Oh My Dev-iil

Oh My Dev-iil
Dibuang


__ADS_3

Krikkk...


Krikkk...


Krikkk..


Terdengar suara jangkrik di antara rerumputan dan pohon pohon Cemara yang tumbuh menjulang tinggi ke atas menutupi sinar rembulan yang hendak menyinari sang bumi.


Awooooooooo....


Awooooooooo....


uggg... uggg...


Sssssssshhh...


Suara lolongan makhluk malam menggema di dalam hutan gelap itu, siapa pun yang berada di tempat itu pasti merinding ketakutan akibat suara-suara gaib yang muncul secara tiba-tiba.


"Dia manusia!!" bisik seorang kurcaci kecil dengan topi kerucutnya yang menggemaskan.


"Apakah dia mati?" tanya seekor burung gagak yang bertengger di atas pohon.


"Coba kau gerakkan!" ucap Seekor macan tutul pada Serigala di sampingnya.


"Ahh... aku tak mau menyentuhnya," jawab Serigala itu.


nguuungg... nguuungg... nguuungg seekor nyamuk hinggap di permukaan kulit manusia yang tergeletak dengan posisi tengkurap di atas tanah tak sadarkan diri.


"Slurrrpp... ekhh.. uhuk dia masih hidup!!" bisik si Nyamuk yang cari kesempatan buat menghisap darah orang itu.


"Siapa dia? " bisik mereka.


Swoossshhhh


sinar hijau yang sangat indah menyinari tubuhnya, masuk kembali ke dalam tanda bintang di belakang punggung yang ternyata adalah Bora yang di buang ke dalam hutan hitam oleh orang-orang yang menculiknya tadi.


"Eghhh..."


Gadis cantik itu melenguh, Dia bergerak, membuka matanya sambil mendongakkan kepalanya.


"Astaga, dimana aku!!" pekik Debora panik membuat makhluk makhluk di sekitarnya terperanjat kaget, namun mata mereka tertuju pada mata Debora yang berkilau seperti sebuah batu Ruby yang sangat indah.


Meski di sebut sebagai tempat yang gelap, hutan hitam memiliki sumber cahayanya sendiri, cahaya cahaya dari jamur jamur raksasa, kunang-kunang dan sumber cahaya mistis membuat suasana di hutan hitam tidak seseram yang dipikirkan oleh manusia.


Tempat itu sangat indah, bak negeri dongen dengan segala macam ceritanya.


"Astaga, ini dimana?" tanya Debora tanpa rasa takut pada kurcaci- kurcaci yang terus menatapnya dengan tatapan serius.


"Ka...kau bisa melihatku?" tanya makhluk mistis tersebut dengan suara imut yang sangat menggemaskan.

__ADS_1


"Apa seharusnya aku tak boleh melihat kalian semua?" tanya Debora pada mereka.


Mereka terkejut, pasalnya hanya beberapa hewan yang merupakan makhluk hidup sejati disitu yang lain adalah makhluk mistis yang tinggal di hutan tersebut.


"Emm.. Bu.. bukan begitu, Ekhmmm... Selamat datang di Hutan Hitam," sapa Si kurcaci sambil menunduk hormat diikuti oleh makhluk lainnya.


"Selamat datang di hutan hitam," sambut mereka.


Ini pertama kalinya manusia masuk ke hutan itu dengan kondisi sangat tenang, bahkan kedatangannya yang membuat penghuni hutan itu tidak tenang.


"Hutan hitam?!!" ucap Debora sambil berdiri dan membersihkan pakaiannya.


"Wahhh jadi ini Hutan Hitam!" ucap Debora dengan senyum sumringah di wajahnya. Bukannya takut gadis itu malah tersenyum.


"Kamu nggak takut?" tanya mereka.


"Hmmm? takut ? takut dengan apa? dengan hutan ini? atau dengan kalian yang sangat menggemaskan ini ?" ucap Debora sambil menepuk bahu Kurcaci kecil sambil menunduk dan tersenyum membuat wajah kurcaci itu merona.


"jadi kalian penghuni tempat ini?" tanya Debora sambil menatap mereka satu persatu.


"Iya nona," jawab mereka sambil tersenyum, pertama berbicara dengan gadis itu mereka sudah menyukainya sebab Debora sagat ramah bahkan tak ada raut jijik, takut atau kebencian di wajah cantik gadis itu.


"Hehehe, oh iya, perkenalkan namaku Debora Miller, salam kenal semuanya," Ucap Debora memperkenalkan diri bak seorang putri kerajaan sambil membungkuk hormat di hadapan mereka.


"Selamat datang nona Debora," balas mereka sambil melakukan salam yang sama dengan Debora.


"Wahh tempat ini menakjubkan, aku senang bisa sampai disini!" celetuk Debora sambil berjalan melihat-lihat area hutan hitam itu dengan penuh semangat.


"Ahhh aku pasti di buang oleh Mom dan kakakku," ucap Debora lirih.


