
Dev mengepakkan sayapnya ke angkasa mengitari bumi sambil menatap pemukiman manusia.
Terbang tinggi di angkasa sebagai seekor burung hantu, Kehadiran Burung hantu yang sangat elegan di langit Jerman membuat gempar seluruh isi negeri itu khususnya di kota Berlin.
Seperti yang kita ketahui, Burung Hantu adalah hewan nokturnal alias hewan beraktivitas di malam hari sehingga penglihatan burung hantu normal tidak akan berfungsi dengan baik jika di siang hari.
Namun fenomena langka terjadi hari ini di negeri Jerman, seekor burung hantu berwarna putih dengan ujung-ujung sayapnya berwarna emas mengkilat, tubuh yang besar, sayap-sayapnya yang Kokoh kini terbang mengitari kota Berlin.
"Wahhh... ini fenomena langka, 20 tahun lalu juga terjadi tetapi di malam hari!" celetuk salah satu warga.
"Bagai bisa seekor burung hantu seelegan itu dan,lihatlah dia terbang di siang hari tanpa menabrak apa pun, penglihatannya normal!!" ucop yang lain me atap kagum ke arah Dev.
wisshhh...
wossshh....
wisshhh...
Dev terbang mengitari langit Berlin, sambil menatap orang-orang yang melihatnya dengan tatapan tak percaya bahkan sampai mengabadikan momen tersebut.
"Arhhhh ini rasanya terbang di atas langit bebas, menyenangkan sekali wohoooooo!!!" teriak Dev sambil tersenyum bahagia merasakan sapuan lembut angin menyentuh bulu bulunya yang tebal.
"Ck... tapi siapa yang berani mengacaukan pekerjaanku grhhhh ini membuatku kesal, harusnya aku bersenang-senang dengan roh Dolosus itu," gumam Dev mengingat kejadian tadi.
"Api dan sulur duri pengikat roh, siapa yang mampu melakukan itu, jika ada dia mungkin pekerjaan kami akan sedikit terbantu," ucap Dev lagi.
"Arhhh... terbantu sih iya tapi kan nggak seru, ini sama seperti yang dilakukan kakek tua 500 tahun lalu, huhh...merusak moodku saja," gerutu Dev yang terbang melaju tinggi ke atas awan dan....
fluufffhhhh....
Dev menghilang dari pandangan para manusia yang masih menatapnya dengan kagum.
"Menghilang, burung itu menghilang!" ucap mereka tak percaya.
"Astaga!!! burung itu tadi jelas jelas kurekam tapi tak ada apa apa disini!" teriak yang lain.
"Haaa?" mereka melongo.
"Disini juga tak ada!" ucap yang lain.
"ya Kau benar, tak ada sosoknya dalam foto yang kuambil tadi!" ucap yang lain lagi.
Kini terjadilah keributan diantara mereka semua, fenomena aneh apa ini,dan kenapa hewan itu bisa tidak terekam dalam ponsel mereka?
"Jangan-jangan itu roh penjaga hutan Hitam!!!" teriak yang lain panik.
"astaga kau benar, rumornya hutan itu dijaga roh burung hantu paling kejam di dunia, jangan jangan itu dia!!" pekik yang lain histeris.
__ADS_1
"Arhhhh.... tiiidaaakkkk!!!" teriak mereka ketakutan lalu berlarian pulang ke rumah masing-masing.
Debora menatap heran pada mereka semua, dia berjalan saja dengan santai sedangkan matanya terus tertuju pada hewan nokturnal yang sebenarnya masih mengitari langit Berlin meski kini dalam rupa roh burung hantu.
"ck... ck... ck... hanya itu saja kalian takut, padahal kalian tidak diserang, dasar aneh!" celetuk Debora sambil geleng-geleng kepala melihat masyarakat yang ketakutan karena melihat penampakan yang dirumorkan sebagai penjaga hutan hitam.
"Bor, kamu nggak takut? rumornya roh penjaga itu membawa kematian loh," ucap Para roh yang berjalan di belakang Debora.
"Dia bukan membawa kematian kak, Dia mengumpulkan kematian dan memberikan tempat bagi roh yang berkeliaran seperti kalian," ucap Debora.
"Ha? darimana kamu tau?"tanya roh yang lain.
"Seseorang pernah memberitahukan hal itu padaku, dan suatu saat nanti aku akan bertemu dengannya secara langsung, " ucap Debora dengan tatapan tak bisa diartikan, menatap Dev yang meliuk kesana kemari seperti sedang menari nari di antara awan.
"Siapa!" tanya mereka.
"Ada deh, kepo banget sih, " ledek Debora sambil berjalan menjauhi mereka.
...****************...
Roh Dolosus diseret dengan paksa memasuki area hutan hitam dimana kekuatan roh mana pun tak berlaku disini, yang ada hanya ketenangan dan kedamaian serta rintihan kesakitan dari para Legion.
