Oh My Dev-iil

Oh My Dev-iil
(Brian, Debora dan Kastil Hitam)


__ADS_3

Keributan besar sedang terjadi di Mansion keluarga Miller. Brian menghancurkan semua barang-barang di dalam ruangan itu, segala sesuatu yang bisa dipecahkannya akan diraih dan dihancurkannya.


Brakkk


Praaangg


Brukkk


Ptaarr


"Dimana Deboraaaaaaa!!!!" teriak Brian dengan penuh kemarahan, pria itu benar-benar menggila saat ini.


Tadi dia pulang dari kantor mendapatkan berita bahwa Debora tidak pulang ke Peternakan tanpa memberikan kabar apa pun, padahal ini sudah jam 12 malam.


"Katakan dimana Debora, pasti kalian melakukan sesuatu pada adikku kan!!" teriak Brian sambil menunjuk Nyonya Miller, Gretta dan Tuan Miller yang duduk santai di ruang depan.


"Cih hanya karena gadis itu hilang kau sampai semarah ini Brian!" bentak Tuan Miller.


"Apa Dad Gak khawatir Bora gak pulang Dad, dia juga gak ke kampus Dad!!" kesal Brian.


"Kalau dia hilang baguslah, rumah ini tidak akan diganggu setan itu lagi, kehidupan kita berempat akan lebih damai dan kau bisa fokus saja dengan perusahaan!" ucap Tuan Miller.


"Dad!! dia putrimu, hasil perbuatanmu sendiri kenapa kalian begitu membencinya karena dia tidak sesuai dengan harapan kalian hah!!!" teriak Brian tak habis pikir dengan pola pikir orangtuanya.


"Kak kau tidak lihat? dia itu aneh, dia gadis paling aneh, di kampus aku sampai diejek karena memiliki adik seperti dirinya!" ketus Gretta.


"Aku bahkan tidak menganggapnya keluarga ku, menjijikkan, kurasa dia sedang menjual dirinya atau sedang melaku.." Gretta terdiam saat mendapat sesuatu yang tidak pernah dilakukan Brian pada dirinya.


Plaakkkk


Brian menampar pipi adik perempuannya dengan keras.


"Jika kalian tidak menganggapnya sebagai keluarga maka jangan pernah menganggap ku juga sebagai keluarga! dan kau Gretta jaga mulutmu sebelum semua perkataanmu berbalik pada dirimu!" ucap Brian.


"Brian beraninya kau memukul adikmu sendiri hanya karena perempuan kurang ajar itu!!" bentak Nyonya Miller sambil bangkit berdiri.


"Kurang ajar? hah! cuih... kalian yang kurang ajar, maaf Mom, Dad keluarga ku sekarang cuma Debora, kalian bukan keluargaku lagi hubungan kita cukup sampai disini, aku akan mencari adikku!!" ucap Brian meninggalkan mereka disana.


"Briaaan..... jika selangkah saja kau keluar dari rumah ini maka saat itu juga kau bukan bagian dari keluarga Miller, kau dan Debora bukan lagi keluarga kami!!!" ancam Tuan Miller.


Brian berhenti sebentar lalu membalikkan badannya.


"Dengan senang hati aku menerima semua konsekuensi itu tuan dan nyonya Miller, Gretta nikmatilah hidupmu sebagai nona muda Miller, maaf aku akan mencari adikku, " ucap Brian melangkahkan kakinya keluar dari rumah itu dengan perasaan kacau dan sedih.


Brian berlari menuju peternakan belakang, dia masuk ke dalam peternakan itu dan mencari cari apakah ada jejak kemana adiknya pergi.


Ceklek


Brian membuka pintu kamar Debora, matanya menyapu seluruh ruangan Debora.

__ADS_1


"Arhhhh maafkan kakak Bora, maaf kakak tak bisa menjagamu hiks hiks hiks," Brian duduk di atas Lantai sambil menangis, dia benar-benar khawatir dengan keadaan adiknya saat ini.


"arhhhh bagaimana ini, dimana kamu Bor," ucap Brian sambil keluar dan menatap peternakan itu.


Hewan-hewan dan makhluk tak kasat mata yang biasa menemani Debora berkumpul ke dekat Brian, meski Brian tak bisa melihat makhluk tak kasat mata itu dia tau kalau ada mereka di dekatnya.


"Arhhh... apa kalian tau dimana Debora? dia hilang, dia tidak pulang," ucap Brian Yangs uduk di tangga gudang penyimpanan.


"gerakkan kepala kalian ke bawah kalau tau dan ke samping kalau tidak tau," ucap Brian.


Hewan-hewan itu menggerakkan kepala mereka ke bawah membuat Brian terbelalak, dia segera menghapus air matanya.


"Apa kalian tau dimana dia?" tanya Brian lagi dan mereka mengangguk.


"Astaga bagaimana aku bisa tau lokasinya ya, hmm apa dia jauh?" tanya Brian dan mereka mengangguk lagi.


