OM Jangan Gila

OM Jangan Gila
Menghadiri Pesta


__ADS_3

Gadis itu tersenyum dan mengulurkan tangannya.


"Melati," ucapnya begitu lembut


Wah manis banget senyumnya, kriteria aku banget. Benar-benar cewek Idaman Om.


"Ikan hiu berenang ke Papua, halo neng Mela panggil saja aku Om," sahut Herman segera menyingkir Tari dari hadapannya.


"Jaka sembung bawa Golok, gak nyambung gobl*k!" seru Raja


"Diem lo njir!" sahut Herman memukul kepala Raja


"Sue lo Om,"


"Sue, kebiasaan si Om kalau ada cewek cantik Tari suka di sisihkan, dasar Om Gila!!" gerutu Tari


"Bodo amat," sahut Herman tersenyum simpul pada gadis itu.


"Boleh minta nomor Wa nya gak," pinta Herman hati-hati


"Tentu saja," jawab wanita itu kemudian menuliskan nomor ponselnya ditangan Herman.


"Makasih cantik," jawabnya tersenyum simpul padanya


"Hati-hati dia bini orang," bisik Deddy membuat Herman langsung menoleh kearahnya


"Yang bener Ded??" tanyanya sedikit kecewa


"Tapi boong eeaaa," jawab Deddy kemudian menjulurkan lidahnya


"Sue lo," jawabnya geram


************


Pukul lima sore Herman memakai kembali kemeja serta jasnya dan bersiap untuk pulang.


"Alhamdulillah hari ini bisa nyayur," ucapnya bersenandung kecil


"Jadi dong traktir gue," ucap Deddy


"Pasti Bro, anggap aja itung-itung bayar lapak dimari,"


"Nah cakep. Btw dimana si Raja tumben tuh anak belum nongol,"


"Paling lagi jadi Jaka Tarub," sahut Herman


"Maksudnya??"


"Ngintip Janda mandi," bisik Herman membuat Deddy terkejut


"Dimana??" tanya lelaki itu


"Lantai 13,"


"Astoge, jangan bilang dia berusaha menggoda bos ku, si Janda Bolong," ucap Deddy tak habis pikir


"That's right baby!" jawab Om


"Biarkan sajalah namanya juga anak muda, hasrat cintanya sedang menggebu-gebu." ucap Deddy


"Maksud lo???"

__ADS_1


"Maksudnya kalau anak muda itu lagi suka-sukanya berpetualang Man, kalian bebas melakukan apapun yang kalian suka gak seperti gue yang sudah tak bisa berkutik karena sudah punya anak bini," jawab Deddy


"Nikah itu enak gak sih Ded?" tanya Herman


"Banget, kalau lo mau merasakan surganya dunia maka menikahlah." jawab Deddy menepuk-nepuk pundaknya


"Gimana mau nikah Ded, pasangan aja gak punya. Makanya bantu gue cariin pasangan sebelum Emak menjodohkan gue sama Haryati anak Juragan Dodol," ujar Herman tertunduk lesu


"Harusnya lo seneng karena emak lo jodohin sama anak sultan, dah terima aja deh perjodohan itu," sahut Deddy


"Dih ogah, meskipun dunia ini sudah kehabisan wanita dan Haryati menjadi satu-satunya wanita yang tersisa gue ogah nikah sama dia," jawab Herman


"Emang kenapa Bro, apa dia jelek?. Kan kalau soal cantik mah gampang. Tinggal permak aja tuh Haryati ke pusat kecantikan pasti berubah tuh upik buruk rupa jadi princess cantik jelita. Sekarang mau cantik mah gampang Man, siapin aja duit yang banyak pasti bisa cakep melebihi artis," terang Deddy menasihatinya


"Kalau jelek sih gak masalah Ded, lagipula gue bukan tipe orang yang memandang wanita dari wajahnya," jawab Herman


"Terus lo nolaknya kenapa??" tanya Deddy


"Karena dia kutuan, fix gue gak suka cewek yang kutuan." sahut Herman


"Elah tinggal semprot aja pakai bayg*n, dijamin hilang tuh kutu," sahut Deddy


"Gak bosa Ded, gue tetep gak bakal mau di jodohin sama dia, please jangan paksa aku lagi,"


"Dih manja banget lo, kaya anak perawan," sahut Deddy


"Santai Bro gue punya kabar bahagia buat kalian," jawab Raja menyunggingkan senyumnya


"Jangan bilang lo ngajak ngintip janda lagi, gue kapok diteriakin emak-emak," sahut Herman


"Sama Bro, gue males harus lari-lari di tengah malam. Mending gue olahraga malam sama bini gue," sahut Deddy


"Dih pada suudzon aja. Yang jelas anggap ini sebagai jawaban atas doa-doa lo selama ini Man." ucap Raja memberikan sebuah kartu undangan kepada Herman


"Baca dulu dudul, jangan nolak aja bisanya."


