
Debora memeluk Dev yang berada dalam rupa burung hantu itu, cairan biru terus keluar dari dalam mulutnya dan kabut hitam menyelimuti area itu.
Gumpalan hitam itu tersegel di tubuh Dev, seketika mata butung hantu itu membulat dan menghitam.
“Akhhh..... Dev... tidak jangan pergi, bagaimana ini.... arhhhhkkk Dev..... siapa pun tolong aku, tolong Dev hiks hiks hiks,” yang Bisa Debora lakukan saat ini hanyalah menangisi Dev.
Wanita itu menangis tersedu sedu sambil memeluk tubuh fana itu.
“Debora... uhuk... uhuk...” Dev kembali ke rupa manusia, dia tidur di atas pangkuan Debora, menatap mata indah itu dan berusaha menahan rasa sakit di tubuhnya akibat serangan roh jahat itu.
“Dev... arkkk tetap bangun Dev, jangan seperti ini Hiks hiks hiks,” tangis Debora begitu menyedihkan.
“Sayang... hushhh jangan menangis lagi, aku baik baik saja, maaf tak bisa menjagamu sampai akhir, hanya ini yang bisa kulakukan untuk melindungimu,” ucap Dev sambil mengusap wajah cantik yangkini memerah karena menangis itu.
“Akkkkhhh... tidak apa maksudmu huaaa..... kau harus menjagaku sampai akhir, kau harus bersamaku sampai aku menghembuskan nafas terakhirku, kenapa begini hiks hiks hiks, aku sudah tau akhir hubungan ini, aku tau semuanya huaaa.... bukan ini yang kuharapkan ,” ucap Debora sambil menangis tersedu sedu.
“Jadi kau tau semuanya uhuk..?” ucap Dev dengan tatapan mata sayup, dia mulai melemah.
“Ya aku tau semunya, aku tau kau akan pergi, tapi tidak secepat ini huaaa.... aku akan sendirian lagi Dev, aku tidak mau kau pergi... hiks hiks hiks...... Aku mendengar semua isi pikranmu,bahkan pembicaraanmu dengan para Dewa aku tau semuanya, kau tidak harus pergi Dev huaaa...” tangis gadis itu lagi.
“Nggak sayang, roh jahat itu sudah masuk ke tubuh ku, aku harus dihancurkan unutk menyegel roh itu selamanya, aku tak ingin dia mengganggu ketenanganmu sayang, aku akan melindungimu sampai akhir,” ucap Dev.
“Tidak, aku tidak mau, hiks hiks hiks.... kau hanya harus menangkapnya bukan menyegelnya di dalam tubuhmu, aku tidak bisa tanpa mu dev,” Tangis Debora begitu pilu.
Selama ini sejak awal bertemu dengan Dev, Diandra mendengar semua isi hati dan pikiran pria itu, dia tau apa yang ada dalam pikiran Dev, dan semua kutukan itu dia tau.
Debora mencoba untuk tidak jatuh hati pada pria itu, tetapi sia sia, takdir membuat hatinya terikat pada pria bernama devano itu.
Benang merah diantara mereka sudah terikat sejak lama dan masih terhubung hingga mereka mengalami reinkarnasi.
“Maaf sayang, mungkin ini waktu terakhirku, aku tak tak bisa menahannya lagi, aku harus segera menyegel roh itu,” ucap David.
“Hiks hiks hiks aku tidak bisa melepasmu Devv, aku... hiks hiks... aku mencintaimu, aku benar benar mencintaimu Devano, aku tak bisa tanpamu,” tangisan Debora begitu pilu, ait matanya menetes ebgitu saj mengenai dada pria itu.
__ADS_1
Air mata Debora terjatuh dan menetes pada kalung bintang di dada Devano.
Seketika itu juga, cahaya biru dan lurik di tubuh mereka berdua bersinar terang, kalung bintang itu bersinar dan terangkat ke atas.
Cahaya biru melingkupi seluruh area itu.
Debora memeluk erat kekasihnya yang telah mencuri hatinya sejak awal mereka bertemu.
“Aku benar benar mencintaimu Dev, jangan pergi jangan tinggalkan aku,” lirih Debora dengan air mata yang menetes.
Dev juga sama, dia menangis haru, akhirnya dia mendengar kata cinta dari sang kekasih hati yang telah merebut seluruh hatinya.
“Aku juga mencintaimu sayang, sangat mencintaimu, terimakasih sudah memberikan warna yang indah bagiku makhluk yang terkutuk ini, maafkan aku mencintaimu,” ucap Dev sambil tersenyum dan memegang wajah debora.
