Oh My Dev-iil

Oh My Dev-iil
Danger


__ADS_3

Dev menatap gadis itu dengan tajam,” kau pikir aku akan tertipu pada roh busuk sepertimu wahai iblis?” ucap Dev sambil menatap mata gadis itu.


Beberapa saat lalu dia mendengar keributan di dalam mansionnya, sebenarnya Dev menyembunyikan Debora di kamar lain dan dia memastikan kalau gadisnya itu masih terlelap dengan tenang di dalam kamarnya, lebih tepatnya di dalam kamar Dev.


Dia keluar sebentar untuk melihat kawasan hutan hitam dari atas atap mansionnya, bagaimana bisa kelihatan? Tentu bisa, karena semuanya menggunakan sihir.


Dia mendengar suara ribut ribu di bawah dan suara Debora yang menangis memanggil manggil namanya, bukannya tadi dia baru saja ditinggal kan oleh Dev, tapi kenapa secepat itu Debora bangun, cukup aneh pikir Dev.


Dev masuk ke rumah dan melihat Debora menangis di atas lantai, tidak seperti biasanya jika gadis itu marah atau menangis dia akan menghentak hentakkan kakinya di atas lantai dan memukul kepalanya sendiri, dia tidak akan menangis seperti anak kecil.


Awalnya Dev hampir percaya kalau itu adalah Debora, sehingga tanpa curiga dia mendekati gadis itu.


Debora yang biasanya baru bangun pagi pasti akan langsung memanggilnya pak tua atau sebutan sebutan aneh lain, tapi hari ini Debora memanggilnya dengan namanya secara langsung.


Dev hapal kebiasaan Debora jika menangis, dia akan malu jika menangis di depan orang lain tidak seperti saat dia lihat debora menangis keras di depan para pelayan.


Dev membalas pelukan Debora yang menangis, bahkan sampai Debora menyatakan cintanya pada Dev, hal yang tidak akan pernah dilakukan Debora karena gadis itu menunjukkan cintanya melalui perbuatan.


Jika Debora akan menyatakan cintanya maka dia tidak akan melakukan hal seperti itu, Debora pasti akan mengecup Dev terlebih dahulu.


Belum lagi saat Debora menyatakan cintanya yang muncul adalah kabut abu abu dan merah bukan cahaya biru, bahkan lurik yang hanya dimiliki oleh mereka berdua tidak aktif saat mereka berpelukan.


Lurik itu akan selalu muncul jika mereka berpelukan ataupun ada dalam posisi yang berdekatan atau bersentuhan.


Ternyata gadis yang ada di depan dev itu bukanlah Debora melainkan roh iblis yang menyamar menjadi manusia. Dev sengaja melirik ke bawah, dia melihat kaki gadis itu buntung di bagian kanan samapi paha.


“Hahahahahahahahh jadi sudah ketahuan ya sayang hahahahahah,” Debora jadi jadian itu tertawa terbahak bahak melihat Dev yang mencekik lehernya dengan percuma sebab api abadi tak akan mempan pada manusia yang dirasuki roh iblis.


Debora jadi jadian itu berubah menjadi sosok aslinya, sorang wanita berwajah pucat yang seharusnya sudah meninggal sejak sebulan lalu. Seorang penyandang disabilitas yang ditabrak oleh sebuah truk, gadis yang juga bisa melihat dunia roh namun tak sehebat Debora.

__ADS_1


Tubuh gadis itu di pakai iblis sebagai media untuk menyamar.


“Akhirnya kau menunjukkan wujudmu wahai mahluk jadi jadian, beraninya kau menyamar menjadi kekasihku, hah sungguh akting yang bagus,” ucap Dev sambil mencekik tubuh itu dengan kuat namun tak ada gunanya, yang ada tubuh itu yang hancur, iblis itu tidak merasa sakit sama sekali.


Iblis yang di hadapi Dev hari ini adalah si raja setan yang terlepas dari tubuh dewa kematian seribu tahun yang lalu, yang banyak memakan jiwa manusia yang masih hidup.


Dia semakin kuat setiap harinya karena memakan roh manusia yang seharusnya belum mati tetapi dibunuh oleh roh itu membuat tatanan kehidupan kacau.


“Hahahaha kekasihmu itu ya? Hahah dia akan menjadi pengantinku makhluk naif, dia adalah anak spesial dengan tanda bintang di lehernya, dengan menjadikannya milikku maka dia akan melahirkan anak anak setan yang akan menguasai Dunia hahaha, aku hanya ingin mengatakan maaf aku sudah mengambil kekasihmu hahahah,” roh itu tertawa lalu keluar dari tubuh manusia yang dirasukinya itu dan berubah menjadi rupa Dev saat menjadi manusia.


