
Mendengar berita kepindahan Debora bersama keluarga besar Beck membuat Gretta dan Momnya geram sendiri, mereka tidak bahagia jika gadis itu mendapat perhatian dari keluarga Beck yang punya banyak pengaruh di Jerman.
Kalau Tuan Miller? jangan ditanya, dia tidak peduli dan tak pernah menganggap Debora sebagai anaknya, jadi entah Bora pindah atau tidak itu terserah pada Bora sendiri, Tuan Miller tak akan bergeming.
"Mom dengar kata paman kan, Bora akan ikut mereka ke Finlandia, enak sekali dia hidup tenang disana, mom kita harus melakukan sesuatu, aku tidak suka melihatnya bahagia," gerutu Gretta yang sejak tadi hanya mondar mandir kesana kemari sambil menggigit jarinya.
"Kau benar sayang, ck... kita harus menyingkirkan si bodoh itu!" ucap Nyonya Miller.
klakk
"Ahhh bagaimana kalau kita buang dia ke hutan hitam Ma!" seru Gretta sambil tersenyum bangga dengan idenya sendiri.
"wahh ide yang bagus, biarkan dia berkumpul bersama teman-teman hantunya disana, itu lebih cocok untuknya daripada Finlandia!" celetuk Nyonya Miller.
"Baiklah kapan kita buang dia Ma?" tanya Gretta.
"besok, Mama akan menyuruh orang menculiknya, kita ikuti mereka dari belakang!" ucap Nyonya Miller.
"Baik Mom, jangan culik di sekitar kampus," ucap Gretta .
"Kenapa?" tanya Nyonya Miller
"Banyak temannya yang tak kasat mata, kita bisa diserang nanti, culik di halte bus saja, " ucap Gretta.
"Hmm, baik kita lakukan besok pagi, Mom tidak mau gadis itu terus tinggal disekitar kita!" ucap Nyonya Miller.
Sementara itu, saat ini Debora sedang berjalan menuju toko buku di persimpangan jalan menuju kampusnya, dia berencana akan menjual beberapa buku yang sudah selesai dibacanya.
Sambil menenteng tumpukan buku yang diikat dengan tali, Bora berjalan sambil tersenyum manis tentu saja karena mendengar celotehan teman-teman hantunya yang belum di jemput oleh penuntun roh
Swoooossshhhh....
Tiba-tiba angin berhembus kencang, Debora melihat ke arah pepohonan, kertas, dan benda-benda yang mudah digerakkan.
"Tidak bergerak," gumam Bora.
"Pasti jenis hantu lain, sepertinya ini penipu lagi," gumam Bora.
"Kamu benar Bora, berhati-hati dengan roh penipu ini, dia sangat licik," ucap salah satu roh yang berjalan di sampingnya.
"Iya kakek, tenang saja dia tak akan bisa menyentuh Bora," ucap Debora sambil tersenyum, Bora memakai headset agar orang-orang tak menganggapnya gila dan malah menimbulkan keributan yang merugikan dirinya.
"Hai," sapa Roh Penipu yang berubah menjadi rupa anak kecil yang sangat menggemaskan yang pasti akan menarik perhatian siapa pun yang melihatnya.
Bora tersenyum ke arah roh tersebut.
"Hai adik kecil," balas Debora.
"Kakak, mau tidak menemani aku sebentar? aku kesepian, " ucap roh anak kecil itu.
"Ahhh, menemani kamu?" tanya Bora .
Roh itu mengangguk sambil tersenyum.
"Aku akan memanfaatkan kepolosanmu untuk mencari tubuh baru, kau tak bisa di tempeli setidaknya aku bisa menipu mu," pikir roh itu.
__ADS_1
"Huahahahhahahah, kau sangat lucu, bagiamana mungkin kau bisa melakukan itu,hahhahaha," Tiba-tiba Debora terpingkal-pingkal, sampai membuat beberapa orang menatap aneh padanya, segera ia membungkuk dan meminta maaf sambil mengangkat teleponnya agar tak dikira orang gila.
Para roh di sampingnya malah bergidik ngeri, Dunia sudah terbalik harusnya Bora yang bergidik ngeri melihat mereka, tetapi keadaannya berbalik.
"Maaf ya semuanya, aku hanya merasa lucu mendengar ucapan seseorang tadi," ucap Bora pada para roh di sampingnya.
"Kakak bicara dengan siapa?" tanya roh penipu itu.
"Tentu bicara denganmu bodoh!" batin Debora yang bahkan bisa mendengar suara pikiran roh.
"Ahh tidak, aku hanya bicara sendiri tadi,ya sudah Ayo kutemani," ucap Bora sambil menggandeng tangan roh penipu itu.
"Kita ke sudut jalan sana ya sebentar," ucap Bora sambil menunjuk sudut jalanan yang sepi.
Mereka berjalan menuju sudut jalan itu, tiba-tiba cahaya merah kehitaman muncul dari tubuh roh penipu itu, membuat nya menggeliat kesakitan sedangkan Bora hanya tersenyum tipis.
"Loh kenapa kamu?" tanya Bora pura-pura khawatir.
"erghh... panas.. ini sangat panas, lepaskan aku!!lepaskan akuuuu!!!" teriak roh itu meronta-ronta ingin di lepaskan dari cengkeraman tangan Bora yang mengeluarkan energi api pembakar roh.