"arhhh lepaskan aku!!" teriak Dolosus mulai melemah, duri dan api itu benar-benar mengikatnya dengan kuat.
"tidak sebelum tuan Dev tiba!" ucap Frank sambil membawa roh itu ke halaman depan kastil selatan tempat dimana Locus Tormentis di letakkan.
woshhhh....
woshhhh...
Drapp....
tap... tap... tap
Dev mendarat seketika itu juga dia berubah menjadi sosok manusia setengah burung hantu. Kepalanya sosok burung hantu dengan kontur wajah seperti manusia, tubuhnya tubuh lelaki dewasa, di punggungnya ada sayap panjang dan besar dan di kepalanya ada sebuah tanduk kecil di bagian kiri kepalanya.
Dev berjalan mendekati roh Dolosus yang kini diletakkan di depan kastil selatan tepatnya di depan pintu gerbang Loctis.
"Bawa dia ke dalam Loctis dan berikan dia hukuman cambuk seribu kali, setelah itu bawa dia ke pohon Legion dan kunci roh penipu ini disana!" titah Dev yang membuat para penuntun roh sedikit bingung.
"Kenapa ? apa kalian bingung ? dia sudah diikat begitu aku mungkin saja menyiksanya lebih tapi aku sebagai mantan manusia masih punya sisi kemanusiaan, sana bawa saja dia, jangan lepaskan sulur api itu!" ucap Dev.
"ck.. ck.. tuan, kau sama saja tetap menyiksanya secara tidak langsung, sisi kemanusiaan apanya?" ledek Frank.
"Fraaankkk!!!" teriak Dev marah.
"Eh iya tuan Iya kami melaksanakan perintah, kalau begit saya pergi dulu!" ucap Frank.
__ADS_1
"sana pergi syuh..syuh..." usir Dev.
Frank hanya bisa geleng-geleng kepala dengan sifat aneh Dev ini. Jika mungkin manusia lain yang dikutuk menjadi burung hantu, mungkin mereka akan sedih dan terpuruk selama seribu tahun hidup bahkan lebih.
Tapi berbeda dengan Dev yang tampak teramat menikmati hidupnya sebagai pelindung hutan hitam dan sebagai penuntun arwah orang mati menuju pohon persin untuk sementara waktu.
"ck... ck... ck, siapa gerangan yang merusak rencanaku" gerutu Dev sambil menggaruk kepalanya dengan cakar tajamnya itu.
"Hey kau roh penuntun, apa kau melihat siapa yang melakukan hal itu pada roh Dolosus itu?" tanya Dev pada salah satu burung hantu penuntun roh itu.
"Ah saya melihat seorang gadis muda tuan, saat dia mencengkram roh penipu itu, tiba-tiba kabut hitam dan api merah menyelimuti tubuh roh Dolosus yang menyamar sebagai anak perempuan untuk menipu wanita itu," ucap Roh penuntun arwah itu.
"Gadis? kau yakin itu seorang gadis atau seorang nenek? " celetuk Dev.
"Seorang gadis tuan," ucap roh penuntun.
"Hmmm baiklah, sana kembali ke tempatmu!" ucap Dev.
"Gadis? hmm siapa gerangan ini?" batin Dev.
Dev terus memikirkan siapa kiranya yang melakukan hal semenakjubkan itu, dia memikirkannya semalaman hingga tak terasa hari sudah berlalu dan matahari telah kembali bertahta menyinari sang bumi namun tidak dengan hutan hitam.
Di sisi lain negeri itu, Bora sedang berjalan menuju kampus, dia memiliki jadwal kuliah di siang hari, namun ada yang aneh, tak ada satu pun roh maupun binatang yang menyapanya sepanjang perjalanan hari ini.
Rencananya Bora akan mengurus kepindahannya dari universitas tempat dia kuliah sebab tiga hari Lagi Bora akan pindah ke Finlandia.
Bora mengenakan celana jeans hitam, kaos putih dan jaket tebal sebab cuaca cukup dingin hari ini.
Gadis cantik itu berdiri di depan halte yang sepi sebab ini masih jam kerja dan waktu belajar bagi anak sekolah.
Saat di halte bus, tiba-tiba sebuah sedan hitam berhenti di depannya. Dua orang pria berpakaian hitam dan masker hitam menghampiri.
"ikut kami!" ucap mereka.
"eh.. lepaskan aku.." teriak Bora meronta-ronta saat kedua pria berbadan besar itu menarik paksa lengannya.
bughh
"arghh.." Bora tak sadarkan diri setelah dipukul di bagian tengkuknya.
"Yes berhasil!" seru dua wanita di mobil belakang sedan hitam itu.
.
.
.
__ADS_1
like, vote dan komen 😉😉😉😊😉