
Tiga buah mobil sedan hitam masuk ke pekarangan rumah keluarga Miller. Tuan dan Nyonya Miller serta Gretta cukup terkejut dengan kedatangan tiga buah mobil sedan yang terbilang cukup mahal itu.
"Mom siapa?" bisik Gretta.
"Mungkin teman bisnis Dad, kamu lihat mobil mereka itu mobil mobil mahal Gretta," bisik Nyonya Miller pada Gretta.
"Iya Mom benar, mobil seperti itu hanya dimiliki oleh orang yang sangat kaya," balas Gretta.
Seorang pengawal bertubuh tegap dengan simbol burung hantu di pergelangan tangannya keluar dari mobil sedan itu dan tampak berbicara dengan sosok pria yang ada di dalam mobil sedan yang lainnya.
"Mom pria itu tampan sekali!" bisik Gretta.
"Dad kenal siapa mereka?" tanya Gretta antusias saat dia melihat dengan jelas wajah Dev yang sangat tampan dan berkharisma.
Tuan Miller menatap lama ke arah Dev, seketika matanya terbelalak saat tau siapa sosok di dalam mobil mewah itu.
"Astaga di..dia tuan muda Nolan!" ucap Tuan Miller saat melihat wajah kharismatik Dev Nolan kini ada dihadapannya.
"tu..tuan muda Nolan?" ucap Nyonya Miller menelan kasar Salivanya.
"Siapa dia Mom, Dad?" tanya Gretta.
"Di..dia pewaris utama keluarga Ralph Rolex, di.. dia dikenal sebagai tuan muda Nolan salah satu orang paling berpengaruh dalam dunia bisnis, hanya saja dia jarang menampakkan dirinya!" ujar Tuan Miller terbata bata karena tak menyangka kalau dia bisa melihat seorang keturunan Nolan yang terhormat ada di pekarangan rumahnya, tentu ini sebuah kehormatan besar bagi keluarga Miller.
"Apa dia punya kekasih Dad, a.. aku menyukainya," ucap Gretta yang terus memperhatikan Dev yang tengah berbicara dengan pengawalnya.
"Kalau kau berani mendekatinya maka kau beruntung, dia seorang cassanova, dia banyak bermain dengan wanita," ucap Tuan Miller.
"Hmmm... menarik, mungkin dia akan tertarik padaku," ucap Gretta.
Devara Christopher Nolan adalah nama asli Dev, di dunia manusia dia dikenal sebagai Dev Nolan Rolex, cucu dari mendiang Ralph Rolex III seorang bangsawan yang sangat terkenal pada masanya.
Dev hidup sebagai seorang manusia hanya sebagai identitas, dan kehidupannya di dunia manusia hanyalah settingan!
Bagaimana bisa? tentu Dev punya kuasa melakukan ini, Dev tak punya keluarga, lalu siapa Ralph Rolex?
Nama itu adalah nama Samaran Dev, setiap satu Abad, Dev akan mengganti namanya dan mendaftarkan nama sebelumnya sebagai orang yang sudah meninggal dan akan digantikan oleh nama penerus berikutnya.
Tak ada yang tau bagaimana kehidupannya, orang orang hanya tau nama besarnya di dunia manusia, dia adalah seseorang yang berpengaruh dalam peradaban ini sejak 1000 tahun yang lalu.
Kemampuan Dev untuk mengubah rupanya, memudahkan dirinya untuk beradaptasi dengan orang lain. Tak jarang Dev menggunakan Frank sebagai pengganti dirinya yang lain untuk keperluan administrasi dan sebagai bentuk formalitas di hadapan manusia yang mudah di bohongi.
Tak ada kakek, ayah maupun Ibu, yang ada hanya Dev seorang diri yang mengganti ganti rupa dirinya setiap saat jika diperlukan, bahkan dia memakai anak buahnya untuk berkamuflase menjadi dirinya saat harus melakukan pertemuan penting dengan manusia, sungguh mencengangkan.
Di kehidupan ini, Dev dikenal sebagai tuan muda Nolan, anak dari Nolan Alexander Rolex dan cucu dari Ralph Rolex III, tentu ini semuanya hanyalah akal akalan Dev untuk mengelabui para manusia.
__ADS_1
Pengawal yang berbicara dengan Dev tadi berjalan menuju gerbang peternakan dimana ada dua orang penjaga dari keluarga Beck yang berdiri disana dan sisanya menyebar ke arah lain untuk menjaga peternakan itu.
"Kami ingin bertemu dengan tuan Beck!" ucap pengawal itu pada penjaga pagar.
"Boleh saya tahu Kalian siapa?" tanya Pengawal itu.
"Katakan saja tuan Nolan Rolex ingin bertemu dengan tuan Beck!" ucap pria itu yang dianggukkan pengawal keluarga Beck.
"Loh bukannya mereka tamu kita Dad?" tanya Nyonya Miller.
"Ck.... mungkin dia ada hubungan kerja sama dengan Beck!" ucap Tuan Miller dnegan suara ketus, mereka masih berdiri disana menatap mobil sedan itu dengan penasaran.
"Ada apa gerangan tuan muda Nolan mengunjunginya tempat menjijikkan ini?" gumam Tuan Miller.
Di dalam mobil tampak Dev menatap tajam ke arah tiga manusia melalui kaca mobilnya.
