Oh My Dev-iil

Oh My Dev-iil
Naga Tua


__ADS_3

Dev berjalan dengan santai menyusuri jalanan di kota Berlin, dia menengadah ke atas langit, sesuatu membuatnya berdecih kesal apalagi mengingat kejadian di hutan hitam semalam.


"Dasar naga tua! kau membahayakan gadis itu!" gerutu Dev sambil menatap ke atas langit.


dia atas sana ada Xavier dengan wujud naga putihnya tengah menggeliat kesana kemari seolah menari dan mengejek Dev yang menatapnya dari bumi.


"Ck... kau yang pelit dasar bodoh!" balas Xavier.


"Haahh... sudahlah aku mau bekerja, jangan ikut campur lagi ya, aku ingin menyelesaikan tugasku, kau tau kan kalau 'yang ditakdirkan' sudah datang berarti sebentar lagi tugasku selesai, dan aku bisa kembali dengan tenang," ucap Dev.


Swoooossshhhh...


swiiingg...


Angin berhembus dengan kencang, tampak selendang selendang merah muda bercampur biru melambai lambai die sekeliling area tempat Dev berdiri.


cahaya putih bersinar dengan terang menyilaukan mata siapa saja ya g melihatnya, Dengan cepat Frank berbalik sebab dia tau apa yang akan mereka lakukan.


Seketika daerah itu berubah menjadi dimensi lain dengan warna hitam di belakang Dev dan warna putih di belakang Xavier yang berubah menjadi wujud seorang pria tua berjanggut putih dengan rambut panjangnya.


"Dia sudah menemukan dirimu maka tugasmu akan semakin berat," ucap Xavier.


"Aku hanya tinggal membuatnya jatuh cinta padaku maka setelah itu aku akan kembali seperti dulu, dan pergi dengan tenang," ucap Dev.


"Lalu bagaimana dengan gadis itu, apa kau pikir dia tidak akan tersiksa?" tanya Xavier sambil berjalan ke arah Dev dengan tingkat sakti yang selalu dibawanya jika dia berubah wujud menjadi sosok kakek berambut putih itu.


"Dia masih manusia, dia bisa mencari cinta yang lain, tugasnya hanya mencintaiku dan mengubah diriku seperti dahulu," ucap Dev dengan santai.


"Apa kau pikir hati seseorang itu mainan dasar bodoh, pantas saja Alifer mengutuk dirimu, kau tidak akan pernah menemukan yang namanya cinta sejati!" ucap Xavier yang terdengar marah saat mengetahui jawaban Dev yang begitu gamblang membicarakan soal hati manusia.


"Kenapa kau katakan seperti itu? bukankah kutukannya akan hilang jika menemukan cinta sejati? maka dia harus benar-benar mencintai ku dengan demikian aku akan kembali !!!" teriak Dev yang mulai tersulut emosi.


"Bodoh kau Dev!" kecam Xavier sambil menunjuk Dev dengan tatapan Marah.


"Arhhh.... kenapa kau malah mengatai diriku, bukankah kalian yang menyebabkan aku menjadi seperti ini!!!" teriak Dev marah.


"karena kalian berdua bertarung aku jadi korban, aku berpisah dengan Ibuku dan aku.... aku hidup sendirian selama seribu tahun lebih!!!!!" teriak Dev, tampak raut kesedihan dan kesepian dalam tatapan mata pria itu.


"Kalau begitu lepaskan Alifer supaya dia mencabut kutukannya ini jika kau tak ingin aku menyakiti manusia kesayanganmu itu!!!" ucap Dev lalu berbalik dan ....


Swoooossshhhh


Dev menghilang di balik kabut hitam pekat di belakangnya itu.

__ADS_1


Xavier menatap punggung Dev yang terlihat lesu dan kesepian.


"kuharap kau tidak membuat keputusan yang salah Dev, ahhh... kau memang susah sekali diajak bicara baik baik, " gerutu Xavier.


"Kalau berbicara dengan gadis itu kau sangat lembut, kenapa kau berbicara seperti itu padaku, cih dasar tidak sopan, bagaimanapun aku masih atasanmu bodoh!" ucapnya lagi sambil mengayunkan tongkatnya dan...


Sraaahhhhssss...


Xavier menghilang di balik kabut putih itu.


Dev kembali ke portal dimana dia berdiri sebelum Xavier mengubah tempat itu menjadi dimensi lain.


Dia berdiri menatap langit sambil berkancah pinggang.


"Ck.... dasar kakek tua yang tak punya perasaan! kalian yang menumbalkan aku sekarang kau malah mengataiku grrrhhhh aku kesaaallll!!" gerutu Dev sambil menunjuk nunjuk langit dengan raut kemarahan.


"Frank dimana kau?" panggil Dev yang tak melihat bawahannya disana.