"Loh jangan dong, kita kan mau main, katanya kesepian," ucap Bora sambil mencengkram tangan roh itu dengan kuat.
"Grrhhhh... arghhh... panassss... lepaskan aaakuuuu!!!" teriak Roh yang kini berubah menjadi bentuk aslinya, roh seorang manusia setengah tikus.
"Woohh... ternyata ini rupa aslimu, menakjubkan eh maaf menjijikkan!!" ledek Bora dengan seringai di wajahnya.
"Lepaskan aku!!" teriak roh itu dengan dua warna Sura yang berbeda, jika manusia mendengar langsung maka terdengarlah warna suara yang besar dengan bass yang kuat serta warna suara melengking seperti penyanyi sopran.
"Lepaskan?" ucap Bora sambil menaikkan alisnya,.
"Siapa kau sebenarnya, kenapa aku tak bisa memasuki tubuh mu!!!" teriak roh Dolosus yang menjadi incaran Dev.
"Aku? hahahh,teman teman menurut kalian siapa aku?" tanya Bora pada teman teman tak kasat mata nya.
"Kamu hanya seorang gadis cantik," ucap para roh itu.
Bora mengangguk," nah itu dengar kan,?" ucapnya sambil tersenyum namun tangannya tak pernah lepas dari tangan roh Dolosus itu.
"Lepaskan aku kurang ajaaaarrr.. graaahhhhhhh" teriak roh Dolosus menggelegar, beruntung dia cuma roh jika tidak, dia bisa mengganggu orang-orang di sekitar pemukiman itu.
Bora menggaruk telinganya dengan jari kelingkingnya.
"ck... kau sangat ribut," ledek Bora sambil memutar lengan roh Dolosus itu.
"Arghhhhhh... pergi kau iblissss!!" teriak roh itu menggeliat kesakitan sebab tubuhnya kini dililit sulur berduri tajam dengan api merah yang entah keluar dari mana sehingga membuat tubuhnya tak bisa bergerak.
"Iblis? ck.. ck.. ck.. iblis kok teriak iblis sih," ledek BORA.
"Kau tunggulah disini oke, penjemputmu akan datang," ucap Bora setelah mengunci roh Dolosus itu dengan sulur duri berapi itu.
"Kalian mau disini,atau ikut denganku?" tanya Bora pada kumpulan roh itu.
"Ikut !!" sahut mereka.
"Baiklah, kita keliling sebentar sebelum roh penuntun tiba," ucap Bora sambil tersenyum dan kembali memakai headset nya, dia mengangkat bukunya dan berjalan menuju toko buku.
__ADS_1
"Graaahhhhhhh....." teriakan roh yang kesakitan itu menggelegar hingga terdengar ke telinga seluruh makhluk astral yang berada di daerah itu.
"Lolongannya sangat menyakitkan!!" ucap para roh.
Mendengar teriakan roh Dolosus,para arwah penasaran yang tidak mau di jemput penuntun roh beterbangan kesana kemari mencari induk baru untuk ditempeli agar tidak di usik oleh penuntun roh.
Semuanya berlarian mencari tempat persembunyian baru, merasuki orang-orang yang memiliki sifat yang sama dengannya.
Wosshhhh
wosshhhh
kepakan sayap sang Dev terdengar tegas dan menakutkan.
Bersama tim pencari roh Dolosus mereka terbang menuju tempat roh itu diikat.
swoshhhh
pendaratan yang sempurna tepat saat Dev berubah menjadi rupa siluman burung hantu.
"Wohooo... siapa yang mengganggu keseruan ini arhhh," gerutu Dev saat melihat roh incarannya sudah diikat dengan sulur duri api.
Para penuntun roh menatap heran pada tuan mereka, bukankah seharusnya pria itu senang kalau roh Dolosus tertangkap?
"Seharusnya tuan senang dia dengan mudah ditangkap," ucap Frank.
"Ck... aku sudah berpikir akan bersenang-senang dengan roh bodoh ini, arhh semua rencanaku hancur Frankk!!!" kesal Dev.
"Tapi siapa kira-kira yang melakukan hal ini?" ucap Dev sambil menatap roh Dolosus yang tengah meronta-ronta kesakitan karena panas api dari Sulut duri yang mencengkram dirinya dengan kuat.
"Yang bisa melakukan ini hanya dukun atau pendeta tuan, itu pun saya tak pernah melihat kejadian seperti ini sejak 500 tahun terakhir," ucap Frank.
"Shhhh... siapa pun dia, dia sudah mengacaukan hiburanku arhhh, cepat bawa si bodoh itu!!" gerutu Dev sambil melangkah dan..
whooopp....
Dia berubah menjadi Burung hantu yang benar-benar menyeramkan.
Mereka membawa roh Dolosus dengan mudah karena sudah diikat dan pasti tak akan bisa lari lagi.
"Kenapa kalian membawaku, bawa saja gadis iblis itu, arhhh aku akan membunuhnya jika kami bertemu grrrhhhhh siaaalllll!!!!" teriak roh Dolosus.
"Diamlah, sebelum ku kirim langsung kau ke neraka!" ucap Frank.
Mereka membawanya menuju hutan hitam.
"Gadis? siapa itu?" pikir Frank.
"Jadi itu pemimpinnya," gumam Debora yang mengintip dari balik bangunan.
.
.
.
__ADS_1
like, vote dan komen 😉😉😉