Oh My Dev-iil

Oh My Dev-iil
Malu


__ADS_3

Pagi kembali menyingsing, ruangan nan indah dan elegan dihiasi beberapa patung nan indah membuat suasana seperti sedang di dalam museum seni.


Debora mengerjapkan kedua matanya menyesuaikan sesuai dengan cahaya ruangan, dia merasakan sesuatu yang berat kini menimpa perutnya.


dia membuka matanya, betapa terkejutnya Debora saat melihat wajah tampan Dev sangat dekat dengan wajahnya, dia melihat tangan kekar itu melingkar di atas perutnya dengan posesif memeluk tubuh kecil Debora.


Gadis itu tersenyum lembut, dia menatap kekasihnya dan mengusap wajah pria yang tengah memejamkan mata itu dengan lembut.


Pahatan yang sangat indah kini terpampang nyata di hadapan Debora, membuat jantungnya berdegup kencang.


Seketika gadis itu mengingat kejadian semalam, kejadian yang begitu panas menurutnya namun dia menikmatinya. Wajahnya merona mengingat bagaimana Dev dengan mudahnya mengangkat tubuhnya dengan posisi masih saing berpagutan, mereka masuk ke dalam kamar dan melanjutkan adegan ciuman panas mereka.


Tangan Dev bahkan mulai nakal dengan mengelus paha dan perut Debora, sungguh memberikan gejolak yang sangat aneh di hati gadis itu. Setelah berciuman sampai sepuas puasnya mereka terlelap karena kelelahan, bukan karena melakukan suatu hubungan intim, sebab si Dewi Romansa tentu tau batasan mana yang tak boleh di langgarnya dalam mengatur percintaan manusia.


Dia hanya menambahkan sedikit hasrat mereka berdua sehingga ciuman itu menjadi ciuman panjang namun tak meminta lebih. Dan anehnya Dev yang tidak pernah mengantuk selama seribu tahun terakhir justru terlelap dengan tangannya sambil memeluk Debora.


Wajah Debora seketika itu merona, dia merasa malu karena menginginkan kecupan itu lagi. Lama dia menatap wajah tampan Dev, dengan inisiatif sendiri dia mengecup bibir pria itu tepat saat Dev membuka kedua matanya yang membuat Debora begitu malu dan langsung menyembunyikan wajahnya di dalam dekapan Dev, wajah yang benar benar semerah tomat dan merona karena malu.


“Apa yang semalam kurang sayang?” bisik Dev sambil mengangkat Dagu Debora, gadis itu mengalihkan pandangannya ke arah lain karena dia merasa sangat malu dengan dirinya sendiri, entahlah tapi dia menginginkan hal itu, sah sah saja toh Dev adalah kekasihnya.


Debora menggelengkan kepalanya, dia benar benar malu saat ini, entah apa yang akan dikatakan Dev padanya yang pasti dia benar benar kehilangan muka.


“Apa kau menyukainya?” bisik Dev lagi dengan nada menggoda membuat jantung Debora berdegup kencang, tanpa sadar dia menganggukkan kepalanya namun seketika itu tersadar dan langsung menggelengkan kepalanya lagi, hal ini benar benar membuat Dev tertawa terbahak bahak.


“hahahaha, kau sangat menggemaskan debora, kenapa kau geleng gelang seperti itu? Kau ini ada ada saja,” ledek Dev yang membuat Debora mengerucutkan bibirnya tapi juga senang karena Dev tertawa, dia jarang melihat pria itu tertawa puas seperti saat ini.


“Jam berapa sekarang?” tanya Debora.


Dev melirik ke arah dinding di belakang Debora,” Jam 8 pagi sayang,” ucap Dev sambil menatap wajah cantik kekasih hatinya itu.


“Whatt?” pekik Debora sambil duduk di atas tempat tidur, dia teringat kalau dia ada kuliah pagi jam 8.30 yang menandakan bahwa akan dimulai 30 menit lagi.

__ADS_1


“Hei ada apa? Kau seperti sedang kesetanan,” tanya Dev yang ikut duduk sambil menatap Debora yang tiba tiba berteriak kencang.


“Aku ada kelas pagi Dev, dan dimulai 30 menit lagi, astaga kenapa aku lama sekali bangunnya?” ucap Debora memukuli kepalanya sendiri, kebiasaannya kalau melakukan sebuah kesalan seperti saat ini.


Dev menangkap tangan gadis kecilnya itu,” jangan dipukul itu sakit, kau tak usah panik, cepatlah bersiap, kita akan ke kampusmu,” ucap Dev.


“pakaianku? Bukuku? Bagaimana ini?” ucap debora.


“Pakaianmu ada di dalam lemari itu, pilihlah yang kau suka, bukumu akan di bawa oleh Frank, dia akan mengantarkannya ke kampus, sudah cepat sana supaya tidak terlambat,” ucap Dev yang dianggukkan oleh Debora.