"Justru rumahmu yang paling menjijikkan!" geram Dev, dia masih ingat dengan penglihatan dari ingatan Debora beberapa
tahun lalu saat Debora ditinggal sendirian di pinggir pantai.
Dev menatap Debora yang tidur pulas di sampingnya sambil menggunakan bahu Dev sebagai sandaran. Dev tersenyum kecil saat melihat Debora yang terlelap selama perjalanan mereka.
Waktu perjalanan dari kota Baden Wuttemberg ke Berlin memakan waktu yang lama, namun berkat kekuatan Dev, mereka hanya mengemudi sekitar satu jam itu pun karena Debora yang selalu mengoceh tentang banyak hal sehingga Dev memperlama perjalanan mereka.
Namun saat sudah tiba di jalanan kota Berlin, Debora malah terlelap setelah lelah komat Kamit mengenai banyak hal dan berhasil membuat Dev dan Frank geleng-geleng kepala dengan canda tawa gadis cantik itu.
"Kita sudah sampai dan kau masih tidur, dasar anak kecil, pembuat onar!" ucap Dev sambil merapikan anak rambut Debora.
Dev membuka kaca mobilnya dan melihat pengawalnya yang tampak menghampiri dirinya.
"Mereka tiba tuan," ucap pengawal yang dianggukkan oleh Dev.
Di luar mobil tampak Keluarga Beck berdiri di depan pagar namun Brian tidak ikut, dia tetap duduk di teras rumah peternakan itu sambil berbicara dnegan hewan hewan yang selalu menemani Debora dan dirinya jika berada di peternakan itu.
Mereka tentu tau siapa sosok pria itu, dengan segera mereka bertiga menyambut kedatangan Dev yang bahkan tuan Beck sendiri tidak tau kalau Dev akan datang menemui mereka.
Frank keluar dari pintu depan dan membukakan pintu mobil untuk tuannya. Kharisma seorang Frank sungguh membuat mata siapa pun terpana, apalagi Gretta matanya langsung jelalatan melihat penampilan Frank yang sangat memukau.
Klek...
Frank membukakan pintu mobil untuk tuannya, tampak seorang pria tinggi dan tampan berkharisma keluar dari dalam mobil itu dengan pakaian formal keluaran brand ternama.
Dev berjalan dengan kharisma memutari mobil itu dan berjalan ke sisi yang lain.
"Wahhhhh.... Mom Daad di.. dia sangat tampan, aku seperti nya jatuh cinta padanya!" ucap Gretta menatap Dev dengan tatapan kagum dengan kedua bola mata yang berbinar-binar melihat penampilan Dev yang sangat tampan.
__ADS_1
"Kau benar nak dia sangat berkharisma, akan cocok menjadi pendamping hidupmu!" celetuk Nyonya Miller.
Sesaat setelah dia mengatakan hal itu, sesuatu mencubit lengannya hingga meninggalkan bekas kebiruan.
"Awwwhhhhhh..... shhh... siapa yan. mencubit ku, apa hantu tadi masih disini!!!" teriak Nyonya Miller kesakitan sekaligus takut setengah mati.
"Mom kenapa?" tanya Tuan Miller dan Gretta.
"Ada yang mencubit lenganku!" lirih Nyonya Miller sambil mengelus lengannya yang sakit.
Di sampingnya sebenarnya ada arwah seorang anak perempuan yang sangat kesal dengan semua kata kata Nyonya Miller, sihir Dev memberinya kekuatan untuk menggantikan Dev memberi hukuman pada Nyonya Miller.
Akhirnya arwah anak perempuan itu berhasil mencubit lengan Nyonya Miller yang akan sakit selama seminggu penuh.
Dev tersenyum tipis sambil melirik roh anak perempuan di samping nyonya Miller yang ikut tersenyum padanya.
"Kita pulang Bora," ucap Dev sambil mengangkat tubuh Debora dalam sekali hentakan.
Dev menggendong Debora yang kecil ala bridal style. Saat Dev berjalan semakin dekat, mata Keluarga Miller dan keluarga Beck terbelalak saat melihat siapa sosok yang dibawa oleh Dev dalam gendongannya.
"Debora!!!!" pekik keluarga Beck.
Lain halnya dengan Keluarga Miller yang terdiam membeku saat melihat Debora di gendong oleh tuan Muda Nolan.
"A... aku ti.. tidak salah lihat kan Mom, Dad!!!!" ucap Gretta terkejut, dia membelalakkan matanya dan menutup mulutnya tak percaya kalau Debora masih hidup.
"Mom dia masih hidup!!!!!" ucap Gretta.
"Sial!!!" kesal Nyonya Miller.
Keluarga Beck segera menghampiri Dev yang menggendong Debora.
"Tu.. tuan dia keponakan saya," ucap tuan Beck yang senang sekaligus kaget saat melihat Debora bisa datang bersama seorang pria berpengaruh.
"Aku tau, dimana kakaknya?" tanya Dev dengan suara dinginnya.
"Di di dalam tuan!" jawab Louis terbata.
"Tunjukkan jalannya padaku, dan jangan ribut dia sedang tidur!" ucap Dev yang dianggukkan oleh mereka.
.
.
.
__ADS_1
.
like, vote dan komen 😊😊😊😉😉