Gadis itu menangis tersedu sedu, air matanya tumpah seketika, dia memegang wajah Dev, perlahan dia memberikan kecupan singkat di kening pria itu, air matanya menetes membasahi pipi dev yang perlahan lahan mulai menghilang menjadi cahaya biru yang terbang bebas ke angkasa.
“Aku pergi sayang, sampai bertemu di kehidupan berikutnya, aku benar benar mencintaimu, maaf bila mencintaiku adalah hal yang sangat menyakitkan, akan ku pastikan di kehidupan berikutnya, kau adalah satu satunya wanita yang akan menjadi pendamping hidupku sampai kita menua... aku mencintaimu,” ucap Dev sebelum dia benar benar menghiang daripangkuan Debora.
“Tiiiidaaakk..... arrhhhh Deeeevvvvvv.....” Tangisan gadis itu terdengar di seluruh mansion itu, dia menangis tersedu sedu, hatinya hancur, kekasih nya meninggalkannya untuk selamanya demi menyegel roh jahat itu.
Sementara itu di suatu dimensi lain, Dev tengah berjuang mengikat dan menyegel roh iblis yang menempati tubunya, sesuai dengan yang dikatakannya sebelumnya, Demon adalah roh yang akan dia hancurkan dengan tangannya sendiri.
Dev mengikat roh itu dalam tubuh kutukan itu, dia menyimpan roh jahat itu dalam tubuh burung hantu terkutuk yang diberikan Alifer pada dirinya seribu tahun lalu.
Semuanya kembali pada tempatnya, kehidupan mereka dimuai lagi dari awal.
Enam bulan telah berlalu sejak kepergian dev, Debora kini berubah menjadi gadis yang benar benar pendiam, keluarganya sudah kembali seperti semula.
Ternyata selama ini keluarga itu diliputi dan dikacaukan oleh roh jahat sehingga membuat mereka begitu kejam pada Debora.
Orangtua Debora sampai meminta maaf dan berlutut di bawah kaki Debora begitu juga dengan Gretta yang sudah pulih setelah kejadian mengerikan itu.
Mereka semua telah kembali menjadi keluarga yang normal, Debora juga memaafkan keluarganya dan berusaha untuk memulai hidup yang baru dengan keluarga normalnya.
__ADS_1
Namun hatinya benar benar terasa kosong, dia mengingat jelas wajah Dev, namun seperti orang bodoah dia tidak tau apa yang terjadi pada Dev, dia melupakan atau sengaja dibuat lupa tentang kejadian beberapa bulan lalu.
Seekor merpati putih mengamati Debora dari atap rumah.
Gadis itu sekarang tengah duduk di tengah lapangan luas di sekitar kampusnya, dia menengadah ke atas langit, dia masih mengingat pria itu dan lagi lagi air matanya menetes, dia merindukan kekasihnya, orang yang benar benar dicintainya.
“dev... hiks hiks kenapa waktu terasa sangat lambat saat kau tidak disisiku? Aku sakit Dev, disini terasa sakit, aku merindukanmu,” lirih gadis itu sambil mengusap air matanya.
Memang semua sudah berjalan norma, namun hatinya tak bisa berjalan normal lagi, sebab kekasih yang menempati hatinya kini menghilang.
“Sekuat apa pun aku membuatnya melupakan pria itu, dia tak akan pernah lupa,baiklah akan kuanugerahi kalian dengan takdir yang indah, sebagai balasan atas jasa kalian, kaian berdua berhak bahagia,” ucpa Xavier yang mengawasi Debora dari kejauhan.
Dewa itu terbang, dia menaburkan serbuk merah jambu berkilauan ke seluruh area itu.
“Debora, ayo berangkat dek, kita pulang,” ajak seorang gadis cantik yang tak lain adalah Gretta, dia berdiri di ujung lapangan bersama Brian menunggu adik kecil mereka.
Debora menoleh, dia melihat kedua kakaknya yang sudah kompak, dia tersenyum dan bangkit berdiri lalu menghampiri mereka.
“ Ayo kakak kakakku,” ucap debora berdiri diantara mereka berdua sambil menggandeng tanagn keduanya dengan senyuman bahagia.
“Dek besok kamu ikut kakak ya, kencan buta, siapa tau kamu bisa move on heheh,” ucap Gretta.
“hei... aku juga mau ikut hahaha,” ucpa Brian.
“Baiklah tapi kakak bawa mobil ya heheh,” ucap Gretta sambil tersenyum.
“terserah kalian saja kak, aku ikut saja,” ucap Debora pasrah.
“Yeayyyy....” seru gretta.
.
.
__ADS_1
.
Like, Vote dan komen