Oh My Dev-iil

Oh My Dev-iil
Ditangkap


__ADS_3

Debora tengah terlelap di dalam kamar milik Dev, kamar yang dilindungi dengan perisai ungu kebiruan milik Dev dan perisai berwarna merah Ruby milik Dewi Keselamatan serta perisai emas milik Xavier.


Roh iblis berjalan menuju kamar Dev, dia tau posisi Debora saat ini, dengan senyuman licik roh iblis yang menjelma menjadi Dev dalam rupa manusia berjalan menuju kamar itu.


iblis memegang pegangan pintu untuk membuka pintu kamar Dev, tiba tiba...


creett..... sraaakkk.... srakkk...


iblis itu terbakar di bagian tangan yang menyentuh pintu yang sudah di segel dengan tiga perisai pelindung.


Tentu saja Xavier dan para Dewa Dewi yang pernah singgah dalam tubuh Debora tidak akan membiarkan anak spesial itu dicelakai oleh roh iblis.


Mereka menggunakan Dev dan Debora sebagai umpan agar bisa menangkap roh iblis yang semakin lama semakin kuat itu.


Xavier menatap dari ujung ruangan dalam rupa burung merpati, "Ini saatnya," gumam Xavier, Dewa itu kemudian mengeluarkan sihirnya dan melingkupi seluruh area mansion besar itu dengan sihir nya.


Dewi perang dan Dewa Bumi juga ikut membantu karena mereka akan menangkap roh iblis dan mengembalikannya ke dalam neraka tempat dimana seharusnya dia dibelenggu bersama roh jahat lainnya.


Kini daerah itu dilingkupi dengan seluruh sihir dari para Dewa, sihir yang sangat kuat dan tidak akan terdeteksi oleh roh iblis.


Sementara itu roh iblis dengan wajah marah dan kesal mengeluarkan kekuatannya untuk menghancurkan perisai itu.


Kabut hitam memenuhi ruangan itu, cahaya merah neraka menyala nyala disekitar tempat roh itu berpijak.


"Graahhhhhhhhh......." dia menyemburkan api neraka dari dalam mulutnya membakar Pi tu bersegel itu.


"Beraninya kau mempermainkan akuuuu!!!!" teriak roh iblis itu.


"Graaahhhhhhh...... Graahhhhhhh....... Groaaasrrrrr" Lolongan kematian menggema di dalam mansion besar itu.


Setiap manusia yang mendengarnya akan menjadi gila karena suara itu begitu memekakkan telinga, Suara melengking yang menyeramkan, suara yang mengajakmu menuju kematian yang tidak seharusnya.


ctaarrrt.... splashhh.... splasss..


lidah lidah api menyambar pintu itu, dengan segenap tenaga roh iblis menghancurkan perisai pelindung itu.


dan...


krekk.... Ctarr.... pranggggg....


perisai itu retak dan pecah menjadi berkeping keping.


"Huahahhahaha.... lemah, hahahha, aku datang pengantinku, kita akan membuat anak yang banyak wahai pengantin iblis hahahh," tawa jahat roh iblis menggema, dia masuk ke dalam ruangan itu.


para Dewa tersenyum saat melihat roh iblis itu sudah masuk ke dalam perangkap mereka.


matahari iblis jelalatan melihat Debora yang tengah terlelap di atas tempat tidur milik Dev.


gadis cantik itu terlelap dengan tenang hingga suara melengking milik roh iblis itu mengganggu tidurnya yang nyenyak.


Roh iblis mendekati tubuh Debora yang terlelap, dia sampai menjilat bibir saat melihat tubuh molek Debora yang begitu menggoda.

__ADS_1


Di Sibakkannya selimut Debora hingga menunjukkan tubuh mungil nan indah di bawah selimut itu. tangannya terulur menyentuh paha putih milih Debora, Dia merangkak dia atas tubuh Debora, menyentuh wajah itu dan mulai menggerayangi tubuh Debora.


Debora yang tertidur terlihat terganggu dengan ulah roh iblis itu.


"eghh.... " satu lenguhan keluar dari bibir mungil itu kala roh iblis mulai menyentuh area sensitifnya.


Debora membuka matanya, dia melihat wajah Dev disana, "Dev... eghh... A.. apa yang kau lakukan ahhh..." Debora mulai merasakan permainan roh iblis itu.


"Sayang kita akan menikmati indahnya surga hahahahah, nikmati saja dan hasilkan anak untukku," ucap Roh iblis itu.


"Emphh... Dev... jangan kasar, kau menyakitiku!" rengek Debora yang berpikir kalau itu Dev.


"Hushhh.... aku akan lembut sayang," ucapnya seraya berbisik di telinga Debora.


"hmmm... lakukanlah," ucap Debora pasrah, dia sudah terlanjur menikmati sentuhan Dev.


Sementara itu di luar ruangan, Dev yang asli tengah frustasi dia tak bisa memanggil siapa pun, tiba tiba saja jantungnya berdegup kencang saat mengingat Debora.


"Tidak...tidak... jangan sentuh Debora, Debora bangun itu bukan akuuuu!!!!!" pekik Dev dari dalam kubah hitam itu.


