Om, Nikahi Aku?

Om, Nikahi Aku?
Cinta ini salah


__ADS_3

"Ehemz ... apa sekarang kau ingin menciumku?"


Chika tersentak Adrian yang sudah mendengak menatap wajah Chika di atasnya, dengan cepat Chika menegakkan tubuhnya.


"Ah, maaf om. Saya tidak bermaksud begitu tadi ...."


"Sudahlah tidak usah dibahas. Kau tunggu di sini aku mau ngambil minum buatmu." potong Adrian lalu ia berjalan menuju dapur, Chika masih mematung.


Ya ampun, apa dia tidak bisa berpikir pisitif. Dan tadi... kenapa dia merubah panggilanku, bukannya biasanya dia manggil gue elo, ya? Ah, ada apa dengannya hari ini! Chika menjambak pelan rambutnya.


Tenang Chika, habis ini lo harus minta maaf soal tadi malam. Habis itu kelar masalah lo sama dia. Menarik napas berat.


Tapi aku penasaran sama istrinya, gimana kalau aku cari tahu sendiri. Chika menatap lantai dua yang terdapat tiga kamar.


Dia berjalan perlahan ke lantai atas, Chika penasaran adrian menikahi wanita seperti apa. Saat ia sampai di lantai atas Chika binggung mau masuk ke kamar yang mana, dia berpikir sejenak.


Dia 'Kan sedikit songgong ya. Aku yakin pasti gak mau yang biasa aja. Oh, aku tau. Yang pojok ini pasti kamar dia. Chika berjalan memegang knop pintu kamar sebelah kanan dan saat pintu terbuka sedikit Chika menggintip, memajukan kepalanya melihat bagaimana keadan di dalam kamar. Dia berpikir siapa tau istri Adrian ada di dalam, merasa tidak ada orang chika berniat melangkah masuk tapi tangan seseorang menjewer kupingnya. Chika berbalik.


***


Adrian tersentak saat ia tersadar dari lamunannya dan mencium parpum Chika. Saat akan bangkit dari duduknya ia terkejut melihat wajah Chika yang ada di atasnya yang tengah melamun, tapi Adrian tidak tahu gadis SMA itu melamunkan apa.


Adrian menatap intens wajah imut Chika, sangat cantik dengan rambut yang hanya sebatas dadanya atau bahkan agak pendek lagi dan sedikit bergelombang di ujung rambutnya. Bibir pink yang mungil tanpa di poles lipstik. Bahkan ada tahi lalat kecil di pinggir bibirnya. Matanya coklat pekat yang sangat indah dan Adrian sangat menyukai itu.


Sempurna, ucapnya tanpa sadar. Beruntungnya Chika tidak mendengarnya.


Saat Adrian mengambil minuman untuk Chika ia masih terbayang wajah merona Chika, saat ia tengah menggodanya. Entah karna tidak suka atau malu, Adrian tidak perduli. Yang jelas ia sangat suka menggoda anak SMA sahabat keponakannya itu.


"Ke mana dia," ucap Adrian saat kembali ke ruangan piano dan tidak melihat Chika berada di situ, Adrian mengedarkan pandangannya dan terkejut melihat Chika yang sudah di lantai dua.


Tampak rahang Adrian kini mengeras dan menatap tajam ke arah Chika. Adrian meletakkan jus jeruk dingin di atas piano dan menyusul Chika. Menjewer telinga Chika gemas.


"Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Adrian memasang wajah dingin dan melepas tangannya saat melihat wanita itu meringis.


"Apa-apaan sih om, sakit tau." Merasa panas di bagian kupingnya.

__ADS_1


"Ngapain lo masuk ke kamar gue?" Berteriak dengan tatapan yang tajam membuat Chika kaget. Adrian paling tidak suka kamarnya di masuki orang lain tanpa seijinnya.


"Eh ini kamar Om? saya pikir kamar mandi." Cengenggesan merasa malu.


Apa kau gila, Chik? Alasan apa itu! Jerit Chika dalam hatinya. Ia menggenggam tangannya sendiri, rasa takut menjalar di seluruh tubuhnya saat ini. Namun ia tutupi dengan terus tertawa.


Aku sudah seperti orang gila saat ini. Gumam Chika pelan, dan Adrian bisa mendengarnya namun tidak mau mengubah tatatap membunuhnya itu.


Habislah aku, dia terlihat sangat marah. Seseorang bantu aku dari Om gila ini. Mata Chika berkeliaran kesana kemari mencari sesorang yang bisa membantunya. Namun bibirnya manyun saat terlihat tidak ada siapa pun di rumah ini.


"Apa kamarku terlihat seperti kamar mandi, Sayang?" Mata Chika membesar dengan kalimat terakhir yang Adrian ucapkan. Ingin protes namun ia urungkan. Tanpa Chika sadari ia menggeleng lalu tertunduk.


"Om!" panggil Chika dengan masih tertunduk.


"Hmm," jawab Adrian singkat.


"Maafin Chika, kemarin malam Chika udah membentak Om, dan menuduh Om sembarangan," ujar Chika dengan menangis.


"Maafin, Chika." Terus menangis dengan posisi yang masih sama.


