Om, Nikahi Aku?

Om, Nikahi Aku?
Maaf Nona


__ADS_3

Di sisi yang sama. Diyah mengerjapkan matanya saat cahaya matahari dari celah jendela menerpa wajahnya.


"Ah, kepalaku," keluh Diyah dia mencoba bangun dari berbaring namun ia dikejutkan dengan kedua tangannya yang diikat di sisi ranjang.


"Kenapa tanganku terikat," teriak Diyah meronta. Ia mengecek kaki dan sama halnya seperti kedua tangannya, kakinya juga diikat namun dijadikan menjadi satu.


Diyah tambah panik saat di samping ia berbaring ada seseorang yang tertidur di balik selimut tebal dan menutup semua tubuhnya membuat Diyah tidak bisa melihat orang itu.


'Apa yang harus kulakukan, kenapa aku diikat begini dan siapa di balik selimut itu,' gumam Diyah panik.


"Siapa kamu? Kenapa aku diikat? Bangulah," pinta Diyah berteriak namun ia langsung diam saat melihat ada pergerakan dibalik selimut. Dan terkejut saat mengetahui dibalik selimut itu orang yang tidak asing baginya.


"Nona sudah bangun," ucap Jack parau, suara khas orang bangun tidur.


"Kenapa kau ikat aku. Hah," bentak Diyah marah.


"Ah, maafkan saya Nona. Saya lupa membukanya tadi malam," ucap Jack sembari membuka ikatan di tangan dan kaki Nonanya.


"Kenapa kau ikat aku, kau bosan bekerja di Group Rendra ya," ucap Diyah geram, ingin rasanya dia memukul kuat pria yang mengikatnya itu tapi tidak ia lakukan saat Diyah tahu kalau dia akan kalah nantinya.


"Tidak Nona saya masih ingin terus bekerja di Group Rendra. Saya terpaksa mengikat Nona karna ...." Kalimat Jack menggantung.


"Karna apa? Kau memang tidak tahu terima kasih, keluargaku sudah menolongmu tapi kau berbuat yang tidak-tidak padaku," teriak Diyah dan ia memukul Jack menggunakan bantalnya. Jack diam dan menerima setiap pukulan Nonanya.


"Kenapa kau diam, kau menyesal sekarang," teriak Diyah lagi.


'Cih, aku menyesal sudah pernah menyukainya. Gak menyangka kalau dia seperti ini,' gumam Diyah dalam hati.


"tidak, Nona." Diyah melotot. "Jangan melotot seperti itu, Nona. Apa nona tidak mengingat kejadian tadi malam?" tanya Jack menatap serius wajah Diyah.


"Tapi malam! Kau ini mau mengalihkan pembicaraankan. Aku tidak akan mengampunimu, bersiap-siaplah kau akan di pecat dari perusahaan," ancam Diyah.


Diyah menyedarkan pandangan matanya. Dia mencari tasnya. Setelah menemukan tas miliknya dengan segera Diyah mengambil benda pipihnya mencari kontak Adrian, dan ingin menelponnya namun tangan Jack lebih dulu mengambil handphone itu dari tangan Diyah yang tengah sibuk mencari kontak Adrian.


"Kau ini apa-apaan, kembalikan ponselku," teriak Diyah.


"Jangan buat dirimu sendiri malu, Nona," balas Jack enteng, ia melempar handphone Diyah ke atas kasur. "Kau sudah gila yah, kau yang berbuat tidak senonoh denganku kenapa kau yang menyudutkanku," ucap Diyah lantang.


"Nona yang melakukannya kepada saya," balas Jack, ia beranjak ingin pergi.

__ADS_1


"Aku? Kau menyalahkanku sekarang? Kau memang lalaki tidak tahu malu, aku ak ...." Diyah tidak melanjutkan kalimatnya saat Jack membuka kasar baju kemeja putih yang ia pakai membuat semua mancing bajunya lepas dan yang membuat Diyah terdiam saat melihat tubuh sixpack Jack dipenuhi kiss marks.


"Ini yang Nona lakukan sama saya tadi malam," ucap Jack.


Diyah menutup mulut dengan tangannya, ia tidak mempercayai ini.


"Kau jangan membohongiku Jack," ucap Diyah sembari menghampiri Jack.


"Untuk apa saya membohogi Nona," balas Jack.


"Mana buktinya, jangan menuduhku sembarangan," kilak Diyah, dia merasa Jack hanya cari alasan. Dengan kasar Jack menarik tangan Diyah ke dalam pelukannya. Membuat Diyah terkejut dan sontak mencium dada bidang Jack.


"Bukankah ini perpum Nona?" ucap Jack. Diyah memberontak namun dengan kasar Jack terus memaksa Diyah untuk mencium bau tubuhnya.


'Aih, benar. Kenapa bau tubuhnya ini seperti bau parpumku,' ucap Diyah dalam hati.


Ia memaksa ingatannya tentang kejadian tadi malam dan sontak bayangan kejadian tadi malam berputar di ingatannya.


'Gila! Kenapa aku melakukan semua itu,' ucap Diyah dalam hati dan pipinya tampak merona sekarang.