Namun apa daya, dia sudah di kurung dalam kekuatan mengerikan itu.


"Tidak... bagaimana ini,Debora Jan lakukan itu... Arhhhhh.... Deboraaa.... Xavier siapa pun tolong aku.... arhhh.... tolong Deboraaaa!!!" pekik Dev.


"Hahahaha..... sudah ku katakan kau butuh bantuanmu Dev, ayo biarkan aku yang memimpin maka gadis itu akan selamat hahahahah," teriak Demon si iblis jahat dalam tubuh Dev.


Dev menatap tajam, di sisa kekuatannya dia tak akan menerima roh itu,dia lebih baik mati dari pada harus menerima roh iblis itu.


"Untuk menguji kelayakannya, apa dia akan layak kembali menjadi manusia atau tidak, dan melihat ini aku yakin dia harus kembali ke wujudnya," ucap Xavier.


Sementara itu di dalam kamar Dev, Tak ada lagi sehelai benang pun di tubuh roh iblis yang menjelma menjadikan Dev, begitu pun dengan Debora.


"Ayo lakukan Dev," ucap Debora dengan lembut.


roh iblis itu semakin menggila mendengar suara Debora.


Dia menjalankan aksinya dan mulai melakukan penyatuan mereka.


dan...


jlebb!


penyatuan mereka terjadi, tiba tiba Debora tersenyum dan menatap roh iblis itu dengan senyuman menyeringai.


Dia memeluk Dev dengan erat, "Lagi Dev lagi..." seru Debora dengan senyuman menyeramkan, tiba tiba wajahnya berubah menjadi makhluk mengerikan, tangannya berubah menjadi jerat yang tak akan bisa di lepaskan.


"Eghh.... jangan terlalu bersemangat sayang, kau menyakitiku," ucap roh iblis yang masih memperdalam penyatuan mereka.


Debora yang ternyata adalah monster pengikat iblis itu berubah kembali ke wujud aslinya dan mengikat roh iblis serta tubuh fananya itu, ikatan yang tidak akan pernah bisa di lepaskan untuk selamanya.


"Grahhhh.... Ka..kau Bu..bukann... ahhhhhhhrrrhhhh...." teriakan Roh Iblis begitu melengking.

__ADS_1


"Kejutan hahahahhahahahaa...... nikmati kematian keduamu wahai iblis jahanam !!" Monster menyeramkan itu berubah, sosoknya yang besar, tubuhnya tak berbentuk, di lingkup dengan api neraka, api yang begitu panas dan membakar bahkan sampai membuat roh Iblis itu kembali ke wujud aslinya.


"Grahhhh... sialaaannnnn.... akutidak akan lepas dari iniiii!!!!" teriak roh iblis kesakitan, dia tak bisa bergerak, di sela sela kekuatannya dia melepaskan kabut hitam yang bergerak begitu cepat untuk menemukan induk baru dan harus manusia agar dia tidak hilang dari bumi ini.


"Grahhhh... lepaskan aaaakuuu!!!" teriak roh iblis itu, namun cengkraman monster merah api neraka itu tidak akan bisa dilepaskan untuk selamanya.


Debora yang asli terbangun dari tidurnya, sebenarnya dia dipindahkan oleh Xavier ke dalam kamar lain, Gadis itu mencari sosok kekasihnya, entah kenapa tiba tiba jantungnya berdegup kencang saat tak menemukan sosok Dev.


"Dev... dimana kamu, Devv!!!" teriak Debora.


Gadis itu keluar dari dalam kamarnya dan mencari dimana Dev berada.


Lama dia berjalan, matanya terbelalak saat melihat kubah hitam dan di dalamnya ada seekor burung hantu yang tak lain adalah sosok Dev, terjebak dan tak berdaya disana.


"Devvv!!!" teriak Debora, seketika dia panik dan khawatir, dia berlari menuju kubah hitam itu.


Dev yang mendengar suara Debora, membuka matanya, "Debora... sa..sayang... jangan kesini," ucap Dev dengan suara lemah.


"Nggak Dev kenapa bisa begini ahhh... Devvv!!!" teriak Debora.


Mata Dev membulat kala melihat gumpalan asap hitam terbang dan melesat di belakang Debora.


"Debora laariiiii!!!" teriak Dev.


Debora merasa aneh, dia menoleh dan betapa terkejutnya dia kala melihat gumpalan hitam itu mendekati dirinya.


"Tidak ahhh Deboraaa..." teriak Dev.


Dengan segenap kekuatannya Dev mengumpulkan tenaga terakhirnya, dan...


"Groooaaerrrhhhhhh....."


Krek... Prangggg....


Kubah itu hancur dalam sekali pukulan.


Dev terbang menukik ke arah Debora bertepatan saat gumpalan hitam itu melesat menuju tubuh Debora dan..


"Arhhhh...... eghhh..." Gumpalan itu masuk ke dalam tubuh Dev, seketika itu cairan biru keluar dari mulut Dev dia terjatuh ke atas lantai.


Brukkk


"Devvvv!!!" Debora berteriak ketakutan.


.


.


.


like, vote dan komen 😊😉😉

__ADS_1


__ADS_2