada wajah Xio Lin saat pertama kali bertemu dengannya..


Saat itu pula detak jantung Kaisar Yun berirama dengan cepat..


Aku pasti gila, bisa-bisanya aku memikirkan wanita aneh itu batinnya...


Karna merasa resah, Kaisar Yun melepaskan pelukannya dengan hati-hati, agar Selirnya itu tidak terbangun..


Setelah lepas dari pelukan Selirnya, Kaisar Yun bergegas menuju kediamannya dan mengganti hanfunya dengan hanfu hitam tak lupa juga dia menggunakan penutup wajah..


Seperti biasa Kaisar Yun akan menemui Xio Lin..


Sampai di kediaman Xio Lin, Kaisar Yun melihat penjagaan yang sangat ketat di kediaman.


Tatapannya teralih, melihat seorang gadis, menopang dagu duduk di jendelanya menatap sang bulan..


"Cantik !" gumam Kaisar Yun, dengan sigap Kaisar Yun menghampirinya dan muncul di samping Xio Lin bersandar di pintu jendelanya..


"Cantik.." ucap Kaisar Yun sambil melipatkan kedua tangannya..


"Hem,, untuk apa kau datang kesini?" tanya Xio Lin melirik Kaisar Yun. "Tidak mungkin kau jalan-jalan atau nyasar kesini.." ucap Xio Lin dengan nada ketusnya..


"Aku merindukan mu nona.." ucap Kaisar Yun terkekeh..


"Cih ! aku memang cantik. Tapi maaf, kau bukan level ku.." balas Xio Lin memutar bola matanya..


"Kau juga bukan level Kaisar Yun.." ucapnya tanpa dia sadari.


"Kaisar Yun ??" ucap Xio Lin menatap Kaisar Yun yang penuh selidik..


"Cih, sampai mati pun aku tidak akan mengatakan di tampan, hah dasar beruang es.." ucap Xio Lin dengan kesalnya..


"Kau menyebut Kaisar Yun dengan beruang es ?"

__ADS_1


Seketika raut wajah Kaisar Yun berubah menajadi merah padam.


"Memang kenapa ? toh dia juga gak tampan gak selevel sama pria idaman ku.." ucap Xio Lin tersenyum-senyum mengingat artis-artis Korea di zamannya..


Kaisar Yun menatap Xio Lin dengan tatapan tajam. Dia pun menghembuskan nafas kasarnya itu.


"Kaisar Yun tidak akan menyukai dada rata seperti mu.."


Xio Lin yang mendengarkan hal itu.. "Kau !!" Xio Lin menunjuk dengan jarinya..


Tanpa disadari tubuh Xio Lin tidak seimbang, hingga jatuh keluar jendela. Namun dengan sigap Kaisar Yun memeluk erat Xio Lin. Dan kini tubuh Xio Lin berada di atas tubuh Kaisar Yun..


Pandangan mereka pun bertemu, jantung mereka seakan ingin meledak saat ini juga. Kaisar Yun tidak mampu mengkedipkan mata melihat kecantikan dewi bulan. Dengan sinar cahaya bulan itulah Kaisar Yun melihat wajah Xio Lin yang menurut memancarkan aura sang bulan..


Xio Lin yang kesal, dia membenturkan dahinya ke dahi Kaisar Yun..


"Awww... kenapa kau membenturkan dahi mu ?"


Kaisar Yun tersenyum, melihat wajah Xio Lin yang kesal yang menurutnya sangat menggemaskan..


Xio Lin menggigit bibir bawahnya, dia memberontak di pelukan Kaisar Yun. Tanpa di sadari paha Xio Lin menyenggol sesuatu yang menurutnya sangat keras. Dia pun berhenti memberontak..


"Nona, apa kau ingin menggoda ku.." bisik Kaisar Yun di telinga Xio Lin..


Xio Lin yang bersemu merah, lantas dia memberontak sekuat tenaga dan bangun.


"Si,, siapa yang menggoda mu. Aku tidak menggoda mu. Hanya saja otak mu mesum.." gerutu Xio Lin yang memalingkan wajahnya..


"Nona jangan malu-malu, kau bisa kapan pun menyentuhku.."


"Dasar otak eror, pergilah aku tidak ada waktu meladeni mu.." ucap Xio Lin..


Dia pun masuk melewati jendela, Namun hanfu Xio Lin tersangkut oleh paku di jendelanya hingga terdengar sobekan.

__ADS_1


Xio Lin menatap hanfunya yang sudah robek, memperlihatkan jenjang putih mulus pahanya..


Sementara Kaisar Yun terkekeh yang di buat Xio Lin..


"Nona kau sungguh berani menggoda ku.."


"Kau, siapa yang menggoda mu dasar otak eror.." bentak Xio Lin, lagi-lagi dia kesal di buat laki-laki di depannya..


"Pfuuf,, mulus sangat mulus.." ucapnya menatap paha Xio Lin..


"Jika aku bertemu dengan mu, aku selalu mendapatkan kesialan." teriak Xio Lin menatap tajam laki-laki di depannya itu..


Hal itulah yang membuat ku semakin tertarik pada mu nona, aku ingin tau sampai kapan kau akan bertahan. Aku akan secepatnya membuat mu menjadi milikku batin Kaisar Yun menyeringai di balik penutup wajahnya..


"Nona, ingat jangan ceroboh lagi. Lain kali aku tidak akan melepaskan mu.." ucap Kaisar Yun berlalu pergi..


"Dasar otak sinting.." teriak Xio Lin..


Dor,, dor..


"Nona, nona tidak apa-apa ?" teriak pelayan Lu..


Xio Lin sadar teriakannya tadi membuat pelayan Lu mendengarkannya. Di pun menutup jendelanya dan menutup hanfu sobekan nya dan menuju ke arah pintu lalu membukanya..


"Nona, nona tidak apa-apa ? kenapa tadi nona berteriak ? apa ada sesuatu ?" tanya pelayan Lu yang menatap khawatir..


"Itu ya, maaf. Tadi aku hanya bermimpi di gigit kepiting.." jawab Xio Lin sambil cengengesan.


"Digigit ?" pelayan Lu yang mendengarkannya, menatap keheranan..


"Tidak terjadi apa-apa, kau istirahatlah.." ucap Xio Lin dia langsung menutup pintunya..


Xio Lin menuju lemarinya dan mengganti hanfunya yang sudah robek, kemudian menjemput alam mimpinya.

__ADS_1


__ADS_2