***


'Apa kubawa Nona pulang? Tapi kalau Nyonya marah melihat Nona mabuk bagaimana. Ahggrr.' teriaknya dalam hati dengan sesekali melihat ke arah Diyah. Lalu ia berputar arah tidak jadi ke rumah utama,  dia membawa Diyah ke apartemennya.


"Apa kita sudah sampai? Aku meridukan kasurku cepatlah sedikit," racau Diyah dengan menggoyangkan tubuhnya dalam gendongan Jack.


"Diamlah Nona, konsentrasiku bisa bubar nantinya," ucap Jack tanpa melihat ke arah Diyah.


"Aku tidak mau, aku tidak mau, aku tidak mau," ucap Diyah berulang kali mengatakan kalimat itu membuat Jack hanya menggelengkan kepela serta senyum tipis menghiasi wajah tampannya.


Klik....


Suara kunci pintu apartemen Jack sudah terbuka dengan cepat dia membukanya dan menutupnya kembali walau susah dengan membawa Diyah yang terus meracau, namun ia paksakan dan meletakkan tubuh Diyah di atas kasurnya.


"Ini sangat nyaman, aku bisa berputar sesuka hatiku seperti ini," racau Diyah sambil memutarkan badannya seperti jarum jam yang berputar. Jack yang melihat itu sontak membuang pandangannya ke arah lain.


'Bisa gila aku jika melihatnya seperti ini terus,' gumamnya pelan.


"Nona istirahatlah, saya akan tidur di luar," kata Jack hendak beranjak keluar kamar namun tangan Diyah lebih dulu menariknya kuat mengakibatkan tubuh Jack ikut tertarik juga dan langsung menimpa tubuh Diyah. Jack mencoba bangkit tapi kedua tangan Diyah sudah melingkar di lehernya.

__ADS_1


"Kau jangan ke mana-mana, temani aku malam ini," ucap Diyah menggoda sehingga Jack bisa merasakan hembusan napas perempuan itu menerpa bibirnya.


Cup....


Tanpa persiapan dari Jack, Diyah sudah menciumnya kilas.


"Maaf Nona, jangan menguji kesabaran saya." Berusaha melepaskan tangan Diyah namun sialnya badan Diyah sudah berada di atasnya sekarang.


"Jangan membantahku, aku tidak terima penolakan," ucap Diyah sambil membuka cepat baju Jack.


"Jangan Nona, kau yang akan menyesal nantinya," Jack mengingatkan dan ia mencegah tangan Diyah tapi di pukul kuat sama Diyah membuat Jack merasa panas di bagian punggung tangannya.


'Kenapa dia jadi sekuat ini,' gumam Jack.


Diyah meluncurkan aksinya namun di cegah cepat sama Jack dan pergulatan dan pertengkaran pun terjadi. Diyah menangis saat Jack berhasil lolos dari kungkungannya.


"Nona yang akan menyesal nantinya bukan saya." Jack mencoba menjelaskannya lagi dan kembali mendekati Diyah.


"Aku tidak akan menyesalinya, kau percayalah padaku. Aku sudah lama menyukaimu Kak, apa Kakak tidak bisa melihatnya," ucap Diyah dengan mata sendunya memandang Jack.


Entah kenapa perkataan Diyah membuat Jack tidak bisa menahan hasrat yang dari tadi dia tahan, apalagi matanya melihat baju berantakan Diyah. Dengan cepat Jack membaringkan Diyah lalu merengkuh tubuh Diyah di bawahnya dan ciuman liar itu pun terjadi.


Ciuman mereka semangkin memanas namun Jack tersentak saat wajah Rangga ayahnya Diyah terbayang di otaknya reflek Jack bangkit.


"Kenapa tidak kau lanjutkan, ini baru ciuman saja. Kau sudah kalah," teriak Diyah yang sudah menangis. Ia menarik tangan Jack namun di tahan Jack.


Jack melepas paksa tangan Diyah membuat wanita itu menjarit memanggil namanya. Jack tidak terpengaruh ia berjalan membuka laci di samping tempat tidur dan mengeluarkan segulung tali.


"Maaf Nona, saya harus lakukan ini." Jack mengikat kedua tangan dan kaki Nonanya. Jika tidak Jack tidak tahu tingkah apa lagi yang akan di lakukan Diyah untuk menguji akal sehatnya. Diyah yang terus menangis dan merinta minta di lepaskan membuat Jack sedikit kasihan tapi saat Jack menyelimuti tubuh Nonanya, sudah terdengar dengkuran halus dari mulut Diyah.


"Syukurlah dia sudah tidur." Jack memungut kemejanya yang terlempar di depan pintu dan memakainya kembali. Dia melirih jam. Jam di dindingnya sudah menunjukkan pukul 4 pagi. Jack berjalan kembali ke kasur dan memperhatikan wajah cantik Diyah dan dengan segera Jack membaringkan tubuhnya di samping Diyah sebab kantuknya sudah tidak dapat ia tahan lagi.


Bersambung....


Jangan lupa Vote,  😁


Akun Watpad aku. Hal_Suisseo


Kalau gak bisa Hal_Suisseo buat aja @Irna_Saragi. Ok.

__ADS_1


Aku tunggu kalian di sana. 😁😁😁


__ADS_2