Oh My Dev-iil

Oh My Dev-iil
Pak Tua Narsis


__ADS_3

Debora dan Dev terus berjalan bersama, sesekali Debora melirik ke arah Dev, mereka berjalan tanpa bicara apa pun.


"Ada apa hmm? apa kau terpesona dengan wajah tampanku ini?" tanya Dev sambil menaikkan satu alisnya.


"Dasar Pak Tua narsis, wajahmu kan pakai masker mana bisa aku melihatmu," ledek Debora yang memalingkan wajahnya ke arah lain.


"Akui saja, aku memang setampan itu," ucap Dev berbangga diri.


"Ck Pak tua narsis!" ledek Debora sambil memutar malas kedua bola matanya.


Mereka sudah tiba di jalan masuk menuju rumah keluarga Miller, Debora selalu benci jika harus masuk ke peternakan melalui jalan itu, karena pasti dia akan selalu di ganggu oleh Gretta.


"Ayo masuk, " ajak Debora yang dianggukkan oleh Dev.


Dev berjalan di samping Debora sambil menenteng kantong belanjaan, pria tampan nan gagah itu menatap rumah keluarga Miller dengan tatapan serius.


Debora berjalan terlebih dahulu, dan benar saja Gretta kembali mencegatnya dengan tatapan sinis.


"Dari mana kau hah? pasti menjual diri, ck...ck.. ck... dasar gadis jal4ng, aku merasa jijik karena kau harus lahir dari rahim ibuku!" ejek Gretta sambil melemparkan tatapan merendahkan kepada Debora.


Debora diam, dia berhenti sebentar lalu kembali berjalan tanpa menghiraukan Dev yang sedang asik menatap rumah itu.


"Rumah ini akan berbahaya untuk Debora, tapi lapisan serbuk emas itu menaungi tempat ini persis seperti di hutan waktu itu," batin Dev sambil menatap ke udara dimana kubah emas transparan melindungi dan menaungi seluruh area itu.


"Heh gadis pembawa sial, kau benar benar menyebalkan ya, apa kau tak mendengar ku!!!" Gretta marah, dia menatap Debora dengan penuh kekesalan.


"Aku tak ada urusan denganmu!" ucap Debora berusaha untuk tidak takut dengan Gretta.


Dev menatap mereka dengan tatapan tidak biasa. Di atas kepala Gretta tampak asap berwarna hitam seperti bekas terbakar.


"Dia memang cocok menjadi media tempat persinggahan para roh, kurasa jika dia mati dia akan menjadi roh paling munafik di muka bumi ini," Batin Dev.


Dia melihat bahwa di tubuh Gretta tak ada roh yang menempel, terlihat dari bekas tempelan roh yang masih berasap itu. Sepertinya baru saja roh itu diusir dari tubuh Gretta, namun itu tidak mengubah apa pun karena sifat Gretta memang sejalan dengan roh yang menempel di tubuhnya.


"Tapi siapa," gumam Dev bingung, siapa kiranya yang bisa mengusir roh itu dan melindungi area tempat tinggal Debora.


Dev berjalan mendekati mereka saat Gretta semakin menyudutkan Debora,m yang membuat gadis itu mulai tak bisa berkutik.


"Ekhmmm...."Dev berdeham dan berdiri di samping Debora sambil memegang tangan gadis cantik yang mulai ketakutan itu.


Aneh memang, dia tidak takut dengan hantu tetapi takut dengan manusia.


Saat Dev tiba, Gretta langsung mengubah ekspresinya menjadi gadis polos tanpa dosa yang sok cantik dan sok baik di depan Dev.

__ADS_1


"Debora kamu bawa tamu? kok gak bilang bilang?" ucap Gretta dengan suara lembut yang di buat buat, sampai sampai membuat kucing tetangga yang sedang lewat menatap Gretta dengan tatapan jijik.


"Meeoongggg... howekkk," kucingn itu malah muntah melihat wajah munafik Gretta.


"Pfftttthhh," Dev tergelak melihat kucing oranye itu muntah di dekat Gretta.


"Ihhkk... apa apaan ini!!" teriak Gretta jijik.


"Meeoongggg.... krrhhhhh...," Kucing itu menyalak dengan wajah marah melihat Gretta lalu pergi dengan angkuhnya, bokongnya berlenggak-lenggok kesan kemari meninggalkan mereka.


"Ayo masuk," ajak Debora yang di balas anggukan oleh Dev.


"Debora kenapa bawa kesana, ayo ke rumah," ajak Gretta yang masih memasang wajah munafiknya di hadapan Dev.


"Apa kau mau kesana?" tanya Debora namun di balas gelengan kepala oleh Dev yang langsung membuat Gretta cemberut dan kesal.


"Kau dengar kan? lagi pula dia tamu ku bukan tamu keluarga MILLER!!" ucap Debora menekankan kata katanya.


Gretta mengepalkan tangannya kesal, dia merasa dipermalukan dan tidak bisa mendekati pria yang belum dia lihat wajahnya itu.


