Oh My Dev-iil

Oh My Dev-iil
Pembuat Onar dan Pak Tua


__ADS_3

Debora melangkahkan kaki menuju kastil hitam itu. Para hewan dan makhluk astral tidak berani ikut bersama gadis itu, sebab area kastil adalah daerah terlarang, apalagi disana akan banyak Legion yang akan di bawa dari hasil berburu arwah penasaran yang di jemput oleh para penuntun roh.


Drap...


Drap...


Drap...


Langkah kaki Debora terdengar ringan saat memasuki area kastil hitam yang dibangun oleh Dev.


swinggg...


Swinggg..


Sesuatu yang sangat menarik terjadi saat Debora masuk ke dalam area kastil hitam itu.


Setiap jejak kakinya menumbuhkan bunga bunga cantik penuh warna dan bercahaya terang sehingga menerangi tempat yang benar benar gelap gulita itu.


"Ehh... wah!!" ucap Debora takjub dengan apa yang dilihatnya, tumbuhan yang cantik tumbuh mengikuti jalur bekas pijakan kakinya.


Debora terus berjalan hingga sampai di depan kastil Kegelapan Diman Dev bersemayam dengan tenang dan damai.


sruuuuhhhhhh...


Puluhan Burung Hantu mengepung Debora dan mengehentikan langkah kaki gadis cantik yang penuh dengan rasa penasaran itu.


"Ha.. halo, heheh maafkan aku," ucap Debora sambil menggaruk tengkuknya merasa malu karena seperti ketahuan mencuri.


"Apa yang kau lakukan disini, roh jenis apa kau! kenapa kami tak bisa mendeteksi kehadiranmu" ucap Frank yang baru saja keluar dari dalam kastul hitam dengan rupa burung hantu yang sangat menyeramkan.


"ck.. apa kalian tidak lihat kalau aku ini manusia? hello? aku belum mati!!" keluh Debora karena menganggap dirinya sebagai arwah.


"Manusia?" ucap mereka yang langsung menjauh dan menyingkir ke atas pohon menghindari Debora.


"Iya, bukan kah sudah jelas, kau lihat uap dari mulut ku ini haaahhhh.... "ucap Debora sambil menghembuskan nafasnya sehingga uap dari mulutnya keluar karena cuaca yang dingin.


Mata Frank terbelalak, dia tak bisa melihat wajah gadis itu dengan jelas sebab Debora masih berwujud manusia, jika itu roh maka akan sangat jelas terlihat dalam kegelapan.


"Apa tak ada lampu disini?" tanya Debora sambil berjalan dan menyentuh tiang pilar penyokong kastil kebesaran Dev dan lihatlah yang terjadi....


Swoossshhhh...


Angin berhembus kencang seketika itu tiang pilar penyokong itu bercahaya dengan warna putih yang sangat indah dan bersinar dengan terang sehingga tampak jelas apa yang ada di hutan gelap itu.


"Wahhh bisa menyala!" ucap Debora melonjak kegirangan.


Mata para penuntun roh terbelalak kaget dengan apa yang dilakukan gadis itu pada kastil milik Dev itu.


"Bukankah dia gadis itu!!" ucap Frank saat melihat wajah Debora dengan jelas setelah ada cahaya dari pilar pilar berwarna itu.


"Apa yang Anda lakukan nona!"ucap Frank marah, dia mendekati Debora dan menarik lengan gadis itu dengan kakinya dan....

__ADS_1


Swoossshhhh....


Frank berubah menjadi sosok manusia dengan perawakan yang sangat menarik.


Wajahnya berkharisma, tatapan matanya dingin, wajahnya tampan tubuhnya tinggi dan tegap dan yang paling luar biasa adalah dia memiliki sayang lebar di belakang punggungnya yang benar-benar kuat dan Kokoh.


"Wow!!!!" teriak Debora saat melihat Frank benar benar berubah, sedangkan Frank terkejut bukan main dengan apa yang terjadi pada dirinya, bagaimana bisa dirinya berubah ke sosok dirinya saat menjadi manusia.


"Wahh... Bagaimana kalau ku lakukan ini?" ucap Debora sambil mengangkat tangannya dan..


Braakkkkk


Pintu kastil dibuka dengan keras, sosok manusia setengah burung hantu keluar dengan tatapan penuh amarah.


"Apa yang kau lakukan!!" teriak Dev pada Debora yang sudah menunduk dengan telapak tangannya hampir menyentuh lantai kastil dengan lambang bintang disana.


"Aku? akan melakukan ini!" ucap Debora sambil tersenyum tipis lalu dia menghentakkan telapak tangannya ke atas simbol bintang itu dan...


Woshhh.....


Angin berhembus dengan kencang, mereka semua menengadah, namun seketika itu angin kembali berhenti.


"Pfftttthhh naif sekali dirimu nona," ledek Frank.