"Tuan tolong saya!" panggil Frank yang sedang tersudut di dinding halte bus karena dikelilingi oleh perempuan permen cantik yang berdiri meminta tanda tangan pria tampan itu.


Dev menoleh, seketika itu dia tertawa terbahak-bahak melihat wajah pias Frank yang dikerumuni gadis gadis..


"Pfftttthhh hahahhahaha, " Dev tertawa terbahak-bahak.


"Hahahah baiklah sebentar!" ucap Dev lalu dia menjentikkan jarinya.


Klakk


Seketika para gadis itu pergi seperti tidak terjadi apa apa dengan mereka dan Frank yang didesak ke sudut halte bus bisa bernafas lega karena lepas dari kejaran pada gadis..


"Huff .... terimakasih tuan," ucap Frank mengelus dadanya namun sesuatu membuatnya terdiam.


"tu...tuan?" ucap Frank menoleh Dev dengan tatapan kaku.


Dev tertawa terbahak-bahak, pria itu pergi meninggalkan Frank disana dengan wajah pias dan pucat pasi.


"Hahahaha sampai jumpa di kastil Frank hahahahah," Dev tertawa lalu menghilang begitu saja.


Perlahan-lahan kepala Frank berputar, dia menutup matanya tak berani melihat bagaimana dirinya saat ini.


"Lengket, a.. apa ini ?" ucap Frank sambil membuka matanya perlahan lahan.


"Arrhhhhh tiiiidaaaakkkkkkkk!!!!!!" teriak Frank saat melihat tubuhnya berubah menjadi Monster hijau menjijikkan dengan perut buncit berlipat dan sedikit berbulu, tubuhnya dilapisi lendir berwarna hijau yang memiliki bau yang menyengat yang bisa merusak penciuman siapa pun yang menciumnya.

__ADS_1


tubuhnya pendek sekitar satu meter, tangan dan kakinya berkeriput dan berlendir kepalanya bulat dan kecil suara nya melengking dengan mulut lebar, hidung kecil dan mata bulat besar membuatnya menjadi makhluk berlendir yang sangat menjijikkan dan Frank paling benci dengan hal seperti ini.


"Tuuuaaannnnnn!!!!" teriak Frank frustasi, teriakannya menggelegar di langit kota Berlin.


"Sepertinya aku mendengar teriakan Frank, ada apa dengannya?" gumam Debora yang sedang bermain bersama para hewan peternakan setelah sehari semalam tidak bertemu dengan mereka.


"Ahhh pak tua itu tidak kembali, dia bilang dia akan menemaniku ck... dasar pembohong!!" gerutu Debora sambil menguncir rambut kambing yang berdiri di depannya.


"mbehheeeekk.. Tunggu saja Bora, dia pasti kembali, mbeeekk... mbehehehk." ucap si kambing yang tengah asik menunggu riasan rambutnya selesai seperti yang biasanya Debora lakukan.


"cicicicit... apa kamu tidak takut dengan pria itu Bora?" tanya seekor tikus tanah berwarna putih yang duduk anteng di atas kepala Debora.


"Aku mana takut dengannya, pada kalian saja yang tiba tiba bicara aku tidak takut, " ucap Debroa sambil menatap arwah yang mengelilinginya dengan rupa menyeramkan masing-masing.


"Yah kau benar, kau ini tidak takut dengan arwah tetapi lebih takut pada orangtuamu yang jahat itu, harusnya kau bisa melawan mereka Bora, kenapa kau mau ditindas seperti itu," gerutu arwah seorang wanita dengan sebuah belati yang tertancap di perutnya, tampaknya arwah itu baru meninggal beberapa Minggu lalu .


"Kau tau tidak manusia lebih menyeramkan daripada hantu, mereka tak bisa ditebak, kalau hantu dan hewan hewan lebih mudah dimengerti, " ucap Debora sambil menyelesaikan kuciran rambut kambing betina di depannya itu.


Puk..


Puk...


"Sudah selesai!" ucap Debora sambil bangkit berdiri.


"Aku akan keluar sebentar ya, mau membeli bahan makanan kalian disini dulu," ucap Bora pada hewan hewan itu.


Bora mengambil tas selempangnya dan berjalan keluar dari pekarangan Peternakan itu.


Dengan senyum bahagia Debora keluar dengan daftar belanja di tangannya, dia berjalan melewati pekarangan rumah keluarga Miller tanpa menatap sedikit pun rumah yang menolak dirinya itu.


Greeep


"Kemari kau dasar gadis jal4ng!!!" tangan Debora di tarik oleh seseorang yang tak lain adalah Gretta.


.


.


.


Jangan lupa like, vote dan komen 😉😉😊


Seru gak? komen ya 😉😉

__ADS_1


__ADS_2