Mereka semua terdiam mendengar ucapan Debora, bagaimana mungkin seorang Ibu tega membuang anaknya sendiri itulah yang dipikirkan mereka.


"Apa kau baik-baik saja?" tanya Serigala.


Debora terdiam, dia tiba-tiba duduk dan air matanya mulai mengalir, sebenarnya sedari tadi dia menahan dirinya untuk tidak menangis di hadapan mereka.


"Hiks... hiks... hikss... aku.. aku tidak baik baik sajaaa arhhh huaaaaa.....," Debora menangis tersedu-sedu membuat Serigala merasa bersalah.


"Aduh maafkan aku nona bukan maksudku membuatmu menangis, maafkan ku," ucap Serigala sambil mengendur rambut Debora yang bergetar karena menangis tersedu-sedu.


"Huaaaa... pak Serigala hiks hiks hiks, Momku jahat hiks hiks hiks... arhhhh... " tangisan Debora semakin kencang, dia memeluk pak Serigala yang berdiri di depannya.


"husshhh,sudah lah jangan menangis, cup...cup... cup... jangan menangis ya," bujuk pak Serigala.


"Jangan menangis nona," ucap Mereka semua ikut memeluk Debora dari masing-masing sisi untuk menguatkan gadis cantik itu.


Lama Debora menangis, tangisan yang menyedihkan dan menyayat hati,kini gadis itu sudah tenang, mereka duduk di sebuah taman cantik yang dipenuhi dengan bunga bunga yang bersinar indah berwarna-warni membuat hati senang.


"Sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Macan tutul pada Debora.

__ADS_1


Makhluk makhluk itu duduk melingkar di deona Debora, si burung gagak duduk di samping Bora, anak rubah berekor sembilan duduk anteng di pangkuan Debora.


Sebenarnya,,


Beberapa jam yang lalu, Debora yang sedang berjalan menuju halte bus mendengar suara dari para roh yang mengatakan bahwa dia akan diculik oleh Mom dan kakaknya sendiri.


Namun secara tiba-tiba sebuah cahaya hijau tanpa sepengetahuannya keluar melalui tanda lahir di belakang lehernya membuat dirinya untuk sementara tak bisa melihat dan mendengar para roh.


Hingga dia diculik dan dibawa oleh orang suruhan Nyonya Miller dan Gretta. Mereka melaju menuju kota Baden Wuttemberg dimana Hutan Hitam yang fenomenal berada.


Sepanjang perjalanan mereka merasa tenang dan tak terjadi apa-apa.


"Yes Mom, kita akhirnya berhasil menyingkirkan si bodoh itu, akhirnya kasih sayang Kak Brian dan keluarga Beck hanya untuk Gretta," seru gadis licik itu pada Momnya.


"Kamu benar sayang, semuanya akan jadi milikmu, hanya kamu satu-satunya putri Mom dan tidak akan pernah tergantikan, Mom menyayangimu," ucap Nyonya Miller yang duduk di samping kursinya, mereka membawa supir pribadi untuk menyupiri mereka menuju tempat tujuan mereka.


"Mom kenapa kita tidak naik pesawat atau heli saja? kalau begini kan lama!" rengek Gretta.


"Kalau kita naik benda itu, Kakakmu akan curiga, nanti dia akan menyusul kita ke kota itu, kau tau kan sifat Brian bagaimana," jelas Nyonya Miller.


"Ahh Mom cerdas sekali, arhh baguslah kita bisa membuang si bodoh itu hahahah," tawa Gretta


Sesampainya di perbatasan menuju Hutan Hitam mereka semua berhenti sebentar karena melihat aura hutan hitam yang benar-benar kuat dan mencekam.


Glekk


para penculik itu menelan kasar Saliva mereka saat melihat hutan hitam dengan segala misterinya kini berada di hadapan mereka.


Nyonya Miller dan Gretta keluar dari dalam mobil.


"Cepat keluar kan gadis itu!"titah Nyonya Miller.


Mereka mengangkat tubuh kecil Debora seperti mengangkat karung beras.


"Bawa dia ke dalam hutan itu, buat tanda agar kalian tidak tersesat, tak perlu terlalu jauh yang penting pastikan dia tak bisa keluar dari tempat itu!" ucap Nyonya Miller yang dianggukkan oleh mereka semua.


Debora dibawa ke dalam hutan lalu diletakkan di sembarang tempat, mereka berlari ketakutan saat mendengar suara suara aneh dari dalam hutan itu.


Lolongan serigala terdengar jelas padahal ini disiang hari tetapi didalam hutan itu tak ada cahaya apa pun.


Mereka semua meninggalkan Debora di dalam hutan itu, ada roh yang mengikutinya dan berusaha membangunkannya, Debora mendengar semua yang dikatakan roh itu namun karena ini dalam hutan Hitam, roh itu langsung menghilang di jemput oleh roh penuntun.


"Kasihan kamu nona, huhh ibu macam apa itu!!" kesal mereka.


.


.


.

__ADS_1


like, vote dan komen 😉😉😉😊😉😊


__ADS_2