"Siapa pria ini?" pikir Gretta.


Dev tersenyum mendengar isi pikiran Gretta, dia hendak membuka kacamata dan maskernya.


Angin menerpa wajah Dev, wajah tampan khas Eropa itu terpampang nyata di hadapan Gretta.


Gretta menelan kasar Salivanya saat melihat pria yang dilihatnya kemarin mengantarkan Debora ke peternakan.


"Tu.. tuan muda Nolan," ucap Gretta sambil mengangakan mulutnya mengagumi ketampanan seorang Devara Christopher Nolan.


"Ada siapa Gretta?" panggil Nyonya Miller yang Keluar dari dalam rumah karena merasa anaknya sedang berbicara dengan seseorang.


"Ahh... Anda kan tuan muda Nolan, selamat datang di kediaman Miller," sambut Nyonya Miller dengan senyum sumringah namun menatap sinis ke arah Debora.


Melihat tatapan sinis dari Mamanya, Debora berjalan mundur dengan pelan dan bersembunyi di balik lengan Dev persis seperti seorang anak yang sedang berlindung di belakang tubuh ayahnya ketika ada yang membuatnya merasa takut.


"Anda mengenal saya?" tanya Dev dengan suara suara serak serak basah yang terdengar seksi di telinga seorang Gretta Miller.


"Tentu saja, siapa yang tidak mengenal tuan muda Nolan, pewaris utama keluarga Ralph Rolex III, suatu kehormatan besar bisa bertemu dengan Anda tuan," ucap Nyonya Miller seraya berjalan dan mendekati Dev.


Namun Dev berjalan mundur dengan tatapan jijik melihat penampilan Nyonya Miller yang terbilang norak dengan pakaian bunga bunga serta sanggul bunga, tubuhnya sudah seperti kebun bunga saking banyaknya pernak pernik bunga yang dipakainya.


"Ahh apa Anda kurang nyaman? wah Anada membawakan apa tuan? tak perlu repot-repot, " ucapnya sambil menatap kantongan berisi belanjaan yang masih di pegang oleh Dev.

__ADS_1


"Debora, pergi jauh sana kau membuat tuan Muda Nolan tidak nyaman!!" bentak Nyonya Miller yang berusaha menunjukkan kekuasaannya di depan Dev.


"Cih... munafik!!" gumam Dev yang masih bisa terdengar jelas di telinga Debora hingga membuat gadis itu mendongak.


"Ayo pergi Dev, pleaseee!!" cicit Debora sambil menarik narik kemeja Dev dari belakang.


"Maaf saya tidak kenal dengan Anda, dan saya kesini untuk mengunjungi kekasihku!" ucap Dev lalu berbalik dan menggandeng tangan Debora membawa gadis itu menuju peternakan tempat tinggal Debora.


"Apa!!!! ke..kekasih? Debora?" Gretta terbelalak dengan ucapan Dev," si pembawa sial itu benar benar merebut segalanya dariku!!!" kesalnya sambil menggerakkan giginya, dia menatap Debora dengan tatapan penuh kebencian.


"Kurasa dia hanya salah satu mainan pria itu Gretta, kau tau kan kalau tuan muda Nolan seorang Cassanova, paling sebentar lagi dia akan ditinggalkan, " ucap Nyonya Miller dengan penuh percaya diri.


"Tcihh.. Mom benar, tapi akan kurebut pria itu dari dirinya, semua yang ada padanya harus jadi milikku!" ucap Gretta sambil menatap Dev dan Debora yang berjalan sambil bergandengan tangan menuju peternakan.


Kedua insan itu tiba di teras rumah kecil tempat Debora tinggal.


Debora terus menatap Dev, " Apa aku tidak salah dengar tadi? apa kau menyebut ku sebagai kekasihmu?" tanya Debora penasaran.


Dev menoleh sambil tersenyum jahil," iya kenapa ? apa kau sangat senang mendapatkan seorang kekasih tampan dan terkenal seperti diriku?" tanya Dev sambil tersenyum jahil.


plakkk


Satu pukulan telak mengenai lengan pria itu, Debora berusaha melepaskan tangannya namun di tahan oleh Dev.


"Awas, siapa juga yang mau jadi kekasih pak tua narsis seperti dirimu, dasar pria sombong," gerutu Debora.


Dev meletakkan belanjaan mereka di atas lantai.


"Hahahah, apa kau yakin tidak mau bersamaku nona Debora?" goda Dev sambil menarik pinggul Debora dan menatapnya dengan dalam, dia memegang pinggul Debora yang sangat pas dalam genggaman tangannya, mengusap punggung gadis itu dengan lembut.


Deg.. deg... deg..


Jantung Debora bak lari maraton saat melihat Dev begitu dekat dengan dirinya, ukiran biru di leher dan tangan keduanya muncul kembali saat mereka dalam posisi itu, mata Debora dan Dev berkilau.


Degh....


Debora melihat sesuatu yang menyedihkan tentang Dev.


.


.


.

__ADS_1


like, vote dan komen 😉😉😊😊


__ADS_2