
Dev yang sedang berdebat dengan Xavier tiba tiba berhenti dan terdiam. Sementara Xavier di langit sana tersenyum tipis penuh arti sambil menatap Dev.
"Deevvvvvv......"
Suara panggilan itu terngiang dengan jelas di kepala Dev, saat itu juga mata Dev terbelalak saat menyadari bahwa Debora membutuhkan bantuannya saat ini.
"Sial! Ada apa dengannya!" Umpat Dev.
"Heh Kakek tua, aku pergi dulu, dia membutuhkanku! " Ucap Dev yang langsung pergi menghilang tanpa menunggu jawaban dari Xavier.
"Ck.... Dasar anak nakal beraninya kau meninggalkanku," ketus Xavier namun masih dengan senyuman tipi penuh artiterpatri dengan jelas di wajah sosok naganya.
Dev melakukan teleportasi dalam waktu yang sangat singkat dia berhasil tiba di rumah Debora.
Swoooshhh.....
Kabut ungu memenuhi halaman rumah Debora pertanda sihir Dev sedang bekerja.
Dengan langkah cepat Dia masuk ke rumah itu dan menemui Debora.
Dan alangkah terkejutnya Dev saat melihat tubuh Debora kini melayang di udara dengan empat roh jahat yang berusaha masuk ke dalam tubuhnya, Namun karena dilindungi api biru, mereka tidak bisa masuk.
"Eghh.... To..tolong.. uhukk..." Nafas gadis itu tercekat saat sesuatu mencekik lehernya dengan kuat, asap hitam memenuhi tepat itu, keluar dan masuk melalui hidung Debora pertanda kalau mereka melakukan berbagai cara untuk masuk dan berkuasa atas tubuh gadis kecil itu.
"Sialan!!!!" Umpat Dev.
Dia mengeluarkan tongkat api birunya dan mengarahkannya ke arah keempat roh jahat yang kini benar benar berubah menjadi roh jahat level tertinggi sehingga kekuatan Debora terkuncin akibat level mereka jauh berbeda dari roh yang dihadapinya sebelum itu.
" Pergilah ke neraka!!!" TeriK Dev sambil mengarahkan api biru nya membakar keempat roh itu dengan cara yang benar benar menyakitkan.
Brukk...
Cengkraman roh itu terlepas dan Debora terpental ke atas lantai.
Dev membakar habis ke empat roh jahat level tinggi itu,satu satunya cara paling ampuh adalah langsung memusnahkan mereka tanpa memberi kesempatan tinggal di pohon Legion.
Kekuatan yang sangat besar beradu dengan roh iblis yang benar benar kuat, membuat Dev sedikit kewalahan saat arwah arwah itu menyerang balik dirinya.
"Graahhhhhhh..... Beraninya kaliaaaannnnn " Teriak Dev sambil mengangkat tongkatnya tinggi ke atas dan
Braaakk.....
Dia menghempaskan tongkatnya ke atas lantai, seketika itu juga keempat roh itu terkunci dalam sebuah kapsul api biru yang sangat panas dan membakar mereka hingga hangus.
Kemarahan Dev tak Lagi bisa terbendung, bukan kabut ungu lagi yang memenuhi tempat itu melainkan kabut merah yang menandakan bahwa dia sedang marah.
__ADS_1
" Terimalah nerakamu hari ini juga " teriak Dev setelah dia berhasil mengunci lokasi itu menjadi lokasi eksekusi yang ah ay bisa dilihat dengan mata batin.
Keempat roh jahat itu melakukan perlawanan, mereka berputar-putar mengelilingi Dev, sementara satu dari keempat arwah itu mencoba untuk memasuki tubuh Debora lagi.
Dengan memasuki tubuh manusia maka kekuatan mereka akan semakin besar pula apalagi jika manusia itu bisa melihat hal hal mistis, inilah sebabnya Debora selalu dikuti oleh parah hantu sejak dia dilahirkan ke dunia.
"Arhhh... Sialan,!!" Umpat Dev yang kini sudah berubah menjadi sosok burung hantu seperti saat Alifer mengutuk Dev.
Dia mengepakkan sayapnya, buku bulu ya yang tak berwarna cokelat keemasan di hempaskannya menyerang roh jahat itu.
Dia mengeluarkan sihirnya dan membentuk kubah pelindung untuk melindungi Tubuh Debora yang tengah bergetar ketakutan, mata mereka bertemu, dapat Dev rasakan rasa takut di mata gadis itu.
"Deevvvvv awaaassssss" pekik Debora saat melihat salah satu roh itu menyerangnya dengan sulur hitam berduri dengan mulut api yang menyala nyala.
Dev menghindar namun naas kedua sayapnya terbakar api hitam itu.