Dengan cepat gadis kecil itu berlari menuju kamar mandi dan segera melakukan segala urusannya disana dengan terburu buru, dia benar benar akan terlambat pikirnya, dia tak boleh bolos karena ini sudah hampir akhir semesternya dan sebentar lagi dia akan melakukan praktek kerja langsung.


Dev menatap kekasihnya dengan senyum indah, dia merasa lucu melihat Debora yang berlari ke arah lemari dan menarik sembarang pakaian lalu masuk ke kamar mandi dengan terbirit birit.


“dasar gadis ini,” gumam David.


“Frank ambilkan buku buku Debora dari kamarnya, kita bertemu di kampus Debora, aku akan menyetir sendriri,” Dev berbicara melalui telepati kepada Frank.


Setelah beres beres, Debora lamgsung menarik tangan Dev keluar dari kamar dengan terburu buru karena waktunya tinggal 20 menit lagi.


“Ayo cepetan, udah telat nih,” ucap Debora dengan wajah panik.


Dev memegang bahu gadis itu dan menatapnya dengan lembut,” Tenang Debora, kita akan tiba disana tepat waktu, semua akan baik baik saja, jangan panik,” ucap Dev menenangkan kekasihnya.


“Huffttt..... aku terlalu panik ya, aku gak mau terlambat, ada beberapa tugas yang harus diserahkan hari ini sebelum melakukan PKL, nanti dosennya merepet lagi, sakit telingaku mendengar ocehan mereka,” celetuk gadis itu.


Swooosshhh....


Dalam sekejap mereka sudah berada di depan kampus Debora, gadis itu masih belum sadar kalau mereka sudah ada di depan kampus.


“Dev ayo cepat pergi nanti kita terlambat, “ ucapnya lagi sambil menatap Dev namun tiba tiba di sadar kalau posisi mereka sudah berpindah.

__ADS_1


“Se... sejak kapan kita disini?” tanya Debora dengan mata terbelalak, dalam hitungan detik dia sudah berada di depan kampus.


“Sejak kamu menggerutu dan memasang wajah sedihmu itu nona manis,” ucap Dev sambil mencolek hidung mancung gadis itu.


“Wahh, kau hebat, kalau begini aku bisa menghemat ongkos untuk ke kampus hahaha,” kekeh gadis itu sambil menggandeng tangan kekasihnya.


“tetap di sampingku jangan pergi jauh aku tidak mau kesepian,” ucap Debora sambil menatap Dev dengan senyuman manis di wajahnya, sangat manis hingga membuat Dev ingin mengecup bibir itu, namun dia masih sadar kalau disana di depan umum dan kekasihnya itu masih belum makan pagi.


“Iya sayangku, ya sudah ayo kesana, Frank dan yang lain sudah menunggu kita, kamu sarapan pagi dulu, masih ada 15 menit lagi,” ucap Dev sambil menunjuk Frank dan dua anak buah Dev yang duduk di bangku taman sambil menghidangkan beberapa mekanan untuk nona mereka.


Dev merangkul Debora dengan posesif, orang orang berdecak kagum melihat mereka berdua, bagaimana tidak kagum, Debora tampak sangat cantik dan manis dengan gaun berwarna merah jambu yang sangat cocok untuk dirinya, jika dilihat memang gaunnya sederhana tetapi harga sungguh luar biasa fantastis karena gaun itu salah satu keluaran terbaik dari rumah mode di Prancis.


Dev juga tak kalah gagahnya, dia memang memakai pakaian kasual tidak seperti saat dia di kantornya sebagai seorang tuan muda Nolan yang terhormat, tetapi penampilannya bagaikan anak muda yang sedang melakukan acara road show model pria sungguh memukau.


Bahkan anak buah Dev juga tak kalah tampan, mereka semua berpenampilan sesuai dengan mode jaman sekarang.


Dari sudut jalan tampak Gretta menatap mereka dengan penuh kebencian, awalnya dia menatap mereka karena memang murni diri Gretta yang membenci Debora karena menurutnya Debora selalu mendapatkan yang terbaik. Tetapi tiba tiba, kepalanya kembali berasap hitam, dan semakin lama semakin membesar, hingga sebuah bayangan hitam muncul di belakangnya dengan tawa yang menyeramkan menatap Debora.


Seketika Debora merinding, dia merasakan hawa buruk begitu juga dengan Dev dia menyadari ada iblis di dekat mereka. Debora memeluk Dev dengan erat , menyembunyikan wajah di dalam dekapan pria tampan itu.


“Devv.... aku takut,” lirih gadis itu.


“Tenang aku disini,” ucap Dev menanangkan Debora sambil memeluk kekasihnya itu dengan sangat erat.


.


.


.


Like, vote dan komen

__ADS_1


__ADS_2