OM Jangan Gila

OM Jangan Gila
Panggil saja aku Om


__ADS_3

Berperawakan tinggi besar, hidung mancung, dengan ketampanan khas Indonesia yang masih original tanpa operasi plastik membuat Herman Kalla Senja terlihat mempesona. Namun siapa sangka jika pria berusia 30 tahun ini masih melajang diusianya yang sudah lebih dari dewasa.


Dengan kumis sebagai ciri khas pria penakluk wanita yang menempel diatas bibirnya tak membuat Om mampu menaklukkan banyak hati kaum Hawa. Malah sebaliknya ia justru selalu dikecewakan oleh para wanita, dan itulah yang membuatnya lebih betah melajang daripada harus mengejar cinta di usianya yang sebentar lagi menginjak tua.


Pagi itu seperti biasa Mak Siti dengan penuh pengorbanan membangunkan Herman yang masih meringkuk memeluk guling bergambar Maria Ozawa.


"Bangun Tong dah pagi!" seru wanita itu menarik selimut yang menutupi tubuh Herman


"Astaoge mak, kira-kira dong jangan main tarik aja, bahaya kan kalau sampai emak lihat si Udin."


"Udin siapa emang?" tanya Mak Siti penasaran


"Udin yang suka bangun kalau pagi mak,"


"Astagfirullah, dasar sue lo!" sahut Emak melemparkan selimut kewajahnya.


"Makanya Mak, sebagai anak emak aku juga butuh privasi. Lagipula jaman udah canggih mak gak usah bangunin Herman pakai toa lagi, kan bisa pakai handphone. Yang keren dikit dong mak, jangan malu-maluin Image Crazy Rich keluarga kita,"


"Iya aja deh biar seneng. Buruan mandi abis itu sarapan, mak udah masakin nasi uduk sama semur jengkol kedemenan lo," imbuhnya


"Nah cakep mak, makin lope-lope deh sama Mak Siti Aminah binti Sulaiman Raja Batubara dari Makasar," jawab Herman kemudian memeluknya erat


Selesai mandi Herman segera menuju meja makan.


"Kita sarapan berdua aja mak?" tanya Herman segera menarik kursinya


"Bertiga kok," jawab Siti menyendokkan nasi ke piring Herman


"Yang satunya siapa Mak??" tanya Herman mengernyitkan keningnya


"Setan,"


"Astoge mak, biasa aja kali nyebut setannya gak usah lihat wajah Herman yang rupawan gitu, kan horor jadinya." sahut Herman sambil terkekeh


"Makanya lo buruan cari bini biar rumah kita gak sepi kaya hati," jawab Emak


"Buset mak, rumah rame kek gini di bilang sepi. Terus ramenya kek mana?"


"Rame tuh kalau dengerin lo berantem ama bini lo, terus anak lo nangis baru rame," jawab Siti


"Ya Allah mak gitu amat doanya. Yaudahlah doain aja semoga aku cepet dapat jodoh cewek soleha, cantik jelita, anak tunggal dan kalau bisa anak sultan," sahut Herman


"Aamiin, btw tinggi amat standar lo tong, gak bisa di turunin dikit apa?" sahut Siti


"Gak boleh mak, soalnya kata Bung Karno gantungkanlah cita-cita mu setinggi langit." sahut Herman


"Ikan Hiu makan rebung, dih gak nyambung," sahut Mak Siti langsung disambut gelak tawa Herman


"Yaudah Mak, Herman berangkat kerja dulu ya." ucap lelaki itu kemudian beranjak dari duduknya.


"Iya Neng, jangan lupa sholat Dhuha ya minta sama Allah biar didekatkan jodohnya,"


"Siap mak, kalau gak lupa," jawabnya tertawa kecil


"Sue lo,"


Herman kemudian mencium punggung tangan wanita itu sebelum pergi.


"Mak hati-hati dirumah ya, kalau uang belanja kurang ambil aja di brangkas Herman. Sandinya 616010."


"Astoge 616010???" ucap Siti membelakakan matanya

__ADS_1


"Kenapa mak, ada yang salah??"


"Gak kok, cuma deg-degan aja kalau bayangin 616010,"


"Dih Mak pasti mupeng tuh," goda Herman


"Dih suudzon aja lo,"


"Yaudah Mak, aku jalan ya, assalamualaikum," ucap Herman melambaikan tangannya


"Waalaikum salam, Titi Kamal tong." sahut Siti melambaikan tangannya


Herman segera melesatkan motornya meninggalkan halaman Griya Si Pitung.


Lelaki itu kemudian menghentikan motornya saat melihat seorang wanita terjatuh di tengah jalanan yang ramai.


Ia segera turun dari motornya dan membantu wanita itu mengambil barang belanjaannya yang tumpah ke jalan.


"Terimakasih banyak Om," ucap wanita itu menundukkan kepalanya


"Sama-sama," jawabnya singkat


Wanita itu kemudian segera bergegas pergi meninggalkannya.


Herman segera naik kembali keatas motornya, dan melesat menuju tempat kerjanya.