"Undang Birthday Party, dih ogah banget. Gue bukan anak TK yang hobi datang ke acara ulang tahun Ja, buat Deddy aja deh," Herman segera memberikan kartu undangannya kepada Deddy


"Dih dasar kebiasaan warga +62, selalu bicara duluan tanpa membudayakan membaca baru bicara. Tolong bacakan Ded isi surat wasiat itu," jawab Raja


Seketika suasana menjadi hening, Deddy hanya menatap Raja tanpa berkedip dengan ekspresi wajah polosnya.


Sedangkan Herman hanya terdiam sembari memegangi kumisnya.


"Dih pada gak peka, emang yang pintar yang harus bicara,"


"Jadi gini Bro, Tar malam tuh ada pesta ulang tahun putri Kandung Jeniffer Prameswari. Udah tahu kan kalau ini acara ultahnya anak sultan so pasti tamu undangannya juga banyak anak-anak Sultan atau para wanita tajir. Nah kesempatan buat lo tuh untuk mencari gebetan di sana, kali aja ada yang nyangkut," terang Raj


"Lo emang sahabat sejati gue Ja, makin cinta gue sama lo," tukas Herman segera memeluknya


"Dasar, giliran gini aja ngomong cinta, tadi aja gue di campakkan," sahut Raja mendorongnya


"Sorry bro, gue khilaf. Next time gak bakal keulang lagi deh. Btw sebagai permintaan maaf gue gimana kalau sekarang kalian aku traktir makan Cilok bang Jali," ucap Om menggerakkan alisnya


"Dih murah amat sogokannya, masa cuma cilok yang elit dikit napa!" cibir Raja


"Jangan salah Bro, Cilok Bang Jali sudah go Internasional sekarang. Kemarin aja banyak bule yang pada jajan di sana, swear!" sahut Herman


"Pasti itu bule kere makannya jajan di pinggir jalan,"


"Yaudah sih, sementara makan cilok Bang Jali dulu next pasti gue traktir makan Steak daging buatan Mak Siti," ucap Herman mencoba membujuk sahabatnya

__ADS_1


"Steak Mak Siti dimana tuh, kek baru denger?" tanya Raja mengernyitkan keningnya


"Ya iyalah baru denger orang tokonya belum launching." sahut Deddy mencebikkan bibirnya


"Emang dimana Ded kafenya?" tanya Raja Penasaran


"Di rumah Si Kumis," jawab Deddy


"Sebelah mananya Ded, penasaran Rumah Kumis kebon semua gak ada kafe sama sekali."


"Dasar dudul, Siti emaknya Herman keles!" sahut Deddy membuat Raja tertawa


"Anj*r, sue lo bro!"


"Lo yang sue, emak gue aja gak kenal dasar dudul," cibir Herman


"Wkwkwkwk, sorry Bro gue gagal fokus!"


***********


Malam Harinya di Hotel Grand Hyatt Jakarta.


"Gimana penampilan gue?" tanya Herman berpose di depan Raja


"Keren, gak kalah sama Gong Yoo," jawab Raja memberikan dua jempolnya


"Jangan samakan aku dengan Gong Yoo, bagaimanapun juga gue lebih ganteng daripada dia dan satu lagi gue masih Ori," jawab Herman kemudian memasuki area pesta


"Wah ngapain tuh lampu taman dimari?" tanya Herman menunjuk kearah Deddy


"Jadi tim keamanan lah, lagian taman jadi gelap kalau gak ada Deddy," jawab Raja terkekeh


"Tumben lo pinter,"


"Haish, dari dulu kali Bro."


Herman kemudian menghampiri Deddy,


"Wah keren banget lo Man, semoga malam ini lo berhasil mendapatkan gebetan ya," ujarnya sumringah


"Thanks Bro, gue masuk dulu ya. Jangan lupa jagain mobil Porsche gue jangan sampai lecet," jawabnya menyombongkan diri


"Dih pamer,"


"Halo Om," sapa seorang wanita membuat Herman seketika menghentikan langkahnya.


"Neng Mela, cantik banget kamu malam ini, bikin Jantung Om deg-degan," ucapnya mencoba menggodanya


"Iyalah deg-degan kalau gak mati lo kumis," sahut Deddy membuat Melati terkekeh mendengarnya


"Abaikan saja kaleng rombeng itu dan tetaplah fokus saja sama aku neng Mela,"


"Iya Om, aku fokus kok,"


"Syukurlah, Ikan hiu makan Spaghetti nyok kita masuk Neng," ujar Om mengulurkan tangannya


Mela segera menggandeng lengan pria itu dan berjalan bersama memasuki ballroom hotel.


Yes, akhirnya malam ini Om gak jomblo lagi.


Ikan Hiu makan bubur ayam, nyok ah kita mojok dulu.

__ADS_1


To be continued.


Jangan lupa tinggalkan like komen kalian ya love you all 😘😘.


__ADS_2