
Debora dan Brian kini berdiri di hadapan tuan Miller, nyonya Miller dan juga Gretta setelah diberitahukan bahwa tuan Miller ingin berbicara.
Mereka berdiri di depan pagar masuk menuju peternakan.
"Brian kenapa kau selalu bermain dengan anak sialan ini!!" Bentak Tuan Miller saat Brian dan Bora tiba.
"Anak sialan!!??" Geram Brian.
"Kenapa kau malah pergi ke peternakan sialan ini dan meninggalkan Gretta sendiri!" Ucap tuan Miller.
"Siapa yang Dad sebut anak sialan? Dia ini.. Darah daging kalian!!!" Balas Brian.
"Pagi pagi kalian sudah membuat keributan, benar benar menyusahkan!" Ketus Brian membuat Tuan dan Nyonya Miller marah.
Plakkk
"Ini semua karena ulahmu dasar gadis hina!!" Ucap nyonya Miller setelah memberikan tamparan keras di pipi Bora.
Deghh
Hati Bora benar benar sakit, baru kali ini dia mendapatkan tamparan dari Ibunya, meski sebelumnya dia hina dan diejek itu bukan apa apa baginya, tetapi tamparan dari ibunya sendiri membuat luka yang dalam di hatinya.
"Sebegitu bencinya kah kalian padaku!!!!" Teriak Debora, tampak raut kekecewaan di mata gadis itu.
"Jika kalian tidak menginginkan aku, kenapa tidak kalian bunuh saja aku saat lahir dulu!!" Ucap Bora lagi dengan deraian air mata.
"Aku..... Aku berusaha sabar setiap hari sejak aku kecil sampai sebesar ini, Mom dan Dad bahkan tak pernah melirikku, kalian bahkan tak pernah memelukku, aku.. aku ini anak kaaaliaaannn....." Teriak Bora.
"Kak Gretta, apa tidak cukup kau membenciku di rumah? Apa harus di sekolah juga sampai menyebarkan gosip murahan!!!!" Ucap Bora menatap Gretta yang malah membalas tatapan lebih sinis.
"Mom apa ejekan, hinaan dan cacian tidak cukup keluar dari mulut Mom, apa aku harus dipukuli juga agar kalian puas haah? " Ucapnya sambil menatap nyonya Miller yang memberikan tatapan kebencian ke arah Bora.
"Aku... AKU INI LAHIR DARI RAHIM MOMMY!!!!" teriak Debora mengungkapkan semua kekecewaannya.
"Dad, apa tidak cukup kalian membenciku dengan cara seperti itu, kenapa aku tidak diinginkan? Apa karena aku aneh? Aku tak pernah minta dilahirkan dengan kondisi ini, apa bermain dengan Kak Brian juga membuat kalian membenciku??"teriak Bora.
Plaaak
Plaakk
"Diam kau anak bodoh!!!" Bentak tuan Miller sambil memberikan dua tamparan keras di pipi gadis itu.
"Boraaaa..." Teriak Brian langsung memeluk adiknya yang terjatuh ke atas tanah.
"Dia ini manusia Daaadd, dia juga punya perasaan!!!"ucap Brian marah.
"Hiks hiks hiks, apa.. apa aku memang harus mati hiks hiks hiks," tangis gadis itu.
"Cih... Teruslah buat air mata buayamu itu!" Ejek Gretta.
"Kak Brian harus mengantarku ke kampus, aku tidak mau sendirian Dad, aku mau kak Brian yang mengantarku!" Rengek Gretta.
Tuan Miller langsung menarik lengan Brian dan mendorong Bora hingga terjerembab ke atas tanah.
__ADS_1
Brukk
"Dad, apa yang kau lakukan!!" Ucap Brian.
"Kau tidak dengar apa kata adikmu Gretta, cepat antarkan Gretta ke kampus," titah Tuan Miller.
"Aku tidak mau, aku ingin menjaga Adikku Bora, " ucap Brian tegas.
Bughh
"Berani sekali kau melawanku anak bodoh, kau harus di beri cambukan agar paham tata Krama dengan orang tua!!" Senggak tuan Miller sambil melayangkan satu pukulan telak ke wajah Brian hingga melukai wajah tampannya.
"Kak Brian... Hiks... Pergilah," ucap Bora yang tidak tega melihat kakaknya dipukul oleh sang ayah.
"Aku tidak mau!!" Tolak Brian.
"Pokoknya kak Brian harus mengantarku!!" Rengek Gretta lagi sambil menangis memeluk ibunya.
"Pergilah, aku tak apa, aku sudah biasa menghadapi hal seperti ini, tapi hari ini aku sadar kalau mereka memang tidak memiliki sedikit rasa sayang pada diriku!" Ucap Bora sambil bangkit berdiri.
"Tapi Bora..."
"Tak apa kak, aku baik baik saja karena masih ada kakak yang menjagaku," ucap Bora sambil tersenyum dan masuk ke dalam peternakan, karena hanya disana dia bisa aman.
"Arhhhh.... Sialan!!!" Teriak Brian, dia pergi meninggalkan mereka bertiga tanpa memperdulikan rengekan Gretta yang sangat menyakitkan di telinga.
"Kak Brian tunggu aku!!" Teriak Gretta mengejar Brian.
Tuan dan nyonya Miller menatap peternakan yang bahkan tak bisa mereka masuki itu.
"Kita harus melakukan sesuatu Dad, aku tidak mau pembawa sial itu merusak pikiran Brian, kita harus menyingkirkan gadis itu!" Ucap Nyonya Miller.
"Ssstt jangan bicarakan itu disini, kau tau kan kalau disini banyak mata matanya Beck!" Bisik Tuan Miller sambil melirik para pengawal yang berdiri tegap di depan peternakan itu.
"Hmm baiklah Dad," balas Nyonya Miller.
Mereka melangkahkan kaki mereka menuju rumah utama.
Tiba-tiba.....
Woshhh...
Woshhh
Puluhan burung hantu beterbangan di atas kepala mereka, menarik baju, rambut dan mematuk matuk kulit mereka.
"Arhhhh... Dad," teriak nyonya Miller ketakutan apalagi saat burung hantu itu menarik rambutnya, mematuk kulitnya dan merobek pakaiannya.
"Ayo Mom cepaaaaattt," ajak tuan Miller sambil menarik tangan Nyonya Miller masuk ke dalam rumah.
"Arhhh sial, darimana burung hantu sialan itu!!"geram Tuan Miller.
"Dad kenapa burung hantu datang ke rumah kita? Dan di pagi hari? Burung hantu kan makhluk malam? Apa itu... Roh hutan hitam??" Ucap nyonya Miller ketakutan.
__ADS_1
"Ck... Mana ada, itu hanya mitos!!" Ketus tuan Miller.
Di atas atap rumah keluarga Miller bertengger ratusan burung hantu menatap ke arah peternakan di belakang rumah itu.
Yang terbesar dan terseram diantara mereka berdiri tegak di puncak rumah itu. Sosok Dev yang berubah menjadi burung hantu dengan rupa awal yang diberikan Alifer padanya, kejam, seram dan mengerikan.
" Tuan dia gadis yang saya maksud," ucap Frank menatap Debora yang sedang berbicara dengan para hantu.
Sebenarnya kedatangan roh burung hantu itu kesana karena tempat itu menjadi perkumpulan para roh tepat saat Debora marah tadi.
Ketika gadis itu marah, tanpa disadarinya cahaya ungu seperti sihir Dev menyeruak ke atas langit hingga menarik perhatian para arwah gentayangan yang belum dijemput.
Hal inilah yang menyebabkan arwah burung hantu penuntun roh datang ke rumah itu.
"Ck... Aku tidak yakin Frank, mana mungkin dia yang dimaksud oleh Xavier, dia sama saja dengan gadis gadis lain, bahkan mereka lebih dari kemampuan gadis itu!" Celetuk Dev sambil menggaruk kepalanya dengan kaki kecilnya itu.
"Tuan, apa tidak tuan pastikan saja dulu?" Ucap Frank dengan nada agak memaksa.
"Cih kau sudah pintar memaksa rupanya, kau pikir Hanya kau yang bosan dengan tugas ini, aku paling bosan Frank, tapi aku tak mau kecewa lagi, ribuan kali aku kecewa dan sekarang aku akan membiarkan 'dia yang ditakdirkan' datang sendiri!" Tegas Dev.
"Huhhh... Kau aneh tuan, tidak ingin bertemu tetapi kenapa kau menyuruh para penuntun roh menyerang orang tuanya?" Ucap Frank.
"Emm... Itu karena, aku masih punya hati nurani Frank, kau tau kan kalau aku ini paling baik," kilah Dev sambil menatap ke arah lain.
"Ya,tuan memang paling baik memberikan hukuman entah itu untuk manusia ataupun roh!" Ejek Frank.
"Fraaankkk..." Teriak Dev kesal.
"Ahh... Maaf tuan, kalau begitu kami bekerja dulu, ayo bawa mereka!!" Ucap Frank yang sudah terbang melarikan diri dari tuannya diikuti para penuntun roh.
"Ck..ck...ck Kau semakin berani Frank, tapi baguslah, setidaknya kau bisa kuajak berbicara untuk mengisi hari hariku yang membosankan ini," ucap Dev sambil menengadah ke atas langit.
"Huhh, penampilanku ini sangat mendukung langit mendung hari ini, ck..ck..ck Alifer benar benar tidak tau fashion!" Keluh Dev.
"Berhentilah mengeluh, aku bosan mendengar suara keluhan mu itu!!" Ketus roh yang berdiam dalam dirinya.
"Diamlah Demon, ahhh apa kau takut kalau gadis itu adalah orang yang kucari?" Ucap Dev yang kini berubah menjadi sosok manusia, berdiri di atas atap dengan tatapan tajam ke arah Demon.
"Ck... Kau tidak akan menemukan cinta sejati, tak ada yang namanya cinta di dunia ini hahahahahahah," ledek Demon.
Greppp
Dev mencengkram leher roh iblis itu dan menatapnya tajam, matanya berubah menjdi merah dan api hitam keluar dari tubuhnya karena sebenarnya baik Dev maupun Demon tak bisa saling menyentuh, jika itu terjadi maka mereka akan saling menyakiti tanpa perkelahian.
"Makhluk pertama yang akan ku hancurkan adalah dirimu jika waktunya sudah tiba!!" Ucap Dev sambil melemparkan Demon ke atas tanah.
Pushhhh
Demon menghilang dan kembali ke tempatnya.
.
.
__ADS_1
.
Like, vote dan komen 😊😊😊