Oh My Dev-iil

Oh My Dev-iil
Gelang


__ADS_3

"Aku akan pergi, kau pakailah ini jangan dilepas selama aku pergi!" ucap Dev sambil memasangkan gelang berwarna biru dengan simbol burung hantu sebagai hiasannya.


"Ingat jangan dilepas!" ucap Dev dengan tegas.


"Iya iya Pak Tua cerewet tak akan ku lepas, kau cerewet sekali," gerutu Debora sambil melihat gelang itu.


"Hmm bagus, jadilah gadis yang penurut," ucap Dev sambil menepuk pucuk kepala Debora membuat gadis itu tiba tiba tersipu dengan sikap manis seorang Dev.


"Aku pergi, kalau ada apa apa langsung ketuk mata gelang itu tiga kali, aku akan tau kalau kau memanggilku, atau kalau perlu teriak saja," ucap Dev.


"Baiklah Pak Tua, cepat kembali, kau sudah berjanji akan menemaniku disini!" ucap Debora sambil melambaikan tangan sebelum akhirnya Dev menghilang dari pandangan Debora.


"Hmmm... cepat pulang Pak Tua,"gumam Debora.


Sementara itu Dev berteleportasi ke kastil hitam yang berdiri dengan sangat megah di tengah tengah hutan hitam. saat ini nama kastil hitam masih melekat namun fisiknya tak lagi seperti pertama kali Dev membangun kastil itu.


Swooshhhh.....


Cahaya ungu menyelimuti area kastil hitam menandakan sang pemilik kastil telah tiba.


Dev berjalan dengan gagahnya memasuki area kastil. Siluman manusia burung hantu itu disambut oleh kawanan burung hantu bersama Frank mereka telah menantikan kedatangan tuan mereka.


"selamat datang tuan," ucap Frank diikuti oleh anak buah Dev yang lain.


"Dimana roh Dolosus itu!" tanya Dev dengan sorot mata tajam dan berkilat, matanya runcing dengan kilatan api hitam menandakan bawa pria itu sedang marah saat ini.


"Di gerbang Loctis tuan, sepertinya dia akan berkamuflase melihat jenis Dolosusnya" ucap Frank.


"Ayo kesana!" ucap Dev, dia benar-benar marah dengan kejadian yang hampir mencelakakan Debora saat di jalan tadi, hampir saja Debora menjadi korban roh jahat itu.


Slashhhh....


Mereka terbang menuju gerbang Loctis dimana penyiksaan akan di lakukan sebelum mengunci dan mengikat mereka dalam pohon Legion.


Drapp


Dev berdiri di depan gerbang itu dengan tatapan tajam menatap kearah roh Dolosus yang sudah diikat.


"Beraninya kau graaahahhhhhhhhhh" Dev berteriak dengan penuh kemarahan, seketika itu tubuhnya berubah menjadi seekor serigala berwarna abu abu dengan taring tajam, Matanya mengkilat bulu bulunya runcing dan tajam digunakan sebagai senjata yang ampuh untuk menghukum roh jahat yang berani bermain-main dengan dirinya.


Para roh burung hantu terkejut melihat wujud Dev yang satu ini.


"Sepertinya tuan Dev sedang marah besar!" ucap Frank menatap perubahan besar pada Dev.


Sudah seratus tahun sejak terakhir kali pria itu berubah menjadi sosok Serigala hitam itu, jika dia berubah ini menandakan petaka akan turun atas semua roh jahat yang sedang dihukum di dalam Loctis.

__ADS_1


"Grhhhhh.... berani kalian mengganggu keseimbangan hidup para manusia dengan membunuh mereka untuk mengurung roh mereka," Dev menggeram, dia menggerakkan gigi gigi tajamnya membuat siapa pun yang mendengarnya bergidik ngeri dengan suara dan aura hitam itu.


"Lepaskan akuuuu!!!" teriak roh Dolosus sambil meronta ronta dalam ikatan sabuk api hitam sebagai pengikat.


Ctarrrrr.....


Sreetttt.....


Sraaakkk....


Lidah lidah api biru menyambar nyambar dari atas langit menyiksa roh Dolosus itu dengan panas api abadinya.


Ptasshhhh... ptaarrrrr....


"Nikmatilah kematian kedu, ketiga dan keempat mu, kau akan dimusnahkan dari muka bumi!!" ucap Dev dengan suara beratnya.


Serigala Hitam itu berjalan mengelilingi Roh Dolosus, semakin lama semakin cepat hingga Serigala Dev berputar layaknya kilat mengelilingi roh Dolosus itu hingga....


Splash...


Splash...


Splash....


Sepuluh roh manusia yang di tekannya keluar dari tubuh roh Dolosus itu dan langsung di amankan oleh para penuntun roh.


Pria itu berhenti lalu melompat tinggi ke udara dan berubah menjadi seekor burung Phoenix dan menukik tajam ke atas langit.


