Om, Nikahi Aku?

Om, Nikahi Aku?
Pangeran


__ADS_3

Hiruk piruk suara kendaraan lalu lalang yang sangat memekakkan telinga bagi siapa saja yang mendengarkannya, tapi tidak untuk gadis SMA yang tengah tidur di kursi penumpang yang ia duduki saat ini.


"Neng bangun, udah sampek." Kang kernek menepuk-nepuk pelan bahu gadis itu.


Bukannya terbangun malah ia menggeser tempat duduknya mencari tempat senyaman mungkin untuk melanjutkan tidurnya.


"Ya ampun, nih anak. Cantik-cantik kok payah kali dibnguni yah." Kang kernek terus membangunkan gadis itu.


Karna gadis itu masih susah dibanguni dengan terpaksa Kang kernak memukul kuat lengan gadis tukang tidur itu.


"Aw!" jerit gadis itu segera bangun dan melihat orang yang memukulnya.


"Bisa gak sih Bang, yang bagus kalau banguninya. Kasar banget!" Gadis itu mendengus kasar.


"Udah kali Neng, Enengnya aja yang kayak kebo. Susah banget dibanguninnya."


"Kebo? Mana ada kali kebo yang secantik aku, kalau ada pun. Semua orang rebutan untuk dapatkan kebo cantik kayak aku! Huh, abang tuh kali kebo." Gadis itu berdiri dan merogah duit lalu memberikannya dengan kasar pada kang kernek itu. Kang kernek menggeleng-geleng kepala.


'Cantik sih tapi cerewet,'


Setelah turun dari bis, si gadis itu berjalan gontai di bahu jalan.


"Ya ampun, kapan sih gue punya suami kaya, ganteng. 'Kan enak hidup gue, bisa beli mobil. Gak kayak gini, naik bis tiap pergi kerja, sekolah. Huh." gadis itu membuang napas kasar. Tidak seperti biasa gadis ini masuk kerjanya, biasanya ia akan masuk kerja sepulang sekolah. Sekarang karna hari libur jadwal kerjanya di percepat, menjadi siang hari. Saat akan mendekati kafe tempatnya kerja tiba-tiba suara seseorang membuatnya berhenti melangkah.

__ADS_1


"Chika!" panggil seseorang dari arah belakang gadis itu.


Chika Anandita gadis SMA 12 yang terpopuler di sekolahnya, berwajah cantik, imut, centil, cerdas, periang dan paling cerewet. Ia jadi tulang punggung keluarga untuk menghidupi 2 orang adik, yang kini menunggunya di rumah. Mengenai orang tuanya? Sang papa sudah meninggal waktu ia masih SMP dan mamanya yang baru meninggal 1 tahun lalu.


Sebelumnya mamanya yang menjadi tulang punggung keluarga tapi sekarang Chika yang harus berbalik menjadi tulang punggung keluarga mereka.


"Diyah!" seru Chika, sahabat karib Chika dari SMP. Diyah memeluk erat sahabatnya.


Diyah Sintya Rendra. Sama halnya dengan Chika, dia juga terpopuler di sekolah. Wajahnya yang anggun serta bodinya sempurna. Rendra adalah nama keluarga terpandang, kaya raya serta terpopularitas. Bagaikan langit dan bumi kalau Chika dan Diyah, bisa dibilang Chika anak miskin dan Diyah anak orang terpandang.


"Tunggu! Bukannya lo liburan ke Korea, ya?" Diyah menggangguk. "Tapi kok lo udah pulang aja, baru lagi dua hari. Lo bilang liburannya sampai satu minggu, lo kabur, ya? Apa lo kangen sama gue makanya lo pulang? Atau...." Chika tak melanjutkan ucapannya karna sahabatnya membungkam mulut cerewetnya itu.


"Bisa gak sih, lo gak cerewet sebentar aja."


"Abisnya, gue 'kan kaget kenapa lo tiba-tiba ada di tempat kerja gue." Diyah memutar bola matanya dengan malas.


"Maksud, lo?" Chika binggung sekaligus penasaran.


"Kemarin om gue ke Korea, nyusul keluarga gue liburan. Dia tuh baru pulang dari luar negri, eh, gitu nyampek dia malah minta tolang sama bokap gue buat nemeni dia keliling kota A ini. Gue sinting dong! Gitu bokap, nyokap gue ngijinin. Ih, gue...." Chika membungkam mulut Diyah yang tiba-tiba berubah jadi cerewet.


"Hello, sayang. Kenapa cerewet gue nular ke elo sekarang? Perasaan gue lo gak cerewet deh." Diyah menggaruk tengkuknya yang tak gatal sambil terus cengengesan.


"Abisnya gue sebel banget sama om, gue. 'Kan liburan gue jadi berantakan." Chika menepuk pelan bahu sahabatnya.

__ADS_1


"Cup-cup, yang sabar ya neng. Kapan-kapan lo bisa main lagi kok ke sana, bokap lo 'kan ka...."


"Diyah!" panggil seseorang dari belakang Chika. Diyah tersentak kaget, bola matanya seakan ingin keluar dari tempatnya.


Chika berbalik, ingin melihat siapa yang berani memanggil nama sahabatnya dengan begitu lantang. Akan gue hajar tu orang, berani-beraninya berhadapan sama gue! Seru Chika dalam hati.


Chika terpesona tatkala yang ia berbalik dan lihat adalah seorang pria tampan, tinggi, keren. Itulah yang Chika lihat sekarang. Pria itu mendekati mereka.


'Apa dia panggeran?'


"Rupanya di sini lo, ya. Capek gue nyariin lo, tau," ucap cowok itu seraya menjitak pelan kepala Diyah. Tanpa cowok itu sadari ada yang memandangnya kagum.


"Sakit tahu, Om. Ngapain sih ke sini, jangan ganggu Diyah, deh." sorot mata elang itu memandang tajam mata Diyah, yang ditatap malah terlihat cuek.


Panggilan Om yang di lontarkan sahabat Chika, membuatnya sontak kaget, terkejut dan tidak percaya, semuanya bercampur menjadi satu sekarang.


'What? Om? Maksudnya apa ini?' pertanyaan demi pertanyaan dalam hati Chika.


"Tunggu! Om?" Akhirnya pertanyaan itu keluar dari bibi comel Chika.


Bersambung....


Jangan lupa Vote, Like, Coment dan Favorit🤗 agar author-nya lebih semangat lagi.

__ADS_1


Dan terima kasih atas segala dukungannya🙏💝😁


26-02-2020


__ADS_2