Sraaakkkk....


Klotang....


Dev diikat dengan rantai pengikat roh untuk menahan Dev disana.


Grrrhhhhh...........


“Lepaskan akuuuuuu.......” teriak pria itu namun sia sia, roh itu menguncinya dengan kubah hitam membuatnya tidak tampak padahal dia ada di dalam mansion itu.


Dev meronta ronta, namun semakin banyak dia bergerak semakin kencang pula ikatan rantai setan itu membuat Dev tersiksa. Rantai itu bukan hanya menyiksa Dev tetapi juga menyerap kekuatannya.


Di saat seperti ini dia sangat membutuhkan bantuan Xavier untuk melepaskan rantai itu, namun seluruh tempat itu sudah di tutupi dengan kuasa gelap, bahkan semua pelayan yang menjaga mansion itu sudah ada di bawah kendali roh jahat itu.


Dev meronta ronta pikirannya saat ini tertuju pada Debora yang tengah terlelap di dalam kamar Dev.


Dia benar benar panik saat ini, Debora dalam bahaya pikirnya, dia tak bisa lepas rantai itu menyerap tenaganya membuat Dev melemah, dia kembali ke wujud burung hantu seperti saat dia dik utuk oleh Alifer seribu tahun lalu.


“Bagaimana ini? Debora.... tidak.... jangan sentuh diaaaa..... kenapa ini sangat kuat lepaskan akuuuu,” teriak Dev dari balik kubah hitam itu.

__ADS_1


“Hahahahahah....... sudah ku bilang semua usahamu akan sia sia Dev, kau taka akan pernah bisa lepas dari kutukan itu, jadi terima saja tawaranku untuk masuk ke dalam dirimu dan selamatkan kekasihmu itu hahahahaaha, dia akan memakan kekasihmu Dev dia akan menghancurkan gadis itu, dia akan membuatnya melahirkan banyak anak untuk nya,”ucap Demon roh kutukan yang terkunci di dalam diri Dev yang asli.


“Diam kau sialan, beraninya kau bernegosiasi denganku di saat seperti ini, sampai kapan pun aku tak akan mengkhianati Xavier,” ucap Dev dnegan tegas yang malah membuat roh Demon itu tertawa terbahak bahak mendengar jawaban Dev yang selalu menolaknya.


“Pergiiii kauuuu...” teriak Dev marah, tampak kilatan merah keluar dari mata roh burung hantu itu.


“Hahahahaha...... hahahahah panggil aku kalau kau setuju akau akan dengan senang hati membantumu, aku sama dengan roh iblis itu hahahahah hahahaha....” roh itu tertawa terbahak bahak sambil meninggalkan Dev disana sendirian.


Pikiran Dev benar benar kacau saat ini, dia benar benar tak bisa berpikir jernih apalagi dengan kondisi seperti ini, Debora butuh bantuannya.


Sementara itu di rumah besar keluarga Miller, Nyonya Miller berteriak histeris saat dia masuk ke dalam kamar putrinya, sebab Gretta tergeletak di atas lantai dengan berlumuran darah dan pisau yang tertancap di perut dan tangannya yang di gores.


Lantai putih kamar itu berlumuran dengan darah anak gadis nyonya Helen yang tidak sadarkan diri, darahnya masih mengalir, tampaknya kejadian itu baru saja terjadi.


“Grettaaaa........” pekik Nyonya Miller sambil terduduk di atas lantai, teriakannya membuat seisi mansion itu panik dan berlari pontang panting ke tempat dimana nyonya Miller berada.


Mereka semua sama terkejutnya dengan apa yang terjadi pada Gretta.


Tuan Miller segera berlari menghampiri istrinya, matanya terbelalak saat melihat putrinya tergeletak dengan kondisi mengenaskan.


“to... tolong aku....” lirih gadis malang itu.


Tuan Miller mendekat, dia panik melihat putrinya seperti itu, “ Cepat telepon ambulance,” teriak tuan Miller panik, dia hanya bisa menekan perut Gretta agar tidak keluar darah lebih banyak.


Nyonya Miller malah pingsan tak sadarkan diri, benar benar sebuah kekacauan yang mengerikan.


.


.

__ADS_1


.


Like Vote dan komen


__ADS_2