"Arhhh...." Dev berteriak kesakitan.
"Devvvvv" pekik gadis itu lagi.
"Hahahahahah.... Kau akan menjadi inang paling kuat yang pernah kumasuki, bersiaplah menjadi manusia setan hahahah," teriak roh tak berbentuk itu, yang terlihat hanya segumpalan asap dengan mata merah dan gigi tajam tertawa ke arah Debora yang dilindungi kubah merah milik Dev dan pelapis api biru dari simbol bintang di lehernya.
roh itu mencoba menghancurkan kubah api Dev, sementara itu Dev menghadapi ketiga roh jahata tkhang mengalihkan perhatiannya terhadap Debora.
Debora bergetar ketakutan saat melihat roh itu menyerang kubah itu bertubi-tubi.
Sraatt...
Crakkk..
Serangan roh iblis itu menmbuat kubah itu retak, kabut hitam mulai masuk dan mencoba menyerang Debora yang meringkuk ketakutan.
Kabut itu menyentuh Debora meski api biru membakarnya. Leher Debora di cekik dengan kuat dan tubuh Debora diangkat ke atas.
Crakkk...
Kubah merah Dev hancur seketika saat keempat roh itu bersatu dan meninggalkan Dev yang terluka akibat serangan tadi.
"Deboraaaaa" pekik Dev saat melihat tubuh Debora bergelantungan di udara dengan kakinya yang menendang nenang ke sembarang arah, wajahnya memerah, pasokan oksigen mulai berkurang.
Dev menggeram, dia berubah menjadi siluman burung hantu.
Di melesat dengan kecepatan tinggi menarik tangan roh jahata itu dan menghajarnya habis habisan dengan tinju yang di lapisi dengan api biru.
Dev menatap mata Debor, seke itu ukiran biru di tubuh mereka menyala, Debora terangkat ke atas dan dilindungi kubah biru, mata Dev berubah menjadi biru, dan kalung bintang yang menyatu dengan dirinya bersinar terang, dia mendapatkan kekuatan baru.
__ADS_1
Dia menghajar roh iblis itu dengan kemarahannya yang benar benar membuncah.
Tak bisa berkutik, Roh jahat itu akhirnya dihancurkan dengan tangan Dev sendiri.
Api abadi membakar hangus roh jahat itu hingga musnah untuk selama lamanya.
Dev menatap Debora yang tidak sadarkan diri danbternagkat ke atas, dengan cepat dia mengbil tubuh gadis itu dan ...
Swoossshhhh.... Angin berhembus kencang seluruh kabut merah telah hilang pertanda tak ada lagi pertempuran.
Dev menggendong tubuh Debora dan membaringkannya di atas kasur gadis itu.
"Debora," panggil Dev sambil menepuk nepuk wajah gadis itu.
Dia duduk di samping tubuh Debora sambil menggeng tangan gadis yang pingsan karena syok itu.
"Hei bangun, Debora," panggil Dev lagi, tubuh fisiknya sebagai manusia terluka akibat serangan roh tadi, jika manusia yang menyerang, maka tak butuh waktu lama untuk sembuh tetapi lain ceritanya jika roh jahat sekuat tadi yang meenyerang dirinya, lukanya akan bertahan beberapa hari.
"Dev... Dev.. Deeevvvv" teriak Debora sambil membuka matanya dan langsung duduk di atas tempat tidurnya dengan wajah panik, dia menatap Dev....
Hap...
"Kau baik baik saja?ohh... Devvv... Apa itu tadiii" ucap Debora yang langsung menghamburkan pelukannya pada Dev segera setelah dia sadar dari pingsannya.
" Astaga kau terluka, bagiamana ini, pasti sakit, wajahmu juga terluka," ucap Debora panik, padahal yang paling dikhawatirkan saat ini adalah kondisi Debora sendiri namun dia masih bisa memperdulikan kondisi Dev.
Debora memeriksa seluruh tubuh Dev, tampak luka luka berwarna merah menyala membekas di wajah, lengan dan tubuh pria itu, pakaiannya sampai koyak disana sini.
Grepp....
Dev memeluk tubuh Debora yang benar benar panik dan khawatir, dan menepuk-nepuk punggung gadis itu pelan.
"Aku baik baik saja, sudah kubilang aku tidak merasa sakit," ucap Dev.
" Tapi itu luka, bagiamana cara mengobatinya, tidak boleh dibiarkan!!" Ucap Debora sambil menatap Dev dengan tatapan khawatir.
Dev membalaskan tatapan Debora, baru kali ini dia tak bisa melepaskan tatapan matanya dari seorang wanita.
Debora meletakkan tangannya di wajah Dev dan....
.
.
.
__ADS_1
Like, vote dan komen 😉😉😉😉😉