Om, Nikahi Aku?

Om, Nikahi Aku?
Tidak apa-apa


__ADS_3

Cinta itu gak kenal waktu, tempat dan siapa yang orang kita cintai itu. Cinta itu datang begitu saja bagai angin yang datang tanpa permisi.


Jam waktu istirahat sudah berbunyi, Chika merenggangkan tangannya yang terasa amat pegal sebab ia tidak berhenti bekerja. Waktu tidur malamnya juga cuma beberapa jam, sebab waktu liburan Chika ia gunakan untuk lembur dan mengakibatkan ia tidur begitu larut malam.


"Chika, ke kantin yuk," ajak Diyah yang kini sudah menarik tangan Chika, dengan malas Chika mengikuti kemauan Diyah. Sebenarnya Chika mau tidur aja di kelas, tapi kalau Diyah yang ngajak ia gak akan bisa menolak.


Saat melewati segerombolan cowok di kelas sebelah, Chika dan Diyah seperti biasa, berjalan dengan angkuh. Boby menatap Chika dengan kagum, wanita yang sudah lama ia suka, semenjak Chika masuk ke sekolah elit ini.


"Hay, Chika!" panggil Dion, sahabat Boby.


"Hay juga, Kak," balas Chika melambaikan tangannya dengan centilnya.


Deg ... jantung Boby seakan ingin meledak, wajah cantik Chika membuatnya tergila-gila. Dion menyenggol bahu Boby, seakan mengisaratkan apa lagi gaslah. Boby berdiri dari bangku yang ia duduki tadi.


"Boleh ikut gak, Chika." Boby mendekati Chika dan Diyah, Chika dengan senyum ramahnya mengangguk setuju. Kemudian mereka melanjutkan jalannya menuju kantin.


"Woy, gue ikut!" seru Dion dari ke jauhan di belakang mereka. Saat sampai mendekati Diyah, Dion menepuk pelan bahu Diyah, Diyah terkejut.


"Maaf, kaget ya." Senyum Dion terukir menambah manis di wajahnya, Dion mensejajarkan langkahnya dengan Diyah.


"Biasa aja," balas Diyah cuek, Dion terkekeh geram akan wajah cantik Diyah.


Mereka duduk di pojok kantin dengan kursi empat, Chika dan Boby sampingan sama halnya dengan Diyah dan Dion juga sampingan. Awalnya Diyah menolak tapi karna Boby yang memintanya mau tidak mau Diyah terpaksa duduk di samping cowok yang kegatelan ini, itu menurut Diyah.


"Abis tamat ini, lo mau nyambung ke mana Chika." Boby membuka percakapan yang agak sunyi saat mereka sudah memesan makanan tadi. Chika menunjuk dirinya.

__ADS_1


"Gue?" tanya Chika masih menunjuk dirinya. Boby mengangguk.


Hah! Chika membuang napas dengan berat, seolah pertanyaan Boby menusuk hatinya.


"Gue gak kuliah, gue tamat dari sini akan kerja keras untuk membiayayi sekolah adek gue. Adek gue lebih penting sekarang," ucap Chika dengan raut wajah dibuat tenang Walaupun dadanya terasa sesak. Diyah menepuk tangan sahabatnya dengan lembut, tau akan isi hati Chika.


"Gimana kalau gue yang biayayi kuliah lo." Chika melihat Boby tidak percaya, Chika tau kalau Boby anak orang kaya. Tapi 'kan yang kaya itu orang tuanya bukan dia.


"Hahaha, bercanda lo gak lucu Bob." Chika menepuk lengan Boby dengan gemas. Tiba-tiba Boby menangkap tangan Chika lalu menggenggam tangan itu, sontak membuat mata Chika melebar.


"Gue gak bercanda Chika, asalkan ada syaratnya," ucap Boby menyeringai.


Apa maksud seringai dia ini, apa dia mau bilang bayarnya dengan tubuh gue? Kurang ajar kalau emang kayak gitu. Chika melepas paksa genggaman Boby.


"Apa lo takut, dengan syarat yang belum gue bilang tadi?" Dion dan Diyah terus diam, seakan mereka saat ini menonton drama di depan mereka.


Chika gak menanggapi apa yang dibilang Boby bersamaan dengan pesanan mereka datang dan Chika dengan cepat memakan pesanannya itu. Hah! Boby membuang napasnya dengan berat.


Kenapa lo gak bisa lihat cinta tulus yang gue punya, Chika. Gue suka sama lo. Boby makan dengan kesal, mukanya ia tekuk.


***


Waktu istirahat telah berakhir saat lonceng tanda masuk berbunyi, kini para murid memasuki kelas mereka masing-masing. Saat Chika akan masuk ke dalam kelas, Boby menahan tangan Chika dengan cepat. Chika terkejut, ia berbalik dan menatap Boby bingung.


"Apa, Boby." Chika mrlepaskan pegangan tangan Boby, karna banyak murid yang melihat mereka. Menurutnya panggilan kak bagi Chika sudah tidak pantas lagi, saat Boby mengajukan syarat. Meskipun Chika belum tahu apa syarat itu.

__ADS_1


"Pulang sekolah lo gak kerja, 'kan?" tanya Boby.


"Iya, terus?" Chika balik tanya.


"Gue mau ngajak lo nanton, mau gak?"


Bukan apa-apa, Boby ingin mengejar cintanya yang masih tertahan. Kikuk setiap berdekatan dengan Chika, salah tingkah? Tentu, Boby yang terkenal playboy selalu gonta ganti pasangan. Tidak berlaku jika berhadapan dengan Chika, jiwa ke playboyan-nya hilang entah kenapa.


Tampak Chika menautkan alisnya, berpikir. Boby yang melihatnya setengah cemas, apa alasan Chika sekarang. Setiap dia memberanikan diri mengejak Chika jalan-jalan, akan ada saja tolakan halus dari Chika.


"Kayaknya gak bisa, Bob. Lo tau sendirikan, kita ada tugas kelompok? Apa di kelas lo gak ada?" tanya Chika. Di jawab dengan anggukan dari Boby.  kecewa? Pasti, namun bagaimana lagi.


"Maaf." Chika mengatupkan tangannya dengan wajah bersalah.


"Iya gak papa, masuk gih." Boby mendorong pelan bahu Chika.


Gue gak mau naruh harapan sama lo, maafin gue Bob. Tungu! Emangnya Boby beneran suka sama gue? Ih, Diyah. Kalau salah gimana, aaaaa.


Bersambung...


Jangan lupa Vote, Like, Coment dan Favorit🤗 agar author-nya lebih semangat lagi.


Dan terima kasih atas segala dukungannya🙏💝😁


05-03-2020

__ADS_1


__ADS_2