Dev terbang di atas langit, meliuk liuk kesana kemari sambil melepaskan panah panah api dari bulu bulunya hang kemerahan dan mengeluarkan api merah padam.


"Arrhhhhhh...... Arhhhhh..... shhhh... graaahhhhhh!!!" lolongan kesakitan memenuhi hutan hitam itu.


Dev berhenti dia mengarahkan sihirnya dan mengangkat roh itu masuk ke dalam Loctis Tormentis dan mengurungnya disana untuk menghadapi penyiksaan seratus hari yang berarti satu tahun menurut waktu manusia setelah itu dia akan dilenyapkan.


"Disinilah tempatmu seharusnya, lenyaplah untuk selama lamanya!" ucap Dev sambil menatap tajam ke arah Roh Dolosus itu.


Swoooossshhhh......


Dev menukik tinggi ke udara lalu kembali ke bumi dalam wujud siluman manusia burung hantu.


Dev berdiri dan menatap semua roh manusia yang di makan oleh Roh Dolosus tadi, jika itu tadinya berjenis roh jahat alias Legion maka sudah pasti ikut dengan roh Dolosus ke dalam Loctis itu.


"Beristirahat lah dnegan damai," ucap Dev sambil mengayunkan sihirnya dan menarik pohon Pneu'ma lalu menyegel para roh itu ke dalam pohon-pohon yang menjadi tempat persinggahan mereka sementara waktu.


Swooshhhh.

__ADS_1


Seketika langit kembali tenang dan Loctis melakukan hukumannya di tengah hutan hitam.


Dev diam dia menengadah ke atas langit mencari sosok yang selalu berdebat dengan dirinya.


"Pasti kau mengalami kesulitan akibat roh roh Legion itu," gumam Dev sambil menatap langit.


"Heiii apa penunggu hutan hitam ini mulai kasihan padaku, ahhh menyedihkan sekali diriku sampai harus dikasihani oleh roh kematian," ucap Xavier yang tiba tiba muncul dari balik langit dengan sosok naga putihnya.


"Ahhh akhirnya kau sadar betapa melelahkan menjaga kelangsungan hidup seluruh makhluk di bumi ini, mengatur mereka agar tidak melawan hukum alam, sungguh sebuah pengorbanan yang berat," ucap Xavier dengan sedikit melebih lebihkan.


"Cihhhh.... dasar kakek tua melankolis, makanya atur yang benar, kau sendiri yang kesulitan dasar kakek tua aneh!"ejek Dev.


"Ck...kau selalu meledekku, urus saja urusanmu sendiri, mendapatkan hati seorang gadis saja kau tidak bisa dasar lemah!" balas Xavier mengejek Dev.


"Mulai lagi," gumam Frank sambil merotasikan kedua bola matanya, kedua makhluk itu akan terus berdebat sampai ada yang menyerah sendiri.


Frank lebih memilih melakukan tugasnya daripada mendengarkan ocehan kedua makhluk penguasa dunia itu.


Sementara Dev asik berdebat dengan Xavier, di rumah kecil Debora tampak gadis itu sedang duduk dengan serius di meja kerjanya sambil menyelesaikan tugas tugas kuliah yang diberikan oleh dosen kampus padanya.


Sebenarnya ini adalah tugas berkelompok, namun karena tak ada yang mau berteman dengan Debora, akhirnya dosen memberikan tugas individu pada gadis malang yang ditolak oleh manusia padahal diterima dengan di dunia hewan dan para arwah sungguh miris nasibnya.


Bayangkan saja tak ada teman di dunia ini, semuanya membenci gadis itu, sungguh menyedihkan.


"Huffft.... ini harusnya begini, kalau manajemennya begini maka perusahaan bisa rugi, metodenya begini...." gadis jurusan Ekonomi manajemen bisnis itu bergumam sambil mengerjakan tugas tugasnya dengan baik hingga tiba tiba dia merasakan hawa dingin di sekitar lehernya.


Debora diam membeku, dia berusaha tetap tenang namun perasaan takut itu kembali menyerang, Dia berupaya agar tidak melihat apa yang ada di belakangnya.


Lehernya dingin, sesuatu mulai mencoba masuk ke dalam tubuhnya namun terhalang oleh pelindung api biru yang keluar dari segel bintang di leher Debora.


"Dev, tolong aku... Deeevvv, hiks hiks hiks, to...tolong akuuu!!!" gadis itu berteriak dalam alam batinnya sambil mengetuk ngetuk gelang yang diberikan oleh Dev.


Sesuatu di belakangnya bertambah semakin banyak, bukan hanya satu, ada lima yang berusaha masuk ke dalam dirinya membuat gadis itu semakin gelisah.


"Deeeeevvvvvvvvv........" gadis itu berteriak sekencang-kencangnya sambil menangis histeris.


.


.


.


.


like, vote dan komen 😊😉😊

__ADS_1


apa itu geng??


__ADS_2