OM Jangan Gila

OM Jangan Gila
Main Hati


__ADS_3

Herman begitu bahagia pagi itu senyumannya terus mengembang membuat Raja dan Deddy khawatir melihatnya.


"Pagi-pagi enaknya minum kopi, kalau lagi sini seneng bagi-bagi!" seru Deddy menghampirinya


"Tahu aja gue lagi senang," sahut Herman


"Pasti tahu dong, lagian lo dari tadi senyum-senyum mulu," jawab Deddy


"Ada apa si Bro, jangan bilang lo galau karena gak bisa bayar cicilan Mak Siti," sambung Raja


"Nanti sajalah, gue belum bisa cerita dulu. Soalnya gue juga belum terlalu yakin dia suka sama gue," sahut Herman


"Sudah kuduga, pasti masalah cewek, btw kenapa lo gak percaya diri gitu. Emang cewek mana sih yang berhasil membuat Herman kembali deg-degan!" tutur Deddy


"Iya siapa sih, kepo gue. Soalnya kan biasanya nih si Kumis tuh paling getol kalau nguber gebetan. Lah ini belum apa-apa sudah ngeper duluan," sahut Raja


"Habis cewek satu ini beda dari yang lain, dia susah di taklukkan," jawab Herman


"Wah roman-roamannya gue kenal nih doi," ucap Raja melirik kearah Herman


"Sorry Ja, seperti kata pepatah Sebelum janur kuning melengkung masih milik umum," sahut Herman


"Maksudnya apa nih?" tanya Deddy


"Elah sans aja kali Man, gue gak masalah kok lo deketin Qinara. Lagian gue udah punya gebetan baru sekarang," sahut Raja


"Thanks ya Ja, lo emang bestie gue!" sahut Herman beradu tos dengan Raja


"Oh Herman lagi falling in love sama Qinara toh," ucap Deddy


"Iya Ded, tapi gue gak masih belum yakin dia nerima gue," jawabnya lirih


"Dih Jangan nyerah gitu dong Bro, ayo mana Herman yang dulu selalu menaklukkan hati para wanita!" seru Deddy menyemangatinya


"Ikan Hiu main sepatu roda, semangat yok kamu pasti bisa!" seru Raja


"Ikan Pesut nyasar ke Mampang Prapatan, Go Herman lo pasti berhasil bawa Qinara ke pelaminan!" sambung Deddy


"Ikan hiu minum susu cap nona, makasih temen-temen atas dukungannya," sahut Herman memeluk kedua sahabatnya


"Dih kaya Teletubbies berpelukan!" cibir Tari menghampiri mereka


"Iya Tar, kurang satu nih formasinya, kuy pelukan!" seru Raja


"Dih ogah!" cibir Tari segera menjauh


"Ngapain lo kesini Tar?" tanya Herman


"Biasa Om, minta signal," jawab gadis itu tersipu-sipu


"Dih kebiasaan, sini kiss om dulu baru gue kasih signal," jawab Herman


"Dih daripada Kiss om yg udah bangkotan, mending Kiss orang utan!" sahut Tari


"Wah sekate-kate lo ngatain Raja orang utan, ck ck!"

__ADS_1


"Dih Om Fatonah!" cibir Tari


"Gak papa kok Yank, kalau lo yang ngatain abang rela," sahut Raja


"Dih dasar Raja dudul, kesambet dimana lo sampai manggil gue sayang," jawab Tari


"Ikan hiu makan buah Kenari, Wah Si Raja mulai ada ehek sama Si Tari," ucap Herman


"Ikan Hiu makan semangka, dih ogah sama si Raja," jawab Tari


"Burung Merak indah bukunya, jangan gitu neng Tari awas nanti jatuh cinta," jawab Raja


"Lagu kali awas jatuh cinta," sahut Tari berlalu pergi


"Rizal nama penyanyi Band Armada, kalau neng Tari butuh signal Forex minta saja sama Ayank Raja," seru Raja


Tari segera menoleh dan menghampiri pemuda itu.


"Beli berlian ke Martapura, jangan ngarep deh Raja Idola para Janda," jawab Tari mencibirnya


"Bales Ja!" seru Herman


"Gas!" imbuh Deddy


"Jalan-jalan ke India, jangan lupa mampir ke New Delhi, jangan bilang lo gak suka si Raja, kalau tiap hari lo selalu datang kemari,"


"Eaaaaa, balas Tar!" sahut Herman


"Dih gue datang kemari buat ketemu Om, minta signal sama dia. Bukan ketemu lo!" sahut Tari dengan nada tinggi


"Emang ada Ded angin di musim salju?" tanya Herman


"Gak ada, makanya itu halu. Ih dasar si Kumis Herman gue sama lo ganteng-ganteng kok lemot," jawab Deddy membuat semuanya seketika tertawa.


