Oh, Kaisar Ku

Oh, Kaisar Ku
hamil


__ADS_3

Sedangkan Xio Lin dan Kaisar Yun, kini mereka makan bersama di sertai canda tawa. Sesekali Xio Lin menjahili Kaisar Yun, ia menyodorkan sendoknya ke mulut Kaisar Yun. Namun, saat Kaisar Yun mulai menganga. Dengan senyum jahilnya Xio Lin mengarahkan sendok itu ke mulutnya..


"Lin'er,," ucap Kaisar Yun kesal. Namun ia merasa gemas melihat Xio Lin yang meliriknya sambil mengunyah makanannya..


Selang beberapa saat.


"Hoeekk.."


Xio Lin menutupi mulutnya, ia sungguh sangat mual setelah memakan hidangan laut.


"Cepat panggilkan Tabib.." teriak Kaisar Yun melihat Xio Lin yang kembali mual.


"Yang Mulia. Hamba tidak apa-apa.." ucapnya menatap Kaisar Yun.


"Tidak apa-apa bagaimana? kau mual seperti ini.." ucap Kaisar Yun yang sangat mengkhawatirkan Xio Lin nya..


"Mungkin hamba hanya masuk angin."


Kaisar Yun langsung mengangkat tubuh Xio Lin dan membaringkan di ranjangnya.


"Yang Mulia, hamba tidak apa-apa.." ucapnya..


Selang beberapa saat..


Tabib pun datang dan menunduk hormat.

__ADS_1


"Kenapa diam saja, cepat periksa.." bentak Kaisar Yun, ia sungguh sangat takut akan terjadi apa-apa dengan Selirnya itu.


Tabib itu pun terkejut dan langsung memeriksa denyut nadi Xio Lin.


Setelah selesai memeriksa, Tabib istana membalikkan dirinya kesamping menghadap Kaisar Yun.


"Yang Mulia jangan khawatir, hamba mengucapkan selamat. Yang Mulia telah mengandung putra mahkota." tutur Tabib istana..


Kaisar Yun yang mendengarkannya, kebahagian yang ia tunggu-tunggu. Pada akhirnya ia rasakan.


Sementara Xio Lin tersenyum menatap Kaisar Yun yang meneteskan air mata bahagia..


"Keluarlah.."


Tabib dan para pelayan itu pun menunduk hormat, meninggalkan kediaman itu. Menyisakan kedua orang yang sangat bahagia.


Xio Lin menggenggam tangan Kaisar Yun dan mengangkatnya, membiarkan tangan Kaisar Yun memegangi perutnya..


"Ini putra Yang Mulia.." ucap Xio Lin tersenyum.


"Lin'er, besok aku akan mengadakan upacara pengangkatan Permaisuri. Jadi, bersiaplah. Hanya kau yang pantas menjadi Permaisuriku.." ucap Kaisar Yun.


Xio Lin hanya membalasnya dengan anggukan..


"Hormat hamba, Yang Mulia. Hamba mengantarkan obat untuk Selir.." ucap salah satu pelayan yang membawa nampan..

__ADS_1


"Tunggu, sebelum memberikan obat, makanan atau minuman. Kalian harus memeriksanya.." perintah Kaisar Yun dengan tegas..


Keda pelayan yang di perintahkan Kaisar Yun mengambil obat itu dengan dan mencicipinya menggunakan sendok. Namun, tidak ada reaksi yanh membahayakan..


Setelah melihat mereka baik-baik saja. Kaisar Yun mengambilnya dan membantu Xio Lin meminumnya..


"Yang Mulia, hamba tidak ingin meminumnya lagi, ini sungguh sangat pahit.." ucap Xio Lin yang menahan tenggorokannya agar onat itu tidak keluar dari mulutnya..


"Ada yang manis dari obat ini." ucap Kaisar Yun tersenyum licik. Ia pun membuka telapak Xio Lin yang menutupi mulutnya. Dengan sigap Kaisar Yun mencium lembut Xio Lin.


Xio Lin yang mendapatkan serangan dadakan, ia hanya membulatkan matanya.. Tatapan merekapun saling bertemu. Kaisar Yun menatap Xio Lin agar membuka mulutnya. Xio Lin pun merasa terhipnotis dan akhirnya membuka mulutnya. Memberikan celah agar Kaisar Yun menciumnya lebih dalam.


Sementara para pelayan dam Kasim langsung keluar. Mereka tidak berani melihat apa yang dilakukan oleh sang penguasa.


Sedangkan disisi lain...


Selir Mei yang mendengarkannya, dia pun mengobrak abbrik kediamannya itu. Hingga kediamannya berantakan dimana mana..


"Sialan, kenapa dia harus hamil.." teriak Selir Mei saat mendengarkan kehamilan Xio Lin dari pelayan Chi..


"Yang Mu.."


"Agrrh,, diam !" bentak Selir Mei menghentikan perkataan pelayan Chi yang ingin menenangkannya..


"Aku harus keluar dari kediaman ini, aku harus membunuhnya.." teriak Selir Mei..

__ADS_1


"Chi, malam ini kau harus menjalankan perintahku.." ucap Selir Mei dengan mengepalkan tangannya...


__ADS_2