Debora mengerutkan keningnya, namun sesaat kemudian dia tersenyum tipis lalu menunduk dan meletakkan lagi tangannya di atas tanda bintang itu.


"Lihat ini !"serunya.


Grakkk... sraaakk... krakkk... shhhhh... wosshhhhh


Tiba tiba sulur sulur ungu menyeruak keluar dari dalam tanah dan membungkus kastil kastil besar itu dengan cahaya ungu yang bersinar terang.


"Apa yang kau lakukan pada kastilku!!!" teriak Dev marah.


"Ck... dia dulu dasar burung hantu pemarah!" ketus Debora yang sedang berdiri di depan kumparan sulur berbentuk spiral tepat di posisi pintu kastil berada.


"Lihat ini pak tua!" ucap Debora sambil memutar spiral itu searah jarum jam, namun sangat berat sehingga spiral itu tak bergerak sama sekali.


"Hey Pak tua bisa bantu aku? kita buat kastilmu ini lebih berseni!" ucap Debora memanggil Dev dengan sebutan pak Tua.


"Pak Tua? siapa?" tanya Dev.


"Ya anda lah , siapa lagi yang paling tua disini hmm?" ledek Debora.


"Grrhhhh... apa yang mau kau lakukan!!" pekik Dev marah lagi, bahkan suaranya sampai menggelegar di seluruh langit Jerman.


Debora menggaruk telinganya, "Ck... kemarilah!!" ucap Debora sambil menarik tangan Dev dengan paksa.


" Bantu aku memutar ini!" ucap Debora yang sudah menarik tangan Dev ke dekat spiral itu.


"Apa balasannya," ucap Dev.

__ADS_1


"jiahhhh... ya udah sana gak usah, ini kastil gak usah dibuka, biar begini aja terus dasar pelit!!!"ketus Debora.


"Hey mana boleh begitu, ini kastilku kembalikan seperti semula!" titah Dev mulai marah lagi.


"Makanya bantu memutar spiral ini, ini terlalu berat, tak bisakah kau lihat kalau aku hanya seorang gadis kecil yang lemah?" ucap Debora sambil mengangkat kedua tangannya ha g tanpa otot itu.


"Lemah apanya, kau sampai mengubahku seperti ini, sebenarnya siapa dirimu!" batin Frank menatap curiga pada Debora.


"Aku malaikatmu pria bersayap!" ucap Debora membuat Frank terbelalak kaget, bagaimana bisa gadis itu mendengar ucapannya.


"Bantu ya," pinta Debora.


"Ck... merepotkan! " ketus Dev namun dia juga dikuasai rasa penasaran dengan apa yang kan dilakukan gadis itu terhadap kastilnya.


Mereka berdua pun memutar spiral itu bersama sama,


Cekleekkkkkk.... krireettttttt


swoossshhhh


Seketika sulur itu menghilang ke udara bersamaan dengan berubahnya kastil Dev menjadi kastil megah dengan warna putih terang dengan pijar pijar keemasan yang menyinari seluruh area hutan hitam.


Krekkk... sraaahhhhh


Semuanya berubah menjadi lebih berwarna dan terang bahkan kastil Loctus Tormentis pun disinari dengan cahaya keemasan itu.


"Wowww.... ini benar-benar menakjubkan!" seru Debora sambil menatap seluruh area Kastil yang benar-benar berubah menjadi sangat indah dan menakjubkan, kastil yang berdiri kokoh menjulang tinggi ke atas langit dengan pilar pilar bercahaya yang menopang kastil itu.


Aliran air dari sungai yang mengelilingi kastil itu mengalir dengan tenang dan suara aliran airnya begitu menenangkan hati.


Namun berbeda dengan pemandangan yang tidak menenangkan yang didapati Debora dari sosok astral di hadapannya yang menatap dirinya dengan tatapan kemarahan.


"Ehh... ma..maaf, kalua begitu aku pergi dulu!" ucap Debora sambil berusaha melarikan diri namun..


Greppp


Dev menarik leher baju Debora dari belakang.


"Mau kemana kau dasar pembuat onaaaaarrrrr!!!" teriak Dev lagi membuat Debora menutup telinganya dari suara teriakan menggelegar dari seorang Dev.


"Eheheheh, Pak Tua jangan berteriak nanti kerongkonganmu sakit," ucap Debora sambil cengengesan, sungguh gadis itu tidak kenal takut.


"Kemari kau!" ucap Dev sambil menarik paksa Debora masuk ke dalam kastil kebesarannya yang kini sudah berubah total menjadi terang bukan lagi di kuasai kegelapan.


"Sebenarnya siapa gadis itu!" gumam Frank yang benar benar penasaran dengan Debora.


.


.


.

__ADS_1


like, vote dan komen 😉😉😉😉


__ADS_2