*************


Sementara itu Siti yang tengah di mabuk cinta begitu bahagia saat menikmati kebersamaannya dengan sang pujaan hati.


Keduanya sengaja menghabiskan waktu disebuah Mall mewah di pusat kota.


"Kenapa sih abang milih ngedate di Mall, kenapa gak nonton bioskop aja kan lebih romantis. Atau jalan-jalan ke taman kan juga susananya cozy cozy gimana gitu," ucap Siti menggandeng Bridav erat.


"Ke Mall juga romantis Neng," jawab Bridav tersenyum menatapnya


"Romantisnya gimana Bang?" tanya Siti


"Ya kaya gini, bisa belanja bulanan sambil gandengan tangan. Bisa berburu barang-barang promo bersama kesayangannya, kan seru!" sahut Sobri


"Oh gitu ya Bang,"


"Iya dong, btw kita lunch yok. Pasti kamu sudah kecapean berdiri selama berjam-jam menunggu antrian sendal Buaya," ucap Herman


"Ikan Hiu makan sate kura-kura, abang emang paling tahu apa yang Siti rasa," jawab Siti Manja


"Buah Pepaya paling enak dari California, bukan Bridav namanya kalau gak bisa menyenangkan calon bininya," sahut lelaki itu

__ADS_1


"Unncchh so sweat, jadi makin lope-lope deh sama abang," sahut Siti mencubit gemas pipi lelaki itu


Keduanya kemudian masuk di sebuah restoran Jepang.


"Kamu mau makan apa Sayang?" tanya Sobri


"Apa aja Bang, asal berdua denganmu semuanya pasti terasa enak," jawab Siti


"Yaudah aku pesenin kamu air putih saja ya, sekalian kamu diet. Lumayan kan jatah kamu bisa aku tabung buat biaya pernikahan kita," jawab Sobri terkekeh


"Dih abang Jahara!"


"Ikan buntal makan pacar Cina, yaelah abang cuma bercanda,"


"Iman Patin makan kolak pisang, iya aku tahu kok sayang," sahut Siti langsung memeluknya


"Yaudah kamu pesan aja semua makanan yang kamu suka,"


"Maksih ya sayang,"


Saat keduanya tengah asyik menikmati santap siang tiba-tiba seorang wanita datang menghampiri mereka.


"Pantesan sekarang Wa neng lama di balasnya, gak pernah main lagi main ke karaokean, ternyata abang udah ganti Gandengan," ucap wanita itu menatap sinis kearah Siti


"Siapa dia bang?" tanya Siti dengan wajah gusar


"Gue Stephany Larasati pacarnya abang Bridav yang ke lima," jawab wanita itu dengan nada tinggi


"Lah kalau lo yang ke lima, gue yang keberapa Bang?" tanya Siti


"Lo adalah wanita terakhir yang akan menjadi pendamping hidup abang,"


"Ikan hiu makan buah markisa, dih Siti gak Nyangka abang benar-benar Jahara!" jawab Siti segera beranjak dari duduknya dan meninggalkan tempat itu.


"Neng Siti tunggu!" seru Sobri berusaha mengejarnya


"Ngapain lo kejar wanita biasa, jika ada sang primadona jelita di depan mata," sahut Stephany


"Sorry neng Step, hubungan kita sudah berakhir dan jangan pernah mengejar gue lagi,"


Saat Sobri hendak melangkah pergi, Siti kembali lagi ke tempat itu.


"Ikan hiu jalan-jalan ke pulau Bali, sudah ku duga neng pasti balik lagi," ucap Bridav begitu bahagia melihat kembali pujaan hatinya


"Ikan hiu makan sate buaya, ikan Nila dimakan ikan Buntal. Siapa juga yang mau kembali sama cowok buaya. Siti balik lagi karena ada sesuatu yang tertinggal,"


"Pasti hati Neng yang tertinggal dalam diri abang ya kan?" tanya Bridav


"Ikan Hiu makan sate Padang, Jangan kepedean Bang," sahut Siti


"Lah terus apa dong?"


"Nomor telepon Kang Panci," sahut Siti


"Astagfirullah Neng, masa Abang yang rupawan dan mapan disamain sama Kang Panci,"

__ADS_1


"Bukan panci sembarang panci, meskipun kang Panci namun bang Dhiv selalu setia menjaga hati," sahut Siti kemudian mengambil dompetnya di atas meja.


__ADS_2