"Haaahh... apa kalian tau sesuatu yang mencurigakan?" tanyanya lagi.


dan Lagi mereka mengangguk.


"Arhhhhh, apa ini perbuatan Mereka?" sambil menunjuk mansion Miller, dan mereka mengangguk.


"Ahhhh apa yang harus kulakukan, aku harus menemui mereka!" ucap Brian sambil bangkit berdiri namun langkahnya dicegat oleh kumpulan hewan itu.


"Kenapa, apa yang harus kulakukan kalau begitu?" tanya Brian.


Seekor monyet liar datang dan menulis sesuatu di atas tanah.


Isi tulisan itu membuat Brian terbelalak.


"Tapi, kalau dia kenapa kenapa gimana? aku tak mau terjadi apa apa dengan adikku," ucap Brian berusaha keluar dari sana namun tiba tiba..


Swoossshhhh


angin berhembus kencang membuat bulu kuduk Brian merinding.


"Ba..baiklah aku akan menunggu, kalian sangat pemaksa, huffft, jadi apa adikku akan kembali dengan selamat?" tanya Brian yang langsung di jawab anggukan oleh mereka.


"syukurlah dan terimakasih karena sudah menemani nya selama ini, arhhh aku kakak yang jahat," lirih Brian sambil menundukkan kepalanya.


Para hewan itu mendekati Brian dan duduk di samping Brian, Black si anjing Husky langsung duduk dan meletakkan kaki ya di atas tangan Brian seolah memberikan penghiburan bagi pria itu.


"Terimakasih banyak, buat kalian semua," ucap Brian.


Sementara Brian bersedih di peternakan, Debora sedang tersenyum saat kurcaci menunjukkan keadaan kakaknya saat ini.


Sebenarnya Debora yang meminta agar hewan-hewan itu menghibur kakaknya melalui sihir yang dikirimkan kurcaci pada makhluk astral disana.


"Terima telah membantuku, " ucap Debora sambil memberikan pelukan pada kurcaci itu.

__ADS_1


"Jangan sungkan nona Bora, saya sangat senang membantu wanita cantik seperti Anada," ucapnya.


"Wah Nona kurcaci curang, jadi kalau Bora jelek nona gak mau bantu Bora dong, kok gitu sih," ketua Debora sambil memanyunkan bibirnya.


"Hadeh salah lagi kan aku," ucap nona Kurcaci sambil menunduk lesu.


"Hahahaha, mereka semua tertawa terbahak-bahak melihat wajah kesal nona kurcaci yang sejak bertemu dengan Debora selalu di ledek dan di tipu oleh gadis itu.


pak.. pak.. pak...


Swoooossshhhh...


Angin berhembus kencang membuat pepohonan sedikit bergoyang.


"Wahhh kencang sekali, apa itu?" tanya Debora penasaran.


"Itu Roh penuntun Arwah nona Bora, kamu nggak boleh ketemu mereka saat sedang bertugas, arwah yang dibawa mereka belum tau jenis apa," ucap tuan macan tutul.


"Ahhh, jadi roh roh itu akan berubah lagi disini," gumam Bora.


"Dimana lokasinya? aku penasaran, aku ingin kesana," ucap Bora.


"Itu di tengah hutan ini Bora, kamu masih manusia, jangan masuk kesana, bahaya," ujar nyonya Serigala.


"Iya serigala benar, disana banyak roh yang mencari tempat baru, bahkan tak jarang hewan hewan dimasuki oleh mereka, apalagi manusia seperti kamu, itu akan sangat bahaya Bora," ucap si rubah berekor sembilan.


"Huff tapi aku penasaran, aku mau kesana, boleh ya," pinta Debora.


"Tapi Bora itu berbahaya!" ucap Mereka lagi.


"Pokoknya aku mau kesana, apa pun ceritanya aku akan melihat langsung kesana, aku benar-benar penasaran dengan sosok penjaga hutan. ini serta semua sosok yang tengah tertidur dalam pohon-pohon ini!" ujar Debora sambil menatap pohon pohon Roh yang berjejeran di depannya ada yang masih kosong dan ada yang sudah berisi.


"Astaga, kamu ini benar benar gak takut ya!" ucap mereka heran.


"Nggak heheh, aku penasaran, ya udah kalau gak mau ikut gak apa, aku jalan sendiri saja," ucap Debora sambil melangkahkan kakinya.


"Ya udah kita ikut deh, daripada kamu tersesat nanti," ucap Mereka mulai berjalan di sekitar Debora.


Mereka berjalan menuju tengah hutan Hitam, mata Debora menatap tempat itu dengan berbinar-binar, benar benar indah pikirnya.


Mereka terus berjalan hingga ke tengah hutan, terus masuk dan akhirnya tiba di gerbang menuju kastil hutan hitam, kastil gaib milik Dev.


"Ini dia tempat nya,"


.


.


.

__ADS_1


like, vote dan komen 😉😉😉😊😉


__ADS_2