Bagaimana, apa sekarang kau akan luluh om? Lihatlah tangisanku yang memilukan ini. Chika terus melanjutkan nagis yang ia buat-buat.


Adrian mendekati Chika membuat mereka kini tidak ada jarak sedikit pun lalu Adrian menangkup pipi Chika dengan gemas dan mendengaknya menghadap wajahnya yang kini berada di atas wajah Chika, sebenarnya ia dari tadi menahan tawa melihat Chika yang menangis. Sangat imut suara tangis Chika membuat Adrian tidak bisa konstrasi. Adrian menghapus sisa air mata Chika, mata mereka saling bersitatap dan entah sejak kapan Chika sudah memberhentikan tangisan yang ia buat-buat itu.


"Kenapa ada mahluk setampan ini," ucap Chika tanpa sadar dan itu membuat Adrian menarik garis bibirnya sedikit.


Cukup lama dua makluk ini saling bersitatap dan Chika membesarkan matanya di saat ia menyadari benda kenyal kini menyentuh bibir Chika.


Mendorong keras dada Adrian.


"Apa maksudnya ini, Om?" tanya Chika sambil memegang bibirnya. Ini kali pertama untuk Chika dan kini bibirnya sudah tidak perawan lagi.


Adrian menjambak rambutnya prustasi. "Maafin aku, Chik." Entah kenapa tadi dia tidak bisa menahan untuk tidak mencium bibir seksi Chika. Adrian seakan terbius dengan wajah imut yang Chika miliki.


Chika menggeleng lalu ia menuruni anak tangga dengan buru-buru. "Om, jahat!" teriak Chika di sela langkahnya.

__ADS_1


"Tunggu! Aku bisa jelasin," cegah Adrian dengan memegang tangan Chika. Memutar tubuh munggil itu dan kini mereka saling tatap.


"Jelasin apa? Apa Om tergoda dengan anak kecil sepertiku?"


"Aku bukan Om-mu, dan jangan panggil aku Om lagi," ucap Adrian dengan berteriak.


"Memang bukan, tapi kau sudah om-om yang mempunyai anak serta istri. Tapi lihat sekarang, kau sudah bermain gila dengan anak sekolah sepertiku!" hardik Chika geram. Ia sudah melupakan tentang ciuman tadi, sekarang Chika seakan jijik dengan seseorang yang kini ada di hadapannya ini.


Kenapa aku harus suka dengan om gila ini. Lebih benci akan dirinya yang tidak tahu malu menyukai suami orang lain. Aku sudah terlihat seperti cewek murahan sekarang. Ucap Chika dalam hati, kini dadanya terasa sesak, sakit.


"Kenapa diam, benar bukan?" tanya Chika penasaran dan tanpa ia sadari secara tidak langsung dia ingin mengetahui setatus lelaki ini. Adrian tersenyum kilas, melepaskan tangannya yang tadi memegang tangan Chika lalu berjalan menaiki anak tangga, meninggalkan Chika yang menatap geram pada punggung Adrian.


"Terserah kau mau berpikir apa!" teriak Adrian saat sebelum ia menekan knop pintu kamarnya lalu ia masuk begitu saja.


Chika menghentakkan kakinya kesal.


"Dasar! Setidaknya kau bilang dulu, kau sudah menikah atau belum." Melangkah dengan gontai keluar dari rumah mewah Adrian.


Chika sadarlah, banyak pria di luar sana yang masih lajang. Apa kau sekarang tidak punya urat malu? Ah. Menekan dadanya yang terasa semangkin sesak.


Cinta ini salah Tuhan, tolong cabut lah. Kenapa aku harus merasakan cinta yang tidak bisa aku raih? Jeritnya dalam hati.


Saat keluar dari perkarang rumah Adrian, Chika binggung arah mana yang akan ia tuju. Sebab di depan jalan yang ia tatap terdapat 3 jalan dan ia tidak tahu harus jalan arah mana.


"Apa yang harus aku lakukan?" bertanya pada dirinya sendiri. Chika berjalan lurus tepat saat jalan terbagi 3 arah itu dia kebingungan. Tanpa Chika sadari mobil sport mewah keluaran baru telah berada di sampingnya. Chika melirih sejenak dan langsung membuang mukanya sebab, ia tidak tahu siapa pemilik di dalam mobil itu.


"Masuklah," ucap seseorang yang sangat Chika tahu suara siapa itu. Tapi ia masih tetap diam dan enggan menoleh.


"Jika kau nanti diculik pereman yang ada di sini jangan salah aku," lanjut Adrian lagi dan tampak ia sudah ingin meninggalkan Chika.


"Iya aku ikut!" teriak Chika yang sudah ketakutan saat Adrian mulai menjalankan mobilnya. Adrian tersenyum kilas.


Buang rasa kecewamu untuk sekarang, Chika. Karna itu tidak berlaku. Ucap Chika dalam hati.


Bersambung....

__ADS_1


Jangan lupa Vote, Like, Coment dan Favorit🤗 agar author-nya lebih semangat lagi.


Dan terima kasih atas segala dukungannya🙏💝😁


__ADS_2