Ia menghentikan motornya tepat didepan sebuah gedung pencakar langit dan segera turun dari motornya menuju ke sebuah pos Satpam.


"Halo Bro apa kabar," ucap Herman menyapa sahabatnya


"Baik dong, btw tumben lo gak bareng Raja?" tanya Deddy


"Aku sengaja gak jemput dia, tuman selalu minta di jemput kaya anak TK aja," sahut Herman segera melepaskan tas ranselnya dan berganti pakaian.


"Apek, masa gue langsung lose banyak, padahal trader yang gue ikutin pada TP semua kan Sue," sahut Herman segera membuka ponselnya


"Untung gue lom masang, masih trauma gue gara-gara semalam MC. Kalau bini gue tahu bisa abis gue dimaki-maki karena pakai duit tabungan buat trading," sahut Deddy


"Sabar Ded, lo stop dulu deh. Tar kalau gue dapat signal bagus dari suhu baru lo mulai lagi," sahut Herman


"Intinya jangan masang Gold dulu bro, karena lagi gila-gilaan itu!" sahut Raja menghampiri mereka


"Pripun kabare Baginda Raja?" goda Deddy menyambut kedatangan sahabatnya itu


"Baik Ded. Eh kumis sue banget lo gak jemput gue gak bilang-bilang!"


"Sorry Ja, gue pengin lo mandiri jadi maaf kalau aku sedikit keras sama lo," jawab Herman beralibi


"Alesan, bilang aja pelit," sahut Raja menyungutkan wajahnya


"Sabar bro gue doain semoga lo makin panjang dan imut,"


"Panjang apanya sih,"


"Rejekinya Bro,"


"Hahahaha, kirain anunya!" sahut Raja terkekeh


"Kalau anu mu kurang panjang, panjangin aja, murah ko Ja gak sampai 100 dolar," sahut Deddy


"Lo manjangin si Udin dimana Ded?" tanya Herman

__ADS_1


"Mak Erotlah, semua juga tahu hanya dia yang jago bikin si Udin makin besar dan panjang. Yang Lain mah lewat," sahut Deddy


"Emangnya lo mau manjangin juga Her?" tanya Raja


"Gaklah, gue lebih suka ori, I love Ori." jawabnya penuh percaya diri


"Hmm,"


"Btw sampai kapan kalian akan terus-menerus menjadikan tempat kerja gue sebagai base camp kalian. Gue takut kalau ketahuan bos gue, bisa-bisa kalian di deportasi dari sini," ujar Deedy


"Maaf Ded, gue lupa kasih sesaji buat lo," Herman segera memberikan du bungkus Rokok dan satu bungkus kond*m.


"Makasih bro, lo tahu aja kesukaan gue, btw kenapa pakai kond*m segala,"


"Itu bonus Ded, tadi mbak-mbak kasir bilang kalau belanja lima puluh ribu bisa tebus murah kond*m dari harga dua puluh lima ribu jadi lima ribu. Kan lumayan Ded, jual lagi aja ke bos lo pasti dia mau," sahut Herman


"Dasar dodol!" sahut Deddy terkekeh mendengar jawaban Herman


Tidak lama seorang gadis cantik memasuki ruangan itu.


"Om!" serunya langsung duduk di samping Herman.


"Ngapa sih harus teriak-teriak Tar, ngomong baik-baik kan bisa Tar," tukas Herman


"Abis Om nyebelin,"


"Nyebelin kenapa??"


"Gak bagi Tari Signal hari ini,"


"Dih gitu, makanya modal dong Tari jangan hanya ngandelin gratisan. Masa Sultan medit,"


"Tar ayo cepetan, rapat dah mau di mulai!" seru seorang wanita menghampiri mereka


Herman menatap wanita itu tanpa berkedip.


"Tar Mel, gue minta signal dulu sama si Om," sahut Tari


"Om Gc Om," ucap Tari mengguncang tubuh lelaki itu


"Iya bawel, gue kasih Signal sama Lo tapi dengan syarat lo kenalin dia sama gue," jawab Om


"Ok deal," jawab Tari langsung menjabat tangannya


Perempuan itu segera menggandeng temannya mendekati Herman.


"Kenalin ini Om Herman temen gue," ucap Tari memperkenalkannya kepada sahabatnya


Gadis itu tersenyum dan mengulurkan tangannya.


"Melati,"


"Ikan hiu berenang ke Papua, halo neng Mela panggil saja aku Om," sahut Herman segera menyingkir Tari dari hadapannya.


"Sue, kebiasaan si Om kalau ada cewek cantik Tari suka di sisihkan, dasar Om Gila!!" gerutu Tari


Ikan Hiu bikin cenat-cenut


sampai jumpa To Continued.


Jangan lupa kasih like dan Komen ya guys, lempar gift atau vote juga boleh kalau kalian ikhlas.

__ADS_1


Ikan Hiu makan buah Markisa


Dukungan dali kalian sangat berharga 💋💋💋


__ADS_2