Oh My Dev-iil

Oh My Dev-iil
Hantu Kocak


__ADS_3

Di dalam ruangan kamar yang di buatkan Dev untuk Debora tampak gadis cantik itu tengah terlelap dengan Dev berbaring dengan santai di sebelahnya sambil memandangi wajah kalem gadis itu.


Semalam Dev langsung mengangkat tubuh Debora dan memeriksa keadaannya, setelah memastikan kalau Debora baik baik saja, Dev beranjak menuju Loctis untuk menghukum dua roh Suincubus yang belum berkamuflase menjadi roh dengan level terkuat seperti roh yang dia hancurkan bersama Dewi Kehancuran.


"Kau tidur semalaman penuh, apa kau tidak tau apa yang terjadi semalam dasar pembuat onar!" gumam Dev sambil menatap wajah cantik dan damai Debora.


"Tapi apa yang terjadi semalam? apa tubuhmu juga dijadikan media untuk dewa dewa itu? Ahh pantas saja kau di sebut sebagai 'yang ditakdirkan', "batin Dev.


"Roh menjijikkan seperti itu memang harus segera di kirim ke neraka, tak layak dia singgah di salah satu pohonku!" ketus Dev.


Dev menatap Debora, dia dapat melihat dengan jelas mimpi gadis itu, membuat dirinya terkejut, sepertinya gadis ini benar benar disiksa secara mental dan fisik.


Dalam mimpinya Debora sedang di pukuli oleh sepasang orang tua dan seorang kakak perempuan, selain itu dia dihina sebagai pembawa sial.


Namun setiap kali dia mengalami hal seperti itu, selalu ada satu orang yang melindunginya. Dia adalah Brian kakak laki laki Debora yang rela ikut dipukul dan dimarahi karena melindungi adiknya sendiri.


"Kakak... kak Brian," gumam Debora sambil mengerutkan wajahnya.


Dev menekan kening Debora yang mengerti dan saat itu di kembali tenang.


"Sepertinya dia sangat merindukan kakaknya itu, kasihan kau nona, kenapa kau bodoh sih? kalau dikasari jangan berharap minta belas kasihan dari orang-orang seperti mereka, yang ada kau malah dibuat menderita," gumam Dev.


"Selain pembuat onar ternyata kau juga bodoh ya," ketus Dev.


Merasa ada yang sedari tadi bergumam dan mengganggu tidurnya yang sudah hampir menjelang siang, Debora perlahan membuka kedua kelopak matanya, dia menatap kesana kemari menyesuaikan penglihatannya dengan cahaya ruangan.


"Eghhh... tidurku nyenyak sekali," gumam gadis itu. Matanya melihat sosok pria tampan dan berkharisma tengah berbaring di sisinya sbik menatapnya dengan tatapan datar.


"Em... selamat pagi Pak Tua!" sapa Debora dengan senyum bahagia, karena pagi pagi dia sudah melihat wajah tampan Dev berbaring di sampingnya.


"Apa dia tidak ingat?" batin Dev.


"Hmmm kau sudah bangun pembuat onar?" ucap Dev sambil menatap Debora dengan memiringkan tubuhnya dan menumpu kepalanya dengan satu tangan nya.


"Belum, sepertinya aku masih bermimpi," ucap Debora sambil menatap Dev dengan kedua bola matanya yang bersinar dan sangat cantik itu.


"Apa maksudmu pembuat onar?" ucap Dev memicingkan matanya.


"Aku melihat wajah tampan saat bangun pagi, sepertinya aku sedang bermimpi heheh," kekeh Debora.


"Ck... dasar gadis bodoh,sudah cepat bangun, dan bersiap, aku akan mengantarmu ke rumahmu," ucap Dev.


"Rumah?" ucap Debora Lirih.


"Tak bisakah aku disini? aku.. aku benci rumah ," lirih gadis itu dengan mata berkaca-kaca.


"Kau yakin? bagaimana dengan kakakmu? Pamanmu?" tanya Dev sambil menaikkan satu alisnya.


"Ohh iya, aku...aku harus pulang, mereka pasti khawatir," ucap Debora langsung bangkit berdiri dan masuk ke kamar mandi untuk bersih bersih.

__ADS_1


"Ck.. dasar anak kecil," ucap Dev sambil geleng-geleng kepala melihat tingkah gadis itu.


Beberapa saat Dev duduk di atas kasur empuk itu, dia masih memikirkan kejadian semalam dan kenapa respon Debora sepertinya biasa saja seperti tidak terjadi sesuatu ya v mengerikan semalam.


"Padahal jelas jelas dia memanggilku semalm? apa dia berpikir itu cuma mimpi? apa dia baik-baik saja?" batin Dev.


Dia larut dengan pikirannya, situasi ini benar-benar membingungkan baginya.


Dev bangkit berdiri dan berjalan menuju pintu keluar kamar itu namun suara Debora menghentikannya.


"Pak Tua, emmm aku tak punya baju ganti, bagaimana ini?" tanya Debora.


Dev memutar malas kedua bola matanya, dai menjentikkan jarinya.


klakk


Pakaian pakaian dengan berbagai mode langsung muncul setelah Dev menjentikkan jarinya, semuanya lengkap, sepatu, tas topi, pakaian, perlengkapan perempuan sampai segala jenis perlengkapan perawatan juga ada di sana.


"Itu pakai, itu milikmu," ucap Dev sambil menunjuk deretan pakaian bermerk itu.


Mata Debora terbelalak saat melihat pakaian pakaian dan segala perlengkapan itu. Jika biasanya dia hanya memakai kaos yang harganya hanya sekitar lima puluh ribu menurut uang Indonesia atau sekitar €3 ( tiga Euro) kali ini di depannya tersedia pakaian dengan harga puluhan bahkan ratusan ribu Euro ( kalau dalam rupiah mencapai Ratusan juta).


"Pak Tua ini banyak sekali?" celetuk Debora sambil keluar dari kamar mandi dengan handuk yang menutupi tubuhnya.


"Ya ampun dasar gadis ini!" ketus Dev saat melihat Debora keluar dengan hanya memakai handuk besar menutupi tubuhnya yang kecil itu.


"Hahahah ini cara supaya kau cepat keluar Pak Tua hahahha," kekeh Debora yang di balas Dangan gelengan kepala oleh Dev.


Dev menghilang dari hadapan Debora, seketika itu Debora duduk di atas kasur, dia menatap pintu itu dengan tatapan kosong, entah apa yang dipikirkannya.


"Sudahlah, ayo nikmati semua ini, ahh iya kakak pasti khawatir apalagi paman dan bibi," gumam Debora sambil beranjak dan memilih pakaian yang akan dikenakannya.


"Ck... ck.. ck.. dasar boros, harga pakaian ini sudah cukup membiayai hidup satu kampung selama bertahun-tahun, mentang mentang kaya sekalinya ngeluarin baju sebanyak ini," gerutu Debora.


Sementara itu di kediaman keluarga besar Miller tampak Gretta, tuan dan Nyonya Miller tampak tengah bercandanya ria menikmati akhir pekan mereka.


"Mom, Dad Gretta mau ganti mobil boleh ya, mobil yang itu sudah usang, Aku mau mobil keluaran terbaru," ucap Gretta manja.


"Anything for you my sweet daughter," ucap Tuan Miller sambil mengusap kepala putrinya dengan penuh kasih sayang.


"Yes thank you so much Dad I Love you!" seru Gretta sambil berlompat kegirangan.


"ahahahah kamu senang sekali sayang," kekeh Nyonya Miller.


"Tentu saja, rumah kita sudah bebas dari hama meski pun kak Brian tidak disini lagi," lirih Gretta.


"Sudahlah sayang, jangan pikirkan mereka, lagipula Brian tetap akan kembali ke rumah ini, dia anak tertua keluarga Miller dia tak bisa pergi begitu saja," ucap Tuan Miller.


"Benarkah? Gretta sangat ingin kak Brian menyayangi Gretta bukan menyayangi gadis itu," ucapnya Manja.

__ADS_1


"Kau akan mendapatkan semuanya sayang," ucap Nyonya Miller.


"Terimakasih Mom, Dad," seru Gretta.


Sementara mereka bercanda ria, di sekeliling mereka berjejer para arwah yang belum di jemput, mereka menatap tajam ke arah ketiga orang itu.


"Kurang ajar, mereka membuang Debora, haruskan kita lakukan sesuatu?" bisik arwah seorang pria tanpa lengan.


"Kita beri mereka pelajaran, benar benar keterlaluan, mereka membuang teman kita!" ucap roh seorang wanita muda dengan luka tembak di kepalanya.


"Mari kita beri mereka sedikit pelajaran, aku melihat kakaknya Debora benar benar sedih, kita beri mereka sedikit hiburan hahhaha," ucap Roh seorang petani dengan cangkul yang menempel di kepalanya.


"Ayoooo!!!" ajak mereka semua.


"Mom, Dad, kenapa tiba tiba Gretta merinding ya? kok leher Gretta dingin kayak ada yang bernafas si belakang Gretta," ucap Gretta sambil megusap tengkuknya.


"Cuma perasaan kamu kali sayang," ucap Tuan Miller santai sambil menyeruput terhnya tiba tiba....


Byurrrr


teh tuan Miller tumpah dan membasahi pakaian pria itu.


"Astaga Dad hati hati dong!" pekik Nyonya Miller saat melihat suaminya ketumpahan tehnya sendiri.


"Gak tau ini kok malah tumpah semua arhhhh sial!" ketus tuan Miller.


"Mom, kok rambut Mom naik semua !!"teriak Gretta ketakutan saat melihat rambut nyonya Miller tampak bergoyang-goyang seperti sedang dimainkan.


"Apa! arrhhhh... haaantuuu!!!" teriak Nyonya Miller sambil memegang rambutnya.


tiba-tiba semua barang di dekat mereka terbang kesana kemari, angin yang entah dari mana menyenggol tubuh mereka.


"Dad, hantu, rumah ini berhantu, tiiidakkkk!!!" teriak mereka ketakutan,.


Kursi, Vas bunga, bahkan tubuh mereka digerakkan kesan kemari entah oleh siapa.


Ketiga orang itu lari kocar kacir, bulu kuduk mereka merinding melihat kejadian mengerikan itu di depan mata mereka sendiri.


"Hahhahahahaha, berhasil!!" seru para arwah yang memberi mereka sedikit hiburan di pagi hari.


.


.


.


like, vote dan komen 😊😉😉😉


Apa yang kamu rasakan kalau tiba tiba melihat hal begini di depan mata kamu?? seram ihhkk

__